Logo Benang Lurus
TWK (Tes Wawasan Kebangsaan)

TWK 02

Kurikulum & Timeline Belajar 0 dari 4 Modul Selesai

Soal 01

Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di bagian pelayanan perizinan sering kali menerima pemberian berupa makanan, parsel, atau barang dari warga yang izinnya telah selesai diproses. Warga tersebut menyatakan bahwa pemberian itu murni sebagai tanda terima kasih dan tidak ada niat untuk menyuap, karena perizinan sudah selesai sesuai prosedur tanpa pelanggaran. Namun, ASN tersebut secara konsisten menolak pemberian tersebut dengan sopan dan memberikan pemahaman kepada warga mengenai aturan disiplin pegawai.

Tindakan penolakan yang dilakukan oleh ASN tersebut merupakan bentuk implementasi integritas, khususnya untuk menghindari tindak pidana korupsi yang dikategorikan sebagai …
(A)  Suap menyuap
(B)  Pemerasan
(C)  Gratifikasi
(D)  Penggelapan dalam jabatan
(E)  Benturan kepentingan

 

Soal 02

Pemerintah saat ini tengah gencar membangun berbagai infrastruktur berskala masif di wilayah Indonesia Timur, seperti Jalan Trans Papua, pelabuhan, dan bandara perintis, serta menerapkan kebijakan BBM Satu Harga. Kebijakan ini memakan alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang sangat besar. Meskipun secara hitungan ekonomi jangka pendek belum memberikan keuntungan finansial yang signifikan bagi negara, pemerintah tetap melanjutkan program tersebut demi menekan disparitas harga antarwilayah dan mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah setempat.

Langkah strategis pemerintah tersebut merupakan bentuk perwujudan nyata dari nilai dasar Pancasila, yaitu sila ke-…
(A)  1
(B)  2
(C)  3
(D)  4
(E)  5

 

Soal 03

Pada awal kemerdekaan, sistem pemerintahan Indonesia mengalami dinamika yang signifikan. Pada tanggal 14 November 1945, sistem pemerintahan presidensial yang diamanatkan oleh UUD 1945 diubah menjadi sistem parlementer dengan Sutan Sjahrir sebagai Perdana Menteri pertama. Perubahan mendasar ini dilakukan melalui penerbitan Maklumat Wakil Presiden No. X tanggal 16 Oktober 1945 dan Maklumat Pemerintah tanggal 14 November 1945.

Alasan utama dan dampak ketatanegaraan dari dikeluarkannya kebijakan perubahan sistem pemerintahan pada awal kemerdekaan tersebut adalah …
(A)  Membuktikan kepada dunia internasional bahwa Indonesia adalah negara demokrasi murni, bukan negara diktator buatan Jepang
(B)  Menyesuaikan dengan hasil kesepakatan Perjanjian Linggarjati yang mengharuskan Indonesia berbentuk serikat
(C)  Memenuhi tuntutan seluruh rakyat yang merasa sistem presidensial terlalu mengekang kebebasan partai politik
(D)  Mengakomodasi kepentingan Belanda agar mau mengakui kedaulatan Indonesia secara de facto
(E)  Menjalankan perintah langsung dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menata ulang birokrasi negara baru

 

Soal 04

Di sebuah instansi kementerian, terjadi kebocoran basis data penduduk yang diretas dan diperjualbelikan di forum internet gelap (dark web). Menghadapi situasi ini, sekelompok ASN yang berprofesi sebagai pranata komputer dan pakar keamanan siber bekerja siang dan malam secara sukarela melebihi jam kerja untuk memulihkan sistem, menutup celah keamanan, dan mengamankan kembali data masyarakat.

