Terdapat tiga metode penarikan kesimpulan dalam logika matematika, yaitu menggunakan modus ponens, modus tollens, dan silogisme.
A. Modus Ponens
Terdapat pernyataan p dan q
Premis 1: p → q
Premis 2: p
Kesimpulan: q
Contoh 1
Premis 1: Jika harga pakan ternak murah, semua peternak akan diuntungkan
Premis 2: Harga pakan ternak murah
Kesimpulan: Semua peternak akan diuntungkan
Contoh 2
Premis 1: Jika harga bahan bakar naik, harga bahan pangan ikut naik
Premis 2: Harga bahan bakar naik
Kesimpulan: Harga bahan pangan naik
Contoh 3
Premis 1: Jika nilai determinan suatu persamaan kuadrat sama dengan nol, persamaan kuadrat tersebut memiliki akar kembar
Premis 2: Nilai determinan suatu persamaan kuadrat sama dengan nol
Kesimpulan: Persamaan kuadrat tersebut memiliki akar kembar
B. Modus Tollens
Terdapat pernyataan p dan q
Premis 1: p → q
Premis 2: ~q
Kesimpulan: ~p
Contoh 1
Premis 1: Jika musim kemarau tahun ini panjang, banyak warga yang membeli air bersih untuk keperluan sehari-hari
Premis 2: Tidak banyak warga yang membeli air bersih untuk keperluan sehari-hari
Kesimpulan: Musim kemarau tahun ini tidak panjang
Contoh 2
Premis 1: Jika Adi rajin belajar, ia dapat mengerjakan soal ulangan
Premis 2: Adi tidak dapat mengerjakan soal ulangan
Kesimpulan: Adi tidak rajin belajar
Contoh 3
Premis 1: Jika ombak di laut tinggi, para nelayan tidak pergi mencari ikan di laut
Premis 2: Para nelayan pergi mencari ikan di laut
Kesimpulan: Ombak di laut tidak tinggi
C. Silogisme
Terdapat pernyataan p, q, dan r
Premis 1: p → q
Premis 2: q → r
Kesimpulan: p → r
Contoh 1
Premis 1: Jika banyak warga membakar sampah, polusi udara semakin meningkat
Premis 2: Jika polusi udara semakin meningkat, kesehatan masyarakat akan terganggu
Kesimpulan: Jika banyak warga membakar sampah, kesehatan masyarakat akan terganggu
Contoh 2
Premis 1: Jika banyak warga membuang limbah rumah tangga di sungai, air sungai akan tercemar
Premis 2: Jika air sungai tercemar, ikan di sungai akan mati
Kesimpulan: Jika banyak warga membuang limbah rumah tangga di sungai, ikan di sungai akan mati
Contoh 3
Premis 1: Jika banyak pengendara sepeda motor tidak memakai helm, risiko kematian akibat kecelakaan di jalan raya akan semakin meningkat
Premis 2: Jika risiko kematian akibat kecelakaan di jalan raya semakin meningkat, polisi akan melakukan tindakan tegas terhadap pengendara sepeda motor yang tidak memakai helm
Kesimpulan: Jika banyak pengendara sepeda motor tidak memakai helm, polisi akan melakukan tindakan tegas terhadap pengendara tersebut
SOAL LATIHAN
Soal 01
Tipe Soal: Penalaran Deduktif dengan Modus Ponens
Nilai diskriminan dari suatu persamaan kuadrat sama dengan nol, maka persamaan kuadrat tersebut memiliki akar kembar. Terdapat persamaan kuadrat \(x^2\:-\:2x + 1 = 0\).
Simpulan berdasarkan informasi tersebut adalah: persamaan kuadrat \(x^2\:-\:2x + 1 = 0\) tidak memiliki akar kembar.
Manakah pernyataan berikut yang menggambarkan kualitas simpulan tersebut?
