Studi Kasus 1: Pengaruh Intensitas Cahaya terhadap Perkecambahan Kacang HijauRian, seorang siswa kelas 7, melakukan eksperimen untuk menyelidiki pertumbuhan kecambah kacang hijau (Vigna radiata). Ia menyiapkan 3 wadah berisi masing-masing 10 biji kacang hijau dengan media kapas basah yang memiliki volume air sama (\(10\text{ mL}\)).
Wadah A diletakkan di tempat gelap gulita, wadah B diletakkan di dalam ruangan dengan cahaya redup, dan wadah C diletakkan di luar ruangan yang terkena cahaya matahari langsung. Setelah 5 hari, Rian mengukur panjang batang kecambah menggunakan penggaris dan mencatat kondisi fisik daun kecambah.

Wadah A (Gelap: Batang panjang, pucat)
Wadah B (Redup: Batang sedang)
Wadah C (Terang: Batang kokoh, hijau)
Berdasarkan rancangan percobaan di atas, rumusan hipotesis yang paling tepat diuji oleh Rian adalah …
Studi Kasus 1: Pengaruh Intensitas Cahaya terhadap Perkecambahan Kacang Hijau
Rian, seorang siswa kelas 7, melakukan eksperimen untuk menyelidiki pertumbuhan kecambah kacang hijau (Vigna radiata). Ia menyiapkan 3 wadah berisi masing-masing 10 biji kacang hijau dengan media kapas basah yang memiliki volume air sama (\(10\text{ mL}\)).
Wadah A diletakkan di tempat gelap gulita, wadah B diletakkan di dalam ruangan dengan cahaya redup, dan wadah C diletakkan di luar ruangan yang terkena cahaya matahari langsung. Setelah 5 hari, Rian mengukur panjang batang kecambah menggunakan penggaris dan mencatat kondisi fisik daun kecambah.

Wadah A (Gelap: Batang panjang, pucat)
Wadah B (Redup: Batang sedang)
Wadah C (Terang: Batang kokoh, hijau)
Pilihlah dua (2) pernyataan yang benar mengenai identifikasi variabel dalam eksperimen Rian!
Studi Kasus 1: Pengaruh Intensitas Cahaya terhadap Perkecambahan Kacang Hijau
Rian, seorang siswa kelas 7, melakukan eksperimen untuk menyelidiki pertumbuhan kecambah kacang hijau (Vigna radiata). Ia menyiapkan 3 wadah berisi masing-masing 10 biji kacang hijau dengan media kapas basah yang memiliki volume air sama (\(10\text{ mL}\)).
Wadah A diletakkan di tempat gelap gulita, wadah B diletakkan di dalam ruangan dengan cahaya redup, dan wadah C diletakkan di luar ruangan yang terkena cahaya matahari langsung. Setelah 5 hari, Rian mengukur panjang batang kecambah menggunakan penggaris dan mencatat kondisi fisik daun kecambah.

Wadah A (Gelap: Batang panjang, pucat)
Wadah B (Redup: Batang sedang)
Wadah C (Terang: Batang kokoh, hijau)
Kelompokkan data hasil pengamatan Rian berikut ke dalam Data Kuantitatif atau Data Kualitatif.
Studi Kasus 1: Pengaruh Intensitas Cahaya terhadap Perkecambahan Kacang Hijau
Rian, seorang siswa kelas 7, melakukan eksperimen untuk menyelidiki pertumbuhan kecambah kacang hijau (Vigna radiata). Ia menyiapkan 3 wadah berisi masing-masing 10 biji kacang hijau dengan media kapas basah yang memiliki volume air sama (\(10\text{ mL}\)).
Wadah A diletakkan di tempat gelap gulita, wadah B diletakkan di dalam ruangan dengan cahaya redup, dan wadah C diletakkan di luar ruangan yang terkena cahaya matahari langsung. Setelah 5 hari, Rian mengukur panjang batang kecambah menggunakan penggaris dan mencatat kondisi fisik daun kecambah.