Tindakan pengabdian tanpa batas waktu yang dilakukan oleh para ahli siber di instansi tersebut merupakan perwujudan upaya bela negara dalam menghadapi ancaman …
(A)  Militer berupa agresi dan spionase
(B)  Hibrida berupa sabotase infrastruktur fisik
(C)  Nirmiliter berupa kejahatan siber (cyber crime)
(D)  Militer berupa pelanggaran wilayah kedaulatan
(E)  Nirmiliter berupa invasi ideologi asing

 

Soal 05

Pasal 24C ayat (1) UUD 1945 mengamanatkan beberapa kewenangan penting kepada Mahkamah Konstitusi (MK) sebagai salah satu pelaku kekuasaan kehakiman di Indonesia. Salah satu kewenangan tersebut berfungsi untuk menjaga prinsip pemisahan kekuasaan dan memastikan bahwa tidak ada produk legislasi yang bertentangan dengan konstitusi dasar. Berdasarkan hal tersebut, manakah dari kasus berikut ini yang secara konstitusional menjadi wewenang mutlak Mahkamah Konstitusi untuk menyelesaikannya?
(A)  Memutus sengketa hasil pemilihan kepala desa dan bupati di suatu daerah
(B)  Mengadili pada tingkat kasasi perkara korupsi yang melibatkan pejabat negara
(C)  Menguji Peraturan Pemerintah (PP) dan Peraturan Presiden (Perpres) terhadap Undang-Undang
(D)  Memutus sengketa kewenangan antarlembaga negara yang kewenangannya diberikan oleh UUD 1945
(E)  Memberikan pertimbangan hukum kepada Presiden dalam pemberian grasi dan rehabilitasi

 

Soal 06

Sebuah komunitas pelestari budaya mengadakan pementasan tari tradisional yang digabungkan dengan koreografi modern (kontemporer) di sebuah festival internasional. Beberapa penonton dari daerah asal tarian tersebut melontarkan kritik keras dan kecaman di media sosial, menganggap bahwa modifikasi tersebut merusak kesakralan budaya leluhur. Di sisi lain, sang koreografer berargumen bahwa inovasi tersebut bertujuan agar budaya lokal dapat diterima oleh generasi muda dan audiens global agar tidak punah.

Jika ditinjau dari perspektif Bhinneka Tunggal Ika dan ketahanan sosial budaya, sikap paling bijaksana yang seharusnya dikedepankan oleh masyarakat dalam merespons polemik tersebut adalah …
(A)  Menolak segala bentuk modernisasi seni budaya karena merupakan bentuk imperialisme budaya Barat
(B)  Menghargai inovasi seni sebagai bentuk dinamisasi budaya, selama tidak menghilangkan esensi dan nilai filosofis akar budayanya
(C)  Menuntut koreografer meminta maaf secara terbuka karena telah melakukan penistaan terhadap adat istiadat kedaerahan
(D)  Memisahkan secara tegas antara budaya tradisional yang harus dikurung di daerah asal, dengan budaya modern untuk di kota
(E)  Mewajibkan seluruh seniman untuk meminta izin kepada pemerintah daerah sebelum menciptakan karya seni modifikasi

 

Soal 07

Dalam menyusun draf Undang-Undang, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sering kali dihadapkan pada perdebatan antara kelompok yang mewakili aspirasi buruh dengan kelompok yang mewakili kepentingan pengusaha. Jika menggunakan pendekatan nilai-nilai luhur Sila ke-4 Pancasila, mekanisme yang paling tepat untuk merumuskan kebijakan yang adil tanpa memicu konflik horizontal adalah …
(A) Mengesahkan draf secara sepihak oleh pimpinan sidang guna menghemat waktu dan anggaran negara
(B) Menyerahkan sepenuhnya keputusan akhir kepada Presiden untuk menghindari perdebatan berkepanjangan di parlemen
(C) Melakukan pemungutan suara (voting) secara langsung sejak awal agar proses legislasi berjalan cepat
(D) Membuka ruang musyawarah dan dengar pendapat publik secara transparan (meaningful participation) untuk mencapai mufakat
(E) Membatalkan seluruh draf Undang-Undang agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan

 