(A) Simpulan tersebut pasti benar
(B) Simpulan tersebut mungkin benar
(C) Simpulan tersebut pasti salah
(D) Simpulan tidak relevan dengan informasi yang diberikan
(E) Simpulan tidak dapat dinilai karena informasi tidak cukup
Jawaban: C
Misal:
p = nilai diskriminan dari suatu persamaan kuadrat sama dengan nol
q = persamaan kuadrat tersebut memiliki akar kembar
Penarikan simpulan menggunakan modus ponens:
premis 1 : p ⇒ q
premis 2 : p
simpulan : q
Premis 1 : nilai diskriminan dari suatu persamaan kuadrat sama dengan nol maka persamaan kuadrat tersebut memiliki akar kembar
Premis 2 : persamaan kuadrat \(x^2\:-\:2x + 1 = 0\) memiliki nilai diskriminan sama dengan 0
Note:
Diskriminan = \(\color{red} b^2 \:-\:4ac = (-2)^2\:-\:4(1)(1) = 0\)
Simpulan: persamaan kuadrat \(x^2\:-\:2x + 1 = 0\) memiliki akar kembar.
Penarikan simpulan persamaan kuadrat \(x^2\:-\:2x + 1 = 0\) tidak memiliki akar kembar, merupakan simpulan yang pasti salah, karena tidak sesuai dengan penarikan simpulan pada modus ponens.
Soal 02
Tipe Soal: Modus Ponens
Jika seseorang terbuka, dapat menerima gagasan-gagasan baru, mudah beradaptasi, dan kreatif, dia mudah bersosialisasi. Joko selalu bersikap terbuka terhadap orang lain, mau menerima gagasan-gagasan baru, mudah beradaptasi, dan kreatif. Manakah simpulan berikut yang BENAR mengenai Joko?
(A) Joko orangnya tertutup
(B) Joko tidak mudah bersosialisasi
(C) Joko mudah bersosialisasi
(D) Joko adalah anak yang penurut
(E) Joko mudah dipengaruhi oleh orang lain.
(C)
Gunakan modus ponens untuk menarik simpulan.
Pernyataan p = Joko selalu bersikap terbuka, dapat menerima gagasan-gagasan baru, mudah beradaptasi, dan kreatif
Pernyataan q = Joko mudah bersosialisasi
Modus Ponens:
Premis 1: p → q
Premis 2: p
Kesimpulan: q
Jika ditulis dalam kalimat:
Premis 1: Jika seseorang terbuka, dapat menerima gagasan baru, mudah beradaptasi, dan kreatif, maka dia mudah bersosialisasi.
Premis 2: Joko selalu bersikap terbuka, menerima gagasan baru, mudah beradaptasi, kreatif.
Kesimpulan: Joko mudah bersosialisasi
Soal 03
Tipe Soal: Penalaran Deduktif dengan Modus Tollens
Setiap karyawan perusahaan B dapat bekerja dengan baik dan mencapai target, maka setiap karyawan akan diberikan bonus akhir tahun. Anton salah satu karyawan perusahaan B tidak mendapatkan bonus akhir tahun.
Simpulan berdasarkan informasi tersebut adalah Anton tidak bekerja dengan baik atau tidak mencapai target.
Manakah pernyataan berikut yang menggambarkan kualitas simpulan tersebut?
(A) Simpulan tersebut pasti benar
(B) Simpulan tersebut mungkin benar
(C) Simpulan tersebut pasti salah
(D) Simpulan tidak relevan dengan informasi yang diberikan
(E) Simpulan tidak dapat dinilai karena informasi tidak cukup
Jawaban: A
Misal:
p = setiap karyawan perusahaan B dapat bekerja dengan baik dan mencapai target
q = setiap karyawan akan diberikan bonus akhir tahun
Penarikan simpulan menggunakan modus tollens:
premis 1 : p ⇒ q
premis 2 : ~q
Simpulan : ~p
Premis 1 : setiap karyawan perusahaan B dapat bekerja dengan baik dan mencapai target maka setiap karyawan akan diberikan bonus akhir tahun
Premis 2 : Anton salah satu karyawan perusahaan B tidak mendapatkan bonus akhir tahun.
