Logo Benang Lurus
TWK (Tes Wawasan Kebangsaan)

TWK 01

Kurikulum & Timeline Belajar 0 dari 4 Modul Selesai

Soal 01

Negara Z merupakan negara kepulauan yang memiliki keanekaragaman suku, agama, ras, dan budaya. Pemerintah sedang berupaya memperkuat semangat persatuan dan integrasi nasional melalui berbagai program kebudayaan dan pendidikan kewarganegaraan. Namun, dalam pelaksanaannya dijumpai beberapa kondisi di tengah masyarakat, antara lain:

  • Masing-masing kelompok masyarakat cenderung menganggap kebudayaan daerahnya paling adiluhung dan unggul dibandingkan budaya daerah lain.
  • Dalam pemilihan umum lokal, mayoritas warga memilih calon pemimpin hanya berdasarkan kesamaan latar belakang etnis atau suku.
  • Terdapat kecenderungan masyarakat lokal menolak pendatang baru dari luar daerah yang ingin berinvestasi atau tinggal di kawasan tersebut.
  • Sering terjadi gesekan sosial antarkelompok yang dipicu oleh isu kedaerahan atau sentimen kelompok asal.
  • Masyarakat lebih mengutamakan ikatan kekerabatan atau kelompok asal dalam pembagian kesempatan kerja di instansi daerah.

Berdasarkan fenomena di atas, faktor utama yang menjadi penghambat terbesar dalam mewujudkan integrasi nasional dan semangat nasionalisme di Negara Z adalah …

(A)  Globalisasi dan westernisasi

(B)  Etnosentrisme dan primordialisme

(C)  Chauvinisme dan imperialisme

(D)  Separatisme dan radikalisme

(E)  Individualisme dan liberalisme

 

Soal 02

Pada tahun 1925, Perhimpunan Indonesia (PI) di Belanda yang dipelopori oleh tokoh-tokoh muda seperti Mohammad Hatta, Nazir Pamuntjak, dan Achmad Soebardjo secara tegas menentukan arah baru perjuangan bangsa. Perhimpunan Indonesia menjadi organisasi pertama yang secara konsisten menggunakan istilah “Indonesia” menggantikan nama “Hindia Belanda”, serta melahirkan manifesto politik yang menekankan empat prinsip utama: kesatuan nasional, kesetaraan, non-kooperasi, dan swadaya (kemandirian).

Gagasan dan prinsip dasar yang diusung oleh Perhimpunan Indonesia tersebut memiliki pengaruh yang sangat krusial dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Bagaimanakah dampak utama dari konsep dan paham nasionalisme yang dicanangkan oleh Perhimpunan Indonesia terhadap dinamika pergerakan kemerdekaan Indonesia?

(A)  Mengubah gagasan perjuangan dari bersifat kedaerahan menjadi gerakan politik beridentitas nasional yang mandiri

(B)  Mendorong terbentuknya pasukan militer nasional pertama untuk melawan penjajahan Belanda secara bersenjata

(C)  Menginspirasi pembentukan lembaga perwakilan rakyat (Volksraad) sebagai wadah diplomasi resmi

(D)  Menjadi dasar tunggal dalam penyusunan Naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

(E)  Menyebabkan seluruh organisasi pergerakan di dalam negeri langsung membubarkan diri dan bergabung dengan PI

 

Soal 03

Pada sebuah kasus yang sempat ramai disorot publik, seorang oknum anggota kepolisian di suatu daerah diduga melakukan tindakan penganiayaan dan pemerasan terhadap seorang warga yang sedang berada di kantor polisi untuk meminta perlindungan hukum. Oknum tersebut menyalahgunakan wewenang dan jabatan yang dimilikinya untuk menindas warga masyarakat yang seharusnya ia lindungi.

Tindakan oknum aparat tersebut secara tegas bertentangan dengan kewajiban dan fungsi utama Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagaimana diatur dalam…

(A)  UUD 1945 Pasal 27 ayat 3

(B)  UUD 1945 Pasal 30 ayat 2

(C)  UUD 1945 Pasal 30 ayat 3

(D)  UUD 1945 Pasal 30 ayat 4

(E)  UU Nomor 3 Tahun 2002 Pasal 9 ayat 1

 

