Soal 01
Hati merupakan salah satu organ ekskresi penting pada tubuh manusia. Salah satu fungsi hati dalam sistem pengeluaran zat sisa metabolisme adalah merombak sel darah merah (eritrosit) yang telah tua dan rusak. Zat warna empedu yang dihasilkan dari perombakan hemoglobin tersebut adalah ….
A. Urea dan amonia
B. Bilirubin dan biliverdin
C. Glukosa dan asam amino
D. Asam urat dan keratin
Kunci Jawaban: B
Hati mengekskresikan empedu yang mengandung zat warna bilirubin dan biliverdin. Keduanya merupakan hasil perombakan senyawa heme dari hemoglobin eritrosit yang sudah tua (berumur sekitar 120 hari) oleh sel histiosit di dalam hati. Bilirubin selanjutnya dioksidasi menjadi urobilin yang memberi warna kuning khas pada urine dan feses. Urea merupakan hasil detoksifikasi amonia, bukan perombakan langsung pigmen hemoglobin.
Soal 02
Perhatikan skema nefron berikut ini!
Berdasarkan gambar di atas, nama bagian yang ditunjuk oleh huruf Y beserta proses dan hasil yang terbentuk adalah ….
A. Glomerulus; proses filtrasi; menghasilkan urine primer
B. Tubulus kontortus proksimal; proses reabsorpsi; menghasilkan urine sekunder
C. Tubulus kontortus distal; proses augmentasi; menghasilkan urine sesungguhnya
D. Tubulus kolektivus; pengumpulan urine; menghasilkan urine primer
Kunci Jawaban: B
Berdasarkan gambar nefron:
Bagian X adalah Glomerulus dan Kapsula Bowman (Badan Malpighi), tempat filtrasi menghasilkan urine primer.
Bagian Y adalah Tubulus Kontortus Proksimal (TKP), tempat reabsorpsi (penyerapan kembali zat berguna seperti glukosa, asam amino, dan air) menghasilkan urine sekunder.
Bagian Z adalah Tubulus Kontortus Distal (TKD), tempat augmentasi menghasilkan urine sesungguhnya.
Soal 03
Pilihlah dua zat yang pada kondisi tubuh normal dan sehat tidak ditemukan di dalam urine sesungguhnya!
[ ] A. Urea [ ] B. Glukosa [ ] C. Protein darah (Albumin) [ ] D. Garam dapur (NaCl) [ ] E. Air
Kunci Jawaban: B dan C
Pada ginjal normal:
(1) Molekul protein darah berukuran besar sehingga tertahan saat filtrasi di glomerulus. Jika terdapat protein dalam urine, terjadi indikasi albuminuria.
(2) Glukosa lolos pada tahap filtrasi namun diserap kembali seluruhnya pada tahap reabsorpsi di tubulus kontortus proksimal. Jika terdapat glukosa dalam urine, menandakan gangguan diabetes melitus.
Urea, garam mineral, dan air merupakan komponen normal urine sesungguhnya.
Soal 04
Perhatikan tabel pasangan organ ekskresi dan zat yang dikeluarkannya berikut ini:
| No. | Organ Ekskresi |
Zat yang Dikeluarkan |
|---|---|---|
|
1 |
Paru-paru | Karbondioksida (\(\ce{CO2}\)) dan uap air (\(\ce{H2O}\)) |
|
2 |
Kulit | Keringat (air, garam mineral, sedikit urea) |
|
3 |
Hati | Cairan empedu dan urea |
|
4 |
Ginjal | Feses dan asam lambung |
Pasangan organ ekskresi dan zat sisa yang tepat ditunjukkan oleh nomor ….
A. 1, 2, dan 3
B. 1 dan 3 saja
C. 2 dan 4 saja
D. 1, 2, 3, dan 4
Kunci Jawaban: A
Nomor 1, 2, dan 3 benar.
Nomor 4 salah karena ginjal menghasilkan urine.
Feses merupakan produk buangan sistem pencernaan (proses defekasi), bukan proses ekskresi metabolisme sel.
Soal 05
Tentukan pernyataan di bawah ini yang benar mengenai respons sistem ekskresi saat tubuh berada di lingkungan bersuhu dingin! (Pilihan benar lebih dari satu)
[ ] A. Pembuluh darah di kulit melebar (vasodilatasi) untuk melepas kalor. [ ] B. Produksi keringat oleh kelenjar keringat menurun drastis. [ ] C. Pengeluaran cairan tubuh dialihkan lebih banyak melalui pembentukan urine. [ ] D. Kelenjar keringat bekerja aktif membuang kelebihan garam. [ ] E. Pori-pori kulit cenderung menyempit untuk mempertahankan panas tubuh.