Simpulan: Anton tidak bekerja dengan baik atau tidak mencapai target
Note:
~(p ∧ q) ≡ ~p ∨ ~q
Soal 04
Diketahui premis-premis berikut :
- Setiap penumpang pesawat dengan usia 18 tahun ke atas wajib mendapatkan vaksin Covid-19 dosis ketiga
- Budi adalah penumpang pesawat yang belum mendapatkan vaksin Covid-19 dosis ketiga
Simpulan yang benar dari premis-premis di atas adalah …
(A) Budi berusia 18 tahun
(B) Budi berusia di bawah 18 tahun
(C) Budi bukan penumpang pesawat
(D) Budi sama sekali belum mendapatkan vaksin Covid-19
(E) Budi telah mendapatkan vaksin Covid-19 secara lengkap
Jawaban: B
Premis 1 : Budi adalah penumpang pesawat dengan usia 18 tahun ke atas maka Budi wajib mendapatkan vaksin Covid-19 dosis ketiga
Premis 2 : Budi adalah penumpang pesawat yang belum mendapatkan vaksin Covid-19 dosis ketiga.
Simpulan: Budi berusia di bawah 18 tahun
Penarikan simpulan menggunakan modus tollens:
premis 1 : p ⇒ q
premis 2 : ~q
Simpulan : ~p
Soal 05
Tipe Soal: Penalaran Deduktif Menggunakan Modus Tollens
Apabila berlibur bersama teman, Toni berkemas dari pagi.
Apabila pergi ke taman bermain, Toni membawa topi kuning.
Apabila Toni tidak berkemas dari pagi atau Toni tidak membawa topi kuning, manakah simpulan berikut yang BENAR?
(A) Toni tidak berlibur bersama teman atau tidak pergi ke taman bermain
(B) Toni berlibur bersama teman atau pergi ke taman bermain
(C) Toni tidak berlibur bersama teman atau pergi ke taman bermain
(D) Toni tidak berlibur bersama teman dan tidak pergi ke taman bermain
(E) Toni berlibur bersama teman dan tidak pergi ke taman bermain
(A)
Jika Toni berlibur bersama teman maka dia berkemas dari pagi.
Toni tidak berkemas dari pagi
Simpulan berdasarkan modus tollens: Toni tidak berlibur bersama temannya
Jika Toni pergi ke taman bermain maka dia membawa topi kuning
Toni tidak membawa topi kuning
Simpulan berdasarkan modus tollens: Toni tidak pergi ke taman bermain
Gabungkan kedua simpulan di atas
Toni tidak berlibur bersama teman atau tidak pergi ke taman bermain
Soal 06
Tipe Soal: Penalaran Deduktif menggunakan Silogisme
Harga bensin naik maka harga kebutuhan pokok naik
Harga kebutuhan pokok naik maka beberapa warga masyarakat tidak mampu membeli kebutuhan pokok
Simpulan berdasarkan informasi tersebut adalah: harga bensin naik maka beberapa warga masyarakat tidak mampu membeli kebutuhan pokok.
Manakah pernyataan berikut yang menggambarkan kualitas simpulan tersebut?
(A) Simpulan tersebut pasti benar
(B) Simpulan tersebut mungkin benar
(C) Simpulan tersebut pasti salah
(D) Simpulan tidak relevan dengan informasi yang diberikan
(E) Simpulan tidak dapat dinilai karena informasi tidak cukup
Jawaban: A
Misal:
p = harga bensin naik
q = harga kebutuhan pokok naik
r = beberapa warga masyarakat tidak mampu membeli kebutuhan pokok
Penarikan simpulan menggunakan silogisme:
premis 1 : p ⇒ q
premis 2 : q ⇒ r
simpulan : p ⇒ r
Premis 1 : harga bensin naik maka harga kebutuhan pokok naik
Premis 2 : harga kebutuhan pokok naik maka beberapa warga masyarakat tidak mampu membeli kebutuhan pokok
Simpulan: harga bensin naik maka beberapa warga masyarakat tidak mampu membeli kebutuhan pokok
Jadi, simpulan tersebut pasti benar karena sesuai dengan silogisme.