Soal 04

Sosok dr. Lie Dharmawan dikenal secara luas atas aksi kemanusiaannya mendirikan Rumah Sakit Apung (RSA) swasta pertama di Indonesia. Melalui rumah sakit apung ini, beliau bersama tim relawan mengarungi lautan untuk memberikan pelayanan medis dan operasi bedah secara gratis bagi masyarakat di pulau-pulau terpencil, terluar, dan tertinggal (3T). Beliau rela mengorbankan dana pribadi, waktu, serta tenaga demi membantu warga yang mengalami kesulitan akses kesehatan tanpa membeda-bedakan latar belakang. Aksi nyata dr. Lie Dharmawan ini mencerminkan salah satu nilai dasar bela negara, yaitu …

(A)  Cinta tanah air

(B)  Kesadaran berbangsa dan bernegara

(C)  Setia pada Pancasila sebagai ideologi negara

(D)  Rela berkorban untuk bangsa dan negara

(E)  Memiliki kemampuan awal bela negara

 

Soal 05

Sekelompok pemuda yang menamakan diri mereka Pandawara Group mendapatkan apresiasi luas dari masyarakat dan pemerintah. Mereka secara sukarela dan konsisten turun langsung membersihkan berton-ton sampah tumpukan di berbagai sungai, selokan, dan pantai yang tercemar berat di berbagai daerah di Indonesia. Meskipun sering kali berhadapan dengan kondisi medan yang ekstrem, berbau busuk, dan berisiko bagi kesehatan, mereka tetap berinisiatif menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan hidup tanpa menunggu instruksi atau proyek dari pemerintah. Aksi kepedulian terhadap lingkungan yang dilakukan oleh kumpulan pemuda tersebut merupakan wujud nyata implementasi nilai dasar bela negara, khususnya …

(A) Cinta tanah air

(B) Kesadaran berbangsa dan bernegara

(C) Setia pada Pancasila sebagai ideologi negara

(D) Rela berkorban untuk bangsa dan negara

(E) Memiliki kemampuan awal bela negara

 

Soal 06

Desa Balun yang terletak di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, dikenal luas oleh masyarakat nusantara sebagai “Desa Pancasila”. Di desa ini, masyarakatnya memeluk agama yang berbeda-beda, bahkan bangunan masjid, gereja, dan pura berdiri berdampingan secara harmonis di sekitar alun-alun desa. Ketika umat Islam merayakan Idulfitri, pemuda dari umat beragama lain turut serta menjaga keamanan dan membantu kelancaran arus lalu lintas. Begitu pula sebaliknya ketika perayaan Natal atau perayaan Nyepi tiba. Praktik kehidupan bermasyarakat yang merawat kerukunan, toleransi, dan menjadikan keberagaman sebagai perekat persaudaraan ini merupakan cerminan nyata dari nilai dasar bela negara, yaitu …

(A)  Cinta tanah air

(B)  Kesadaran berbangsa dan bernegara

(C)  Setia pada Pancasila sebagai ideologi negara

(D)  Rela berkorban untuk bangsa dan negara

(E)  Memiliki kemampuan awal bela negara

 

Soal 07

Di era digital saat ini, media sosial menjadi wadah utama bagi masyarakat untuk berinteraksi dan mengemukakan pendapat. Namun, tak jarang kebebasan berekspresi tersebut disalahgunakan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan aksi perundungan siber (cyberbullying), penyebaran data pribadi secara ilegal (doxxing), serta persekusi daring terhadap individu yang memiliki perbedaan pandangan. Tindakan semena-mena yang merendahkan harkat, martabat, dan kehormatan sesama manusia ini jelas bertentangan dengan Pancasila sila ke-…

(A)   1

(B)   2

(C)   3

(D)  4

(E)   5

 

Soal 08

Fenomena flexing atau pamer kemewahan di media sosial kian marak terjadi, bahkan tak jarang dilakukan oleh oknum pelayan publik beserta keluarganya. Perilaku memamerkan gaya hidup hedonis dengan menggunakan barang-barang bermerek berharga fantastis di tengah kondisi masyarakat yang masih banyak berjuang secara ekonomi, sering kali memicu polemik dan kecemburuan sosial. Selain menunjukkan krisis empati terhadap kesenjangan sosial yang ada, gaya hidup boros dan konsumtif semacam ini jelas mengabaikan prinsip hidup sederhana. Perilaku tersebut secara nyata bertentangan dengan nilai luhur Pancasila, khususnya sila ke-…

(A)  1

(B)  2

(C)  3

(D)  4

(E)  5

 

Soal 09

Menjelang tahun-tahun politik, arus informasi di berbagai platform media sosial sering kali dipenuhi oleh berita bohong (hoaks), ujaran kebencian (hate speech), dan propaganda politik hitam (black campaign). Beberapa oknum dengan sengaja memproduksi konten yang mengeksploitasi sentimen suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) untuk menyerang kelompok lawan. Tindakan ini tidak hanya memicu polarisasi yang tajam, tetapi di beberapa daerah bahkan berujung pada bentrokan fisik antarkelompok masyarakat. Perilaku menyebarkan provokasi bersentimen SARA yang mengancam integrasi nasional ini merupakan bentuk penyimpangan terhadap Pancasila, khususnya sila ke-…