Soal 08

Organisasi Budi Utomo yang didirikan pada tanggal 20 Mei 1908 oleh para mahasiswa STOVIA (Sekolah Dokter Jawa) dinobatkan sebagai pelopor pergerakan nasional di Indonesia. Meskipun pada awalnya ruang gerak Budi Utomo hanya berfokus pada kalangan priyayi dan masyarakat Jawa-Madura di bidang pendidikan serta sosial-budaya, keberadaannya menjadi titik balik krusial dalam sejarah.
Mengapa pendirian Budi Utomo, meskipun pada awalnya bersifat kedaerahan, ditetapkan sebagai momentum Kebangkitan Nasional bagi bangsa Indonesia?
(A) Karena Budi Utomo adalah organisasi pertama yang berani melancarkan pemberontakan bersenjata secara terstruktur terhadap Belanda
(B) Karena Budi Utomo merupakan cikal bakal lahirnya Partai Nasional Indonesia (PNI) yang dipimpin oleh Soekarno
(C) Karena ia menjadi tonggak awal perubahan bentuk perjuangan dari perlawanan fisik/kedaerahan menjadi perjuangan melalui organisasi modern
(D) Karena Budi Utomo berhasil mengusir pengaruh pendidikan Barat dan menggantinya dengan kurikulum murni tradisional
(E) Karena seluruh anggota Budi Utomo secara resmi mendeklarasikan Sumpah Pemuda pada tahun yang sama

 

Soal 09

Seorang pejabat publik tertangkap tangan oleh KPK karena menerima aliran dana (kickback) dari proyek pengadaan alat kesehatan di daerahnya. Saat diinterogasi, ia berkilah bahwa uang tersebut sebagian telah disumbangkan untuk pembangunan panti asuhan dan tempat ibadah di desanya, sehingga ia merasa perbuatannya memiliki tujuan mulia.

Dari sudut pandang nilai-nilai integritas ASN dan Pancasila, tindakan “korupsi untuk sumbangan” (robin hood syndrome) yang dilakukan pejabat tersebut sangat dilarang karena …
(A)  Jumlah uang yang disumbangkan biasanya lebih kecil daripada yang dinikmati untuk kepentingan pribadi
(B)  Tujuan akhir (kebaikan) tidak dapat melegitimasi niat dan cara-cara perolehan yang melanggar hukum (mencuri uang negara)
(C)  Sumbangan tersebut akan menyebabkan penerima sumbangan ikut terseret sebagai tersangka utama
(D)  Tempat ibadah yang dibangun dengan uang korupsi akan ditolak oleh tokoh agama setempat
(E)  Bantuan sosial seharusnya hanya disalurkan secara resmi melalui dinas sosial terkait, bukan perorangan

 

Soal 10

Berdasarkan ketentuan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, jika Presiden dan Wakil Presiden mangkat, berhenti, diberhentikan, atau tidak dapat melakukan kewajibannya dalam masa jabatannya secara bersamaan, maka pelaksanaan tugas kepresidenan (triumvirat) dipegang oleh …
(A)  Ketua MPR, Ketua DPR, dan Ketua Mahkamah Agung
(B)  Menteri Luar Negeri, Menteri Dalam Negeri, dan Menteri Pertahanan
(C)  Menteri Koordinator Bidang Polhukam, Panglima TNI, dan Kapolri
(D)  Ketua MPR, Menteri Luar Negeri, dan Menteri Dalam Negeri
(E)  Ketua DPD, Menteri Pertahanan, dan Ketua Mahkamah Konstitusi

 

Soal 11

Isu separatisme di Provinsi Papua yang didalangi oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) terus menjadi tantangan bagi kedaulatan NKRI. Kelompok tersebut sering kali melakukan provokasi dengan narasi bahwa mereka tidak merasa senasib sepenanggungan dengan bangsa Indonesia dan mengklaim eksploitasi ekonomi sepihak oleh pusat. Pendekatan hard approach (militer) dan soft approach (pembangunan/dialog) terus digencarkan oleh negara.
Berdasarkan konsep Wawasan Nusantara, pergerakan separatisme KKB tersebut pada hakikatnya merupakan bentuk pengingkaran terhadap prinsip …
(A) Kesatuan politik dan kesatuan sosial budaya
(B) Kebebasan berpendapat dan berekspresi di muka umum
(C) Otonomi daerah yang seluas-luasnya
(D) Dekonsentrasi kekuasaan pemerintahan pusat
(E) Keadilan ekonomi global

