Danau untuk Semua
Di hutan ada sebuah danau tempat semua binatang minum. Suatu pagi, air danau menjadi kotor karena Rino si badak berendam di dalamnya. Binatang-binatang lain jadi tidak bisa minum. Namun, mereka takut menegur Rino karena badannya besar dan bercula. Mereka diam seribu bahasa. Rino malah merasa bangga karena jadi pusat perhatian.
Esoknya, Rino masih berendam. Binatang-binatang makin kehausan.
“Aduh, bagaimana ini?” ujar Bani si kelinci. Hewan lain juga mulai gelisah.
Binatang-binatang hutan pun berkumpul dan bermusyawarah. Hari si harimau mengusulkan agar meminta bantuan Ucil si kancil.
“Setuju!!” semua binatang berteriak antusias.
Ucil menemui Rino.
“Selamat siang. Maaf mengganggu Tuan. Ada kabar penting,” kata Ucil dengan lembut.
Rino segera bangun. Ia merasa tersanjung dengan ucapan Ucil.
“Kabar penting? Cepat bicara!” kata Rino.
“Hamba kasihan kepada Tuan. Badan besar berendam di danau kecil. Tidak pantas, Tuan. Oh ya, ada makhluk yang menutup jalan air supaya tidak mengalir. Sayang, makhluk itu tidak kelihatan oleh mata kita, dia makhluk gaib,” lanjut Ucil.
Rino mengerutkan dahinya.
“Percayalah, Tuan,” bujuk Ucil.
Rino segera berjalan menuju pohon nangka. Ia pun mengawasi pohon itu selama setengah hari. Sementara itu, binatang yang lain bergantian datang untuk minum air danau.
Rino selesai mengawasi pohon nangka. Ia kembali menuju danau. Sementara, binatang lainnya sudah meninggalkan danau. Mereka sudah tidak haus lagi.
Siapa yang memiliki usul untuk meminta bantuan hewan yang cerdik?
Danau untuk Semua
Di hutan ada sebuah danau tempat semua binatang minum. Suatu pagi, air danau menjadi kotor karena Rino si badak berendam di dalamnya. Binatang-binatang lain jadi tidak bisa minum. Namun, mereka takut menegur Rino karena badannya besar dan bercula. Mereka diam seribu bahasa. Rino malah merasa bangga karena jadi pusat perhatian.
Esoknya, Rino masih berendam. Binatang-binatang makin kehausan.
“Aduh, bagaimana ini?” ujar Bani si kelinci. Hewan lain juga mulai gelisah.
Binatang-binatang hutan pun berkumpul dan bermusyawarah. Hari si harimau mengusulkan agar meminta bantuan Ucil si kancil.
“Setuju!!” semua binatang berteriak antusias.
Ucil menemui Rino.
“Selamat siang. Maaf mengganggu Tuan. Ada kabar penting,” kata Ucil dengan lembut.
Rino segera bangun. Ia merasa tersanjung dengan ucapan Ucil.
“Kabar penting? Cepat bicara!” kata Rino.
“Hamba kasihan kepada Tuan. Badan besar berendam di danau kecil. Tidak pantas, Tuan. Oh ya, ada makhluk yang menutup jalan air supaya tidak mengalir. Sayang, makhluk itu tidak kelihatan oleh mata kita, dia makhluk gaib,” lanjut Ucil.
Rino mengerutkan dahinya.
“Percayalah, Tuan,” bujuk Ucil.
Rino segera berjalan menuju pohon nangka. Ia pun mengawasi pohon itu selama setengah hari. Sementara itu, binatang yang lain bergantian datang untuk minum air danau.
Rino selesai mengawasi pohon nangka. Ia kembali menuju danau. Sementara, binatang lainnya sudah meninggalkan danau. Mereka sudah tidak haus lagi.
“Mereka diam seribu bahasa.”
Apa arti “diam seribu bahasa” pada teks fabel tersebut?
Danau untuk Semua
Di hutan ada sebuah danau tempat semua binatang minum. Suatu pagi, air danau menjadi kotor karena Rino si badak berendam di dalamnya. Binatang-binatang lain jadi tidak bisa minum. Namun, mereka takut menegur Rino karena badannya besar dan bercula. Mereka diam seribu bahasa. Rino malah merasa bangga karena jadi pusat perhatian.
Esoknya, Rino masih berendam. Binatang-binatang makin kehausan.
“Aduh, bagaimana ini?” ujar Bani si kelinci. Hewan lain juga mulai gelisah.
Binatang-binatang hutan pun berkumpul dan bermusyawarah. Hari si harimau mengusulkan agar meminta bantuan Ucil si kancil.
“Setuju!!” semua binatang berteriak antusias.
Ucil menemui Rino.
“Selamat siang. Maaf mengganggu Tuan. Ada kabar penting,” kata Ucil dengan lembut.
Rino segera bangun. Ia merasa tersanjung dengan ucapan Ucil.
“Kabar penting? Cepat bicara!” kata Rino.
“Hamba kasihan kepada Tuan. Badan besar berendam di danau kecil. Tidak pantas, Tuan. Oh ya, ada makhluk yang menutup jalan air supaya tidak mengalir. Sayang, makhluk itu tidak kelihatan oleh mata kita, dia makhluk gaib,” lanjut Ucil.
Rino mengerutkan dahinya.
“Percayalah, Tuan,” bujuk Ucil.