(A)  1

(B)  2

(C)  3

(D)  4

(E)  5

 

Soal 10

Dalam sebuah rapat tingkat desa untuk menentukan lokasi pembangunan fasilitas pengolahan sampah terpadu, musyawarah berjalan alot. Setelah melalui diskusi panjang dan mempertimbangkan berbagai aspek lingkungan, mayoritas warga dan perangkat desa akhirnya mencapai kesepakatan mufakat mengenai lokasi pembangunan. Namun, sekelompok warga yang sejak awal tidak setuju menolak keras untuk menerima hasil rapat tersebut. Mereka bahkan memaksakan kehendaknya dengan cara melakukan aksi blokade jalan desa dan melarang para pekerja bangunan masuk ke lokasi yang telah disepakati bersama. Tindakan sekelompok warga yang tidak menghormati kesepakatan forum tersebut merupakan bentuk penyimpangan terhadap Pancasila, khususnya sila ke- …

(A) 1

(B) 2

(C) 3

(D) 4

(E) 5

 

Soal 11

Dalam upaya meningkatkan keamanan dan ketertiban lingkungan menjelang akhir tahun, Pak Rahmad selaku Ketua RW mengadakan pertemuan bersama seluruh warga. Dalam pertemuan tersebut muncul dua gagasan, yaitu menyewa jasa keamanan swasta atau mengaktifkan kembali siskamling (ronda malam) secara bergiliran. Setelah dilakukan diskusi dan pemungutan suara secara terbuka, mayoritas warga sepakat untuk mengaktifkan siskamling. Pak Rahmad dan seluruh warga mengutamakan kepentingan bersama serta menerima hasil keputusan tersebut dengan penuh tanggung jawab.

Sikap dan tindakan Pak Rahmad beserta seluruh warga dalam menyelesaikan permasalahan lingkungan tersebut merupakan cerminan dari …

(A)  UUD 1945 Pasal 2 ayat 1

(B)  Pembukaan UUD 1945 alinea ke-1

(C)  Pembukaan UUD 1945 alinea ke-4

(D)  Pancasila sila ke-1

(E)  Pancasila sila ke-3

 

Soal 12

Pemerintah Kota X meluncurkan program “Kota Peduli” yang berfokus pada penanganan pengemis, anak-anak jalanan, dan lansia telantar yang tidak memiliki keluarga. Melalui Dinas Sosial, mereka dikumpulkan di panti sosial terpadu untuk diberikan tempat tinggal yang layak, jaminan kesehatan gratis, serta pelatihan keterampilan kerja dasar. Program ini diluncurkan agar kelompok rentan tersebut tidak lagi hidup menggelandang di jalanan dan mendapatkan haknya untuk hidup secara bermartabat. Langkah konkret yang dilakukan oleh Pemerintah Kota X tersebut pada hakikatnya merupakan bentuk pengamalan dari asas keadilan sosial sekaligus pemenuhan amanat konstitusi secara langsung, khususnya yang tertuang dalam …

(A)  UUD 1945 Pasal 27 ayat 2

(B)  UUD 1945 Pasal 28H ayat 1

(C)  UUD 1945 Pasal 31 ayat 1

(D)  UUD 1945 Pasal 34 ayat 1

(E)  Pancasila Sila ke-2

 

Soal 13

Dalam sidang BPUPKI pada tanggal 10 Juli 1945 yang membahas rancangan undang-undang dasar, terjadi perdebatan dan pemungutan suara (voting) mengenai bentuk pemerintahan bagi Indonesia merdeka. Sebagian kecil anggota mengusulkan bentuk kerajaan (monarki), namun mayoritas besar anggota BPUPKI menyepakati bentuk pemerintahan Indonesia adalah Republik. Kesepakatan para pendiri bangsa ini kemudian dituangkan dalam Pasal 1 ayat (1) UUD 1945. Mengapa bentuk pemerintahan Republik dianggap paling cocok bagi bangsa Indonesia?

(A)  Indonesia memiliki keanekaragaman suku dan latar belakang, sehingga bentuk Republik menjamin bahwa kedaulatan berada di tangan rakyat serta memberikan kesetaraan bagi setiap warga negara untuk menjadi pemimpin tanpa terikat garis keturunan feodal.