 

Soal 12

Di tengah maraknya tren fashion global, Budi lebih memilih untuk membeli tas kerja dari pengrajin kulit lokal di Garut dibandingkan membeli produk tas impor bermerek luar negeri yang sedang viral, meskipun harganya setara. Budi merasa kualitas produk lokal saat ini tidak kalah saing dan dengan membelinya ia turut menghidupi perekonomian UMKM dalam negeri.
Sikap Budi tersebut adalah bentuk pengamalan Pancasila, khususnya Sila ke-…

(A)  1
(B)  2
(C)  3
(D)  4
(E)  5

 

Soal 13

Pemerintah Republik Indonesia turut serta mengirimkan Kontingen Garuda (TNI) sebagai pasukan penjaga perdamaian di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke negara-negara yang sedang berkonflik di Timur Tengah. Pasukan ini bertugas melindungi warga sipil, menjaga zona netral, serta memastikan penyaluran bantuan kemanusiaan berjalan lancar tanpa ikut campur mendukung faksi mana pun yang sedang berperang.
Kebijakan pengiriman Pasukan Garuda tersebut merupakan implementasi dari tujuan negara yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945, yaitu …
(A) Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia
(B) Memajukan kesejahteraan umum di kancah internasional
(C) Mencerdaskan kehidupan bangsa melalui diplomasi militer
(D) Ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial
(E) Mewujudkan negara kepulauan yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur

 

Soal 14

Seorang warga negara berinisial T memeluk aliran kepercayaan yang belum diakui secara resmi sebagai salah satu dari enam agama besar di Indonesia. Saat mengurus administrasi kependudukan di kelurahan, petugas menolak membuatkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk T dengan alasan kolom agama tidak bisa diisi dengan aliran kepercayaan tersebut. Akibatnya, T kehilangan hak dasar sipilnya dan kesulitan mendapatkan akses layanan kesehatan (BPJS) serta perbankan.

Jika ditinjau dari aspek Hak Asasi Manusia (HAM) yang diatur dalam konstitusi, penolakan pelayanan oleh petugas kelurahan tersebut melanggar UUD 1945 Pasal …
(A)  Pasal 28E ayat (1) dan (2)
(B)  Pasal 30 ayat (1)
(C)  Pasal 31 ayat (1)
(D)  Pasal 33 ayat (3)
(E)  Pasal 34 ayat (1)

 

Soal 15

Dalam sejarah perumusan dasar negara, BPUPKI melaksanakan dua kali sidang. Pada sidang pertama (29 Mei – 1 Juni 1945), muncul perbedaan pendapat yang sangat tajam antara golongan kebangsaan (nasionalis) yang menginginkan negara sekuler, dengan golongan Islam yang menginginkan negara berdasarkan syariat Islam. Meskipun terjadi perdebatan sengit, kedua belah pihak akhirnya sepakat untuk menunjuk Panitia Sembilan guna merumuskan kompromi (Piagam Jakarta) demi mempercepat proklamasi kemerdekaan.

Sikap kebesaran jiwa para tokoh bangsa dalam menengahi perbedaan ideologi dasar negara pada masa sidang BPUPKI tersebut mencerminkan nilai …
(A)  Chauvinisme kelompok
(B)  Mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan golongan (Nasionalisme)
(C)  Primordialisme politik
(D)  Oportunisme di masa krisis
(E)  Kooptasi oleh kekuatan penjajah Jepang

 

0
Konsultasi Belajar ×
Robot Asisten Belajar
Halo! Ada soal, tugas, atau konsep materi pelajaran yang ingin kamu tanyakan hari ini? Kamu juga bisa menyisipkan foto soal, lho!