Soal 07
Tipe Soal: Penalaran Deduktif menggunakan Silogisme
Diketahui:
Premis 1: Jika pagi ini tidak hujan, Adi berangkat ke sekolah dengan berjalan kaki
Premis 2: Adi berangkat ke sekolah tidak dengan berjalan kaki atau Adi membawa bekal minum yang cukup
Simpulan yang benar dari kedua premis di atas adalah…
(A) Pagi ini tidak hujan dan Adi tidak membawa bekal minum yang cukup
(B) Pagi ini tidak hujan dan Adi membawa bekal minum yang cukup
(C) Pagi ini hujan dan Adi tidak berangkat ke sekolah dengan berjalan kaki
(D) Jika pagi ini tidak hujan, Adi membawa bekal minum yang cukup
(E) Jika pagi ini hujan, Adi membawa bekal minum yang cukup
Jawaban: D
~p ∨ q ≡ p ⇒ q
Adi berangkat ke sekolah tidak dengan berjalan kaki atau Adi membawa bekal minum yang cukup ekuivalen dengan jika Adi berangkat ke sekolah dengan berjalan kaki maka Adi membawa bekal minum yang cukup.
Premis 1 : Jika pagi ini tidak hujan, Adi berangkat ke sekolah dengan berjalan kaki.
Premis 2 : Jika Adi berangkat ke sekolah dengan berjalan kaki, Adi membawa bekal minum yang cukup.
Simpulan : Jika pagi ini tidak hujan, Adi membawa bekal minum yang cukup.
Simpulan tersebut sesuai dengan silogisme.
Soal 08
Tipe Soal: Penalaran Deduktif Menggunakan Silogisme
Jika seorang atlet tidak berlatih secara rutin maka dia tidak mencapai level profesional.
Jika atlet tidak mencapai level profesional maka dia tidak memiliki komitmen yang kuat terhadap olahraganya.
Berdasarkan dua premis di atas, manakah simpulan berikut yang BENAR?
(A) Seorang atlet mencapai level profesional jika dia tidak berlatih secara rutin
(B) Seorang atlet mencapai level profesional jika dia tidak memiliki komitmen yang kuat terhadap olahraganya.
(C) Jika seorang atlet tidak berlatih secara rutin maka dia tidak memiliki komitmen yang kuat terhadap olahraganya.
(D) Jika seorang atlet memiliki komitmen yang kuat terhadap olahraganya maka dia mencapai level profesional.
(E) Seorang atlet tidak memiliki komitmen yang kuat terhadap olahraganya jika dia mencapai level profesional.
(C)
Penarikan simpulan secara silogisme:
\(p \rightarrow q\)
\(q \rightarrow r\)
\(\text{Simpulan}: p \rightarrow r\)
Jika seorang atlet tidak berlatih secara rutin maka dia tidak mencapai level profesional.
Jika atlet tidak mencapai level profesional maka dia tidak memiliki komitmen yang kuat terhadap olahraganya.
Simpulan:
Jika seorang atlet tidak berlatih secara rutin maka dia tidak memiliki komitmen yang kuat terhadap olahraganya.
Soal 09
Tipe Soal: Silogisme
UTBK 2023
Keuntungan tidak dapat diperoleh apabila perusahaan tidak mengambil kesempatan. Perusahaan bertindak demikian apabila risiko tidak dapat dikendalikan.
Manakah simpulan berikut yang BENAR?
(A) Sebagian keuntungan tidak diperoleh apabila risiko dapat dikendalikan.
(B) Sebagian keuntungan diperoleh apabila risiko tidak dapat dikendalikan.
(C) Risiko dapat dikendalikan apabila sebagian keuntungan diperoleh.
(D) Keuntungan tidak dapat diperoleh apabila risiko tidak dapat dikendalikan.
(E) Risiko tidak dapat dikendalikan apabila keuntungan diperoleh.
(D)
Premis:
(1) Keuntungan tidak dapat diperoleh jika perusahaan tidak mengambil kesempatan.
(2) Perusahaan tidak mengambil kesempatan jika risiko tidak dapat dikendalikan.
Kita bisa menyusun hubungan logis:
(1) Jika risiko tidak dapat dikendalikan, maka perusahaan tidak mengambil kesempatan.
(2) Jika perusahaan tidak mengambil kesempatan, maka keuntungan tidak diperoleh.
Dengan menggunakan silogisme, kita dapat menyimpulkan:
Jika risiko tidak dapat dikendalikan, maka keuntungan tidak dapat diperoleh.
Kalimat ini sama dengan (D) Keuntungan tidak dapat diperoleh apabila risiko tidak dapat dikendalikan.