(B)  Indonesia terdiri dari kerajaan-kerajaan lokal yang kuat, sehingga bentuk Republik memfasilitasi pembagian kekuasaan secara otonom kepada para raja untuk memerintah wilayahnya masing-masing.

(C)  Bentuk Republik dipilih semata-mata untuk mengadopsi sistem pemerintahan negara-negara Barat agar Indonesia mendapatkan pengakuan kemerdekaan secara internasional dengan lebih cepat.

(D)  Bentuk Republik memberikan kekuasaan mutlak dan tidak terbatas kepada presiden untuk menjaga stabilitas politik di awal kemerdekaan tanpa pengawasan lembaga perwakilan.

(E)  Indonesia pada masa itu belum memiliki sistem hukum yang matang, sehingga bentuk Republik mempermudah peralihan kekuasaan secara turun-temurun dari para pendiri bangsa.

 

Soal 14

Sehari setelah Proklamasi Kemerdekaan, tepatnya pada pagi hari menjelang sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945, Mohammad Hatta melakukan lobi politik yang sangat krusial dengan para tokoh Islam seperti Ki Bagus Hadikusumo, Wahid Hasyim, Kasman Singodimedjo, dan Teuku Mohammad Hasan. Lobi ini dilakukan untuk menanggapi keberatan dari perwakilan rakyat Indonesia wilayah Timur terhadap tujuh kata dalam Piagam Jakarta, yaitu “dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya”. Melalui musyawarah yang mendalam, para tokoh Islam tersebut akhirnya berbesar hati menyepakati penghapusan tujuh kata tersebut dan menggantinya dengan rumusan “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Keputusan historis ini dianggap sebagai salah satu konsensus politik paling monumental dalam sejarah tata negara Indonesia karena …

(A)  Menandai kemenangan mutlak kelompok nasionalis sekuler yang menuntut agar urusan agama dipisahkan sepenuhnya dari sistem pemerintahan negara.

(B)  Menunjukkan kebesaran jiwa para pendiri bangsa yang rela mengesampingkan ego golongan demi menjaga integrasi nasional dan keutuhan negara yang majemuk.

(C)  Merupakan bentuk kompromi PPKI terhadap instruksi angkatan laut Jepang yang saat itu masih memegang kendali militer di wilayah Indonesia bagian Timur.

(D)  Menjadi strategi diplomasi utama agar proklamasi kemerdekaan Indonesia tidak dianggap sebagai pemberontakan ekstremis oleh negara-negara sekutu.

(E)  Membuktikan bahwa rumusan dasar negara yang dihasilkan oleh Panitia Sembilan BPUPKI sebelumnya dibatalkan karena tidak memiliki landasan hukum yang sah.

 

Soal 15

Pada tanggal 13 Desember 1957, Perdana Menteri Djuanda Kartawidjaja mengeluarkan sebuah deklarasi historis mengenai batas wilayah laut Indonesia yang kemudian dikenal sebagai Deklarasi Djuanda. Sebelum adanya deklarasi ini, Indonesia masih menggunakan aturan hukum kolonial Territoriale Zee en Maritieme Kringen Ordonantie (TZMKO) tahun 1939. Aturan kolonial tersebut menyatakan bahwa batas laut teritorial Indonesia hanya sejauh 3 mil diukur dari garis pantai masing-masing pulau. Bagaimanakah dampak geopolitik paling fundamental dari dicetuskannya Deklarasi Djuanda bagi kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia?

(A)  Mengubah batas Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia menjadi 200 mil laut yang memungkinkan eksploitasi sumber daya alam secara maksimal oleh nelayan lokal.

(B)  Mengubah konsep kewilayahan dari pulau-pulau yang dipisahkan oleh laut menjadi satu kesatuan wilayah utuh di mana laut berstatus sebagai penghubung antarpulau.

(C)  Membatalkan seluruh perjanjian batas laut internasional dan melarang total segala bentuk pelayaran komersial asing melintasi perairan Indonesia.

(D) Menetapkan Laut Jawa dan Selat Makassar sebagai perairan internasional terbuka agar perekonomian pesisir berkembang pesat melalui perdagangan bebas.

(E)  Membentuk komando pertahanan maritim (TNI AL) pertama di Indonesia yang berwenang penuh menjaga kedaulatan laut dari ancaman kapal-kapal perang asing.

 

0
Konsultasi Belajar ×
Robot Asisten Belajar
Halo! Ada soal, tugas, atau konsep materi pelajaran yang ingin kamu tanyakan hari ini? Kamu juga bisa menyisipkan foto soal, lho!