Kunci Jawaban: B, C, dan E
Saat suhu lingkungan dingin, tubuh mempertahankan panas dengan vasokonstriksi (penyempitan pembuluh darah di kulit) serta menutup pori-pori. Kelenjar keringat menjadi pasif sehingga produksi keringat berkurang drastis. Keseimbangan cairan tubuh (osmoregulasi) dijaga ginjal dengan meningkatkan volume ekskresi urine.
Soal 06
Kulit manusia tersusun atas lapisan epidermis, dermis, dan hipodermis. Bagian kelenjar yang berperan langsung dalam sistem ekskresi terletak pada lapisan ….
A. Epidermis, yaitu stratum korneum
B. Dermis, yaitu glandula sudorifera
C. Dermis, yaitu glandula sebasea
D. Hipodermis, yaitu jaringan adiposa
Kunci Jawaban: B
Kelenjar yang berfungsi sebagai alat ekskresi pada kulit adalah kelenjar keringat (glandula sudorifera) yang terletak di lapisan dermis. Kelenjar ini menyerap air dan garam mineral dari kapiler darah dan mengeluarkannya melalui saluran pori-pori. Glandula sebasea adalah kelenjar minyak pelindung rambut/kulit, bukan organ utama pembuangan sisa metabolisme.
Soal 07
Perhatikan matriks tahapan pembentukan urine di bawah ini:
| Pilihan | Tahap | Tempat Terjadi | Hasil Akhir |
|---|---|---|---|
|
A |
Filtrasi | Badan Malpighi |
Urine sekunder |
|
B |
Reabsorpsi | Tubulus Kontortus Distal |
Urine primer |
|
C |
Augmentasi | Tubulus Kontortus Distal & Kolektivus |
Urine sesungguhnya |
|
D |
Filtrasi | Tubulus Kontortus Proksimal |
Urine primer |
Kombinasi tahap, tempat, dan hasil proses yang tepat ditunjukkan oleh ….
A. Baris A
B. Baris B
C. Baris C
D. Baris D
Kunci Jawaban: C
Tahapan pembentukan urine:
(1) Filtrasi: Glomerulus / Badan Malpighi → Urine primer.
(2) Reabsorpsi: Tubulus Kontortus Proksimal → Urine sekunder.
(3) Augmentasi: Tubulus Kontortus Distal → Urine sesungguhnya.
Baris C memuat hubungan tahap, tempat, dan hasil yang benar.
Soal 08
Seorang pasien melakukan uji klinis laboratorium terhadap sampel urinenya. Setelah ditetesi larutan Benedict dan dipanaskan, urine berubah warna menjadi merah bata. Berdasarkan data tersebut, diagnosis kelainan dan penyebabnya adalah ….
A. Nefritis; kerusakan nefron akibat infeksi bakteri Streptococcus
B. Diabetes insipidus; penurunan produksi hormon ADH
C. Albuminuria; kebocoran protein darah pada membran glomerulus
D. Diabetes melitus; tingginya kadar glukosa dalam darah sehingga tidak terserap sempurna
Kunci Jawaban: D
Reagen Benedict berubah menjadi merah bata apabila bereaksi dengan gula pereduksi (glukosa). Keberadaan glukosa dalam urine menunjukkan kondisi glukosuria yang merupakan gejala diabetes melitus. Kadar gula darah yang tinggi melampaui daya serap maksimal tubulus kontortus proksimal ginjal.
Soal 09
Pilihlah pernyataan yang benar terkait paru-paru sebagai organ ekskresi! (Pilihan benar lebih dari satu)
[ ] A. Paru-paru mengeluarkan \(\ce{CO2}\) hasil samping respirasi seluler. [ ] B. Pertukaran gas sisa metabolisme terjadi di dalam bronkus. [ ] C. Selain gas \(\ce{CO2}\), paru-paru juga mengeluarkan uap air (\(\ce{H2O}\)). [ ] D. Udara pernapasan dialirkan langsung menuju kantung empedu. [ ] E. Gas \(\ce{CO2}\) berdifusi dari kapiler darah menuju dinding alveolus untuk dihembuskan.
Kunci Jawaban: A, C, dan E
Paru-paru mengekskresikan gas \(\ce{CO2}\) dan uap air (\(\ce{H2O}\)) yang merupakan zat sisa pembakaran zat makanan di sel. Pertukaran zat sisa gas berlangsung di alveolus (bukan bronkus) secara difusi melintasi dinding epitel tipis dan kapiler darah.