Wadah A (Gelap: Batang panjang, pucat)
Wadah B (Redup: Batang sedang)
Wadah C (Terang: Batang kokoh, hijau)
Faktor yang bukan merupakan variabel kontrol dalam eksperimen Rian adalah …
Studi Kasus 2: Pengaruh Suhu terhadap Kecepatan Reaksi Enzim Katalase Hati Ayam
Kelompok IPA melakukan praktikum uji kerja enzim katalase dengan mencampurkan ekstrak hati ayam segar dan larutan hidrogen peroksida (\(\text{H}_2\text{O}_2\)). Reaksi menghasilkan gelembung gas oksigen (\(\text{O}_2\)). Eksperimen diulang pada tabung reaksi dengan tiga suhu berbeda: \(10^\circ\text{C}\) (air es), \(37^\circ\text{C}\) (suhu tubuh), dan \(70^\circ\text{C}\) (air panas). Hasil pengukuran tinggi kolom gelembung disajikan pada diagram berikut:
Rumusan masalah ilmiah yang mendasari grafik percobaan di atas adalah …
Studi Kasus 2: Pengaruh Suhu terhadap Kecepatan Reaksi Enzim Katalase Hati Ayam
Kelompok IPA melakukan praktikum uji kerja enzim katalase dengan mencampurkan ekstrak hati ayam segar dan larutan hidrogen peroksida (\(\text{H}_2\text{O}_2\)). Reaksi menghasilkan gelembung gas oksigen (\(\text{O}_2\)). Eksperimen diulang pada tabung reaksi dengan tiga suhu berbeda: \(10^\circ\text{C}\) (air es), \(37^\circ\text{C}\) (suhu tubuh), dan \(70^\circ\text{C}\) (air panas). Hasil pengukuran tinggi kolom gelembung disajikan pada diagram berikut:
Berdasarkan prinsip variabel kontrol, hal-hal apa saja yang harus dibuat sama dalam setiap tabung reaksi selama pengujian berlangsung? (Pilih lebih dari satu)
Studi Kasus 2: Pengaruh Suhu terhadap Kecepatan Reaksi Enzim Katalase Hati Ayam
Kelompok IPA melakukan praktikum uji kerja enzim katalase dengan mencampurkan ekstrak hati ayam segar dan larutan hidrogen peroksida (\(\text{H}_2\text{O}_2\)). Reaksi menghasilkan gelembung gas oksigen (\(\text{O}_2\)). Eksperimen diulang pada tabung reaksi dengan tiga suhu berbeda: \(10^\circ\text{C}\) (air es), \(37^\circ\text{C}\) (suhu tubuh), dan \(70^\circ\text{C}\) (air panas). Hasil pengukuran tinggi kolom gelembung disajikan pada diagram berikut:
Tentukan apakah pernyataan analisis data eksperimen berikut bernilai Benar atau Salah!
Studi Kasus 2: Pengaruh Suhu terhadap Kecepatan Reaksi Enzim Katalase Hati Ayam
Kelompok IPA melakukan praktikum uji kerja enzim katalase dengan mencampurkan ekstrak hati ayam segar dan larutan hidrogen peroksida (\(\text{H}_2\text{O}_2\)). Reaksi menghasilkan gelembung gas oksigen (\(\text{O}_2\)). Eksperimen diulang pada tabung reaksi dengan tiga suhu berbeda: \(10^\circ\text{C}\) (air es), \(37^\circ\text{C}\) (suhu tubuh), dan \(70^\circ\text{C}\) (air panas). Hasil pengukuran tinggi kolom gelembung disajikan pada diagram berikut:
Kesimpulan ilmiah yang paling tepat ditarik dari grafik data tersebut adalah …
Studi Kasus 3: Uji Daya Hambat Ekstrak Daun Sirih terhadap Pertumbuhan Bakteri
Dua orang peneliti cilik ingin menguji efektivitas ekstrak daun sirih (Piper betle) sebagai antiseptik alami penghambat bakteri Staphylococcus aureus. Mereka meletakkan 4 cakram kertas saring pada cawan petri berisi biakan bakteri dengan perlakuan:
Cakram 1: Ditetesi aquades murni (Kontrol Negatif)
Cakram 2: Ditetesi ekstrak daun sirih konsentrasi \(25\%\)
Cakram 3: Ditetesi ekstrak daun sirih konsentrasi \(50\%\)
Cakram 4: Ditetesi antibiotik tetrasiklin \(10\text{ ppm}\) (kontrol positif)
Setelah diinkubasi selama \(24\text{ jam}\), terbentuk zona bening di sekeliling cakram seperti ilustrasi berikut:

Berdasarkan desain eksperimen di atas, apa fungsi perlakuan cakram 1 (aquades murni)?
Studi Kasus 3: Uji Daya Hambat Ekstrak Daun Sirih terhadap Pertumbuhan Bakteri
Dua orang peneliti cilik ingin menguji efektivitas ekstrak daun sirih (Piper betle) sebagai antiseptik alami penghambat bakteri Staphylococcus aureus. Mereka meletakkan 4 cakram kertas saring pada cawan petri berisi biakan bakteri dengan perlakuan:
Cakram 1: Ditetesi aquades murni (Kontrol Negatif)
Cakram 2: Ditetesi ekstrak daun sirih konsentrasi \(25\%\)
Cakram 3: Ditetesi ekstrak daun sirih konsentrasi \(50\%\)
Cakram 4: Ditetesi antibiotik tetrasiklin \(10\text{ ppm}\) (kontrol positif)
Setelah diinkubasi selama \(24\text{ jam}\), terbentuk zona bening di sekeliling cakram seperti ilustrasi berikut:

Dari data diameter zona hambat yang terbentuk, manakah pernyataan inferensi ilmiah yang tepat? (Pilih dua opsi)
Studi Kasus 3: Uji Daya Hambat Ekstrak Daun Sirih terhadap Pertumbuhan Bakteri
Dua orang peneliti cilik ingin menguji efektivitas ekstrak daun sirih (Piper betle) sebagai antiseptik alami penghambat bakteri Staphylococcus aureus. Mereka meletakkan 4 cakram kertas saring pada cawan petri berisi biakan bakteri dengan perlakuan:
Cakram 1: Ditetesi aquades murni (Kontrol Negatif)
Cakram 2: Ditetesi ekstrak daun sirih konsentrasi \(25\%\)
Cakram 3: Ditetesi ekstrak daun sirih konsentrasi \(50\%\)
Cakram 4: Ditetesi antibiotik tetrasiklin \(10\text{ ppm}\) (kontrol positif)
Setelah diinkubasi selama \(24\text{ jam}\), terbentuk zona bening di sekeliling cakram seperti ilustrasi berikut:

Pasangkan parameter eksperimen dengan kategori variabel metode ilmiah yang sesuai!
Studi Kasus 3: Uji Daya Hambat Ekstrak Daun Sirih terhadap Pertumbuhan Bakteri
Dua orang peneliti cilik ingin menguji efektivitas ekstrak daun sirih (Piper betle) sebagai antiseptik alami penghambat bakteri Staphylococcus aureus. Mereka meletakkan 4 cakram kertas saring pada cawan petri berisi biakan bakteri dengan perlakuan:
Cakram 1: Ditetesi aquades murni (Kontrol Negatif)
Cakram 2: Ditetesi ekstrak daun sirih konsentrasi \(25\%\)
Cakram 3: Ditetesi ekstrak daun sirih konsentrasi \(50\%\)
Cakram 4: Ditetesi antibiotik tetrasiklin \(10\text{ ppm}\) (kontrol positif)
Setelah diinkubasi selama \(24\text{ jam}\), terbentuk zona bening di sekeliling cakram seperti ilustrasi berikut:

Mengapa pengukuran diameter zona bening digolongkan ke dalam data kuantitatif?
Studi Kasus 4: Pengaruh Pupuk Organik Cair (POC) terhadap Jumlah Daun Tanaman Cabai
Siti menanam 20 bibit tanaman cabai rawit berumur sama pada pot yang seragam. Sebanyak 10 pot diberi siraman larutan POC kulit pisang \(10\%\) seminggu sekali (kelompok eksperimen), sedangkan 10 pot lainnya hanya disiram air sumur biasa tanpa pupuk (kelompok kontrol). Siti mencatat pertambahan jumlah daun setiap minggu selama 4 pekan.
Berdasarkan grafik di atas, pada minggu ke-4, selisih rata-rata jumlah helai daun antara kelompok yang diberi POC dan kelompok kontrol adalah sebanyak …
Studi Kasus 4: Pengaruh Pupuk Organik Cair (POC) terhadap Jumlah Daun Tanaman Cabai
Siti menanam 20 bibit tanaman cabai rawit berumur sama pada pot yang seragam. Sebanyak 10 pot diberi siraman larutan POC kulit pisang \(10\%\) seminggu sekali (kelompok eksperimen), sedangkan 10 pot lainnya hanya disiram air sumur biasa tanpa pupuk (kelompok kontrol). Siti mencatat pertambahan jumlah daun setiap minggu selama 4 pekan.
Manakah langkah-langkah kerja ilmiah berikut yang dapat meningkatkan keandalan (reliabilitas) data dalam eksperimen Siti? (Pilih dua opsi)
Studi Kasus 4: Pengaruh Pupuk Organik Cair (POC) terhadap Jumlah Daun Tanaman Cabai
Siti menanam 20 bibit tanaman cabai rawit berumur sama pada pot yang seragam. Sebanyak 10 pot diberi siraman larutan POC kulit pisang \(10\%\) seminggu sekali (kelompok eksperimen), sedangkan 10 pot lainnya hanya disiram air sumur biasa tanpa pupuk (kelompok kontrol). Siti mencatat pertambahan jumlah daun setiap minggu selama 4 pekan.
Identifikasi pernyataan di bawah ini apakah merupakan hipotesis nol (\(H_0\)) atau hipotesis alternatif (\(H_a\))!
Studi Kasus 4: Pengaruh Pupuk Organik Cair (POC) terhadap Jumlah Daun Tanaman Cabai
Siti menanam 20 bibit tanaman cabai rawit berumur sama pada pot yang seragam. Sebanyak 10 pot diberi siraman larutan POC kulit pisang \(10\%\) seminggu sekali (kelompok eksperimen), sedangkan 10 pot lainnya hanya disiram air sumur biasa tanpa pupuk (kelompok kontrol). Siti mencatat pertambahan jumlah daun setiap minggu selama 4 pekan.
Sikap ilmiah yang wajib ditunjukkan Siti apabila hasil eksperimen menunjukkan bahwa tanaman kontrol tumbuh lebih cepat dibanding tanaman yang diberi POC adalah …