Rino segera berjalan menuju pohon nangka. Ia pun mengawasi pohon itu selama setengah hari. Sementara itu, binatang yang lain bergantian datang untuk minum air danau.
Rino selesai mengawasi pohon nangka. Ia kembali menuju danau. Sementara, binatang lainnya sudah meninggalkan danau. Mereka sudah tidak haus lagi.
Apa contoh peristiwa yang dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari berdasarkan kejadian yang dialami Ucil pada cerita tersebut?
Tentukan Sesuai atau Tidak Sesuai untuk setiap pernyataan berikut!
Hewan Pemakan Daun, Apa itu?
Hewan bisa dibagi menjadi tiga kelompok berdasarkan makanan mereka. Karnivora, hewan pemakan daging. Contoh hewan karnivora adalah singa. Selanjutnya herbivora, yaitu hewan pemakan tumbuhan. Sapi adalah contoh hewan herbivora. Terakhir, hewan omnivora, yaitu hewan pemakan daging dan tumbuhan, seperti beruang.
Dari kelompok herbivora, ada hewan yang hanya makan daun saja. Mereka disebut folivora. Hewan folivora hanya makan daun untuk hidup. Namun, daun itu susah untuk dicerna, apalagi kalau sudah tua. Kadang-kadang daun juga mengandung zat yang bisa berbahaya.
Agar bisa mencerna daun, tubuh hewan folivora punya cara khusus. Mereka punya usus yang panjang agar makanan bisa diproses lebih lama. Tubuh hewan folivora bekerja lebih lambat, jadi tidak terlalu banyak bergerak. Di dalam perut hewan folifora juga ada bakteri baik yang membantu mencerna daun. Beberapa hewan folivora lebih suka daun muda karena lebih lembut dan mudah dimakan.
Ada beberapa contoh hewan folivora yang hidup di alam. Misalnya, panda yang makan daun bambu. Ada juga koala yang makan daun eukaliptus. Mereka tinggal di hutan dan sangat bergantung pada daun untuk makan. Karena itu, hutan tampat mereka tinggal harus dijaga supaya mereka bisa terus hidup.
Apa saja contoh hewan folivora berdasarkan informasi tersebut?
Pilihlah jawaban yang benar! Jawaban benar lebih dari satu.
Hewan Pemakan Daun, Apa itu?
Hewan bisa dibagi menjadi tiga kelompok berdasarkan makanan mereka. Karnivora, hewan pemakan daging. Contoh hewan karnivora adalah singa. Selanjutnya herbivora, yaitu hewan pemakan tumbuhan. Sapi adalah contoh hewan herbivora. Terakhir, hewan omnivora, yaitu hewan pemakan daging dan tumbuhan, seperti beruang.
Dari kelompok herbivora, ada hewan yang hanya makan daun saja. Mereka disebut folivora. Hewan folivora hanya makan daun untuk hidup. Namun, daun itu susah untuk dicerna, apalagi kalau sudah tua. Kadang-kadang daun juga mengandung zat yang bisa berbahaya.
Agar bisa mencerna daun, tubuh hewan folivora punya cara khusus. Mereka punya usus yang panjang agar makanan bisa diproses lebih lama. Tubuh hewan folivora bekerja lebih lambat, jadi tidak terlalu banyak bergerak. Di dalam perut hewan folifora juga ada bakteri baik yang membantu mencerna daun. Beberapa hewan folivora lebih suka daun muda karena lebih lembut dan mudah dimakan.
Ada beberapa contoh hewan folivora yang hidup di alam. Misalnya, panda yang makan daun bambu. Ada juga koala yang makan daun eukaliptus. Mereka tinggal di hutan dan sangat bergantung pada daun untuk makan. Karena itu, hutan tampat mereka tinggal harus dijaga supaya mereka bisa terus hidup.
Bagan mana yang sesuai untuk menggambarkan informasi pada teks tersebut?
Hewan Pemakan Daun, Apa itu?
Hewan bisa dibagi menjadi tiga kelompok berdasarkan makanan mereka. Karnivora, hewan pemakan daging. Contoh hewan karnivora adalah singa. Selanjutnya herbivora, yaitu hewan pemakan tumbuhan. Sapi adalah contoh hewan herbivora. Terakhir, hewan omnivora, yaitu hewan pemakan daging dan tumbuhan, seperti beruang.
Dari kelompok herbivora, ada hewan yang hanya makan daun saja. Mereka disebut folivora. Hewan folivora hanya makan daun untuk hidup. Namun, daun itu susah untuk dicerna, apalagi kalau sudah tua. Kadang-kadang daun juga mengandung zat yang bisa berbahaya.
Agar bisa mencerna daun, tubuh hewan folivora punya cara khusus. Mereka punya usus yang panjang agar makanan bisa diproses lebih lama. Tubuh hewan folivora bekerja lebih lambat, jadi tidak terlalu banyak bergerak. Di dalam perut hewan folifora juga ada bakteri baik yang membantu mencerna daun. Beberapa hewan folivora lebih suka daun muda karena lebih lembut dan mudah dimakan.
Ada beberapa contoh hewan folivora yang hidup di alam. Misalnya, panda yang makan daun bambu. Ada juga koala yang makan daun eukaliptus. Mereka tinggal di hutan dan sangat bergantung pada daun untuk makan. Karena itu, hutan tampat mereka tinggal harus dijaga supaya mereka bisa terus hidup.
Apa gagasan utama yang disampaikan pada paragraf ketiga teks tersebut?