Soal 10
Perhatikan tabel gangguan pada sistem ekskresi manusia berikut:
| No. | Nama Gangguan | Gejala / Penyebab Fisiologis |
|---|---|---|
|
1 |
Albuminuria |
Ditemukannya senyawa protein dalam urine akibat kerusakan filter glomerulus |
|
2 |
Batu Ginjal |
Endapan kristal kalsium atau asam urat di rongga ginjal atau saluran kemih |
|
3 |
Diabetes Insipidus |
Pengeluaran urine dalam jumlah sangat banyak dan encer akibat defisiensi hormon ADH |
|
4 |
Uremia |
Tertimbunnya pigmen empedu di bawah permukaan kulit sehingga tubuh berwarna kuning |
Pasangan nama gangguan dan penjelasan fisiologis yang tepat ditunjukkan oleh nomor ….
A. 1, 2, dan 3
B. 1, 2, dan 4
C. 2, 3, dan 4
D. 1, 3, dan 4
Kunci Jawaban: A
Nomor 1, 2, dan 3 benar.
Nomor 4 salah karena penumpukan zat warna empedu di jaringan kulit disebut penyakit kuning (jaundice/ikterus).
Uremia adalah kondisi menumpuknya zat sisa urea dan racun urine di dalam aliran darah akibat kegagalan fungsi filtrasi ginjal.
Soal 11
Perhatikan skema penampang melintang kulit manusia di bawah ini!
Berdasarkan gambar anatomi kulit di atas, bagian yang ditunjuk oleh huruf X adalah kelenjar yang berperan penting dalam sistem ekskresi manusia. Nama anatomi kelenjar tersebut beserta zat sisa metabolisme yang dikeluarkannya adalah ….
A. Glandula sebasea; mengekskresikan minyak (sebum) untuk melembapkan kulit
B. Glandula sudorifera; mengekskresikan keringat yang mengandung air, garam mineral, dan urea
C. Folikel rambut; mengekskresikan sel-sel kulit mati dan jaringan keratin
D. Kelenjar adiposa; mengekskresikan cadangan lemak cair untuk mengontrol suhu tubuh
Kunci Jawaban: B
Berdasarkan gambar penampang kulit, bagian X menunjuk pada struktur pembuluh yang bergelung di lapisan dermis dan salurannya bermuara pada pori-pori di permukaan kulit. Ini adalah kelenjar keringat (glandula sudorifera). Fungsi utamanya dalam sistem ekskresi adalah menyerap kelebihan air, garam mineral (terutama NaCl), dan sedikit sisa metabolisme protein seperti urea dari kapiler darah, lalu membuangnya dalam bentuk keringat. Sebagai pembanding, struktur yang letaknya menempel langsung pada kantung akar rambut adalah kelenjar minyak (glandula sebasea) yang berfungsi menghasilkan sebum.
Soal 12
Perhatikan gambar penampang melintang anatomi ginjal manusia berikut ini!
Bagian anatomi ginjal yang ditunjuk oleh huruf P, Q, dan R secara berurutan beserta fungsi/proses utama yang terjadi di dalamnya adalah ….
A. P = Korteks (tempat terjadinya filtrasi darah), Q = Medula (tempat reabsorpsi dan augmentasi), R = Pelvis renalis (menampung urine sementara)
B. P = Medula (tempat terjadinya augmentasi), Q = Korteks (tempat filtrasi darah), R = Ureter (menyalurkan urine ke kandung kemih)
C. P = Pelvis renalis (pusat penyaringan darah), Q = Medula (penyerapan kembali), R = Korteks (pengumpulan urine sesungguhnya)
D. P = Korteks (tempat reabsorpsi zat berguna), Q = Pelvis renalis (tempat filtrasi darah), R = Medula (menyalurkan urine ke luar ginjal)
Kunci Jawaban: A
Berdasarkan anatomi makroskopis penampang melintang ginjal:
(1) Bagian P adalah Korteks Renalis (Kulit Ginjal): Merupakan lapisan terluar ginjal. Korteks tersusun atas jutaan Badan Malpighi (Glomerulus dan Kapsula Bowman) serta tubulus proksimal dan distal, sehingga fungsi utamanya adalah sebagai tempat penyaringan awal darah (Filtrasi).
(2) Bagian Q adalah Medula Renalis (Sumsum Ginjal): Tersusun atas piramida-piramida ginjal (renal pyramids). Medula kaya akan saluran tubulus lengkung Henle dan tubulus kolektivus yang berperan vital dalam pemekatan urine melalui proses penyerapan kembali air dan zat terlarut (Reabsorpsi) serta penambahan zat sisa racun (Augmentasi).
(3) Bagian R adalah Pelvis Renalis (Rongga Ginjal): Saluran berbentuk corong yang berfungsi mengumpulkan urine sesungguhnya yang dialirkan dari duktus kolektivus medula, sebelum dialirkan keluar ginjal melalui ureter menuju kantung kemih (vesika urinaria).