Benang Lurus
Cermatilah teks berikut untuk menjawab soal nomor 01 s.d. 03
TEKS 1
Pantai Glagah
Pantai Glagah di Kulon Progo adalah pantai unik di selatan Yogyakarta. Pasir hitamnya memberi kesan eksotis yang berbeda dari pantai lainnya. Deburan ombak besar menciptakan harmoni alam yang memukau. Ombak menghantam pemecah gelombang seolah alam sedang memainkan orkestra megah. Laguna di sisi timur pantai menjadi alternatif wisata untuk keluarga.
Akses menuju pantai cukup mudah dari pusat kota. Fasilitas seperti area parkir, warung makan, dan tempat bersantai tersedia dengan baik. Saat senja, Pantai Glagah menjelma menjadi panggung cahaya dengan semburat jingga yang menenangkan. Namun, pengunjung tidak disarankan berenang karena ombaknya ganas. Beberapa sudut pantai juga tampak kurang terawat. Sampah terlihat sebagai noda di kanvas alam. Meski begitu, Pantai Glagah tetap menawarkan ketenangan dan keindahan.
TEKS 2
Pantai Drini, Gunung Kidul
Pantai Drini di Gunung Kidul tuh beneran hidden gem yang wajib masuk bucket list liburan kamu! Nggak cuma karena pasir putih dan air lautnya yang bening banget, tapi juga karena pulau karang kecil yang unik. Pulau itu seperti pemisah dua dunia—satu sisi ombaknya tenang, sisi lainnya agak liar. Serasa lagi liat dua kepribadian alam yang beda tapi tetap satu kesatuan.
Yang bikin makin seru, kamu bisa jalan kaki ke pulau karangnya pas air laut surut. View dari atas cakep banget buat foto, apalagi pas golden hour. Banyak banget sudut estetis yang bisa kamu eksplor.
Fasilitas di sini juga udah lumayan oke. Ada warung makan, parkiran luas, dan tempat duduk buat santai-santai. Pantai Drini tuh ibarat tempat nongkrongnya laut dan langit—sederhana, tapi punya vibes yang nggak bisa dibeli. Sekali datang, rasanya pengen balik lagi buat nyari tenang dalam riuhnya dunia.
Daftar Istilah:
Hidden gem: Tempat indah yang belum banyak diketahui orang.
Bucket list: Daftar hal yang ingin dilakukan.
Golden hour: Waktu matahari terbit atau menjelang senja dengan cahaya keemasan.
Vibes: Suasana atau perasaan suatu tempat.
Estetis: Indah dan enak dipandang.
Soal 01
Kosakata yang menggambarkan keserasian suara deburan alam pada teks ulasan ke-1 ditunjukkan pada frasa ….
(A) alternatif wisata
(B) kanvas alam
(C) panggung cahaya
(D) harmoni alam
Kunci Jawaban: (D) harmoni alam
Analisis Kebahasaan secara Akademis:
Arti Kata Berdasarkan KBBI: Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata harmoni diartikan sebagai keselarasan atau keserasian (terutama yang berkaitan dengan bunyi, musik, atau kecocokan).
Analisis Konteks Kalimat: Pada Teks 1, terdapat kalimat: “Deburan ombak besar menciptakan harmoni alam yang memukau. Ombak menghantam pemecah gelombang seolah alam sedang memainkan orkestra megah.” Penggunaan diksi “orkestra” (kelompok pemain musik) pada kalimat berikutnya memperjelas bahwa penulis sedang menggambarkan keserasian atau keselarasan suara (indra pendengaran/auditif). Oleh sebab itu, frasa “harmoni alam” merujuk langsung pada bunyi deburan ombak tersebut.
Analisis Pilihan Lain:
alternatif wisata: Merujuk pada pilihan atau opsi tujuan liburan lain (tidak berkaitan dengan suara).
kanvas alam: Merupakan metafora visual (indra penglihatan) yang merujuk pada hamparan pemandangan alam, bukan suara.
panggung cahaya: Merupakan metafora visual yang merujuk pada fenomena pencahayaan alami (seperti semburat jingga senja), bukan suara.
Dengan demikian, pilihan kata yang secara tepat menggambarkan keserasian suara alam pada teks ulasan pertama adalah harmoni alam.
Soal 02
Apa saja perbedaan informasi yang ada pada kedua teks tersebut?
Pilihlah jawaban yang benar! Jawaban benar lebih dari satu.
(1) Kemudahan akses.
(2) Fasilitas yang tersedia.
(3) Tempat untuk berfoto.
(4) Keindahan saat senja.
Kunci Jawaban: (1) dan (3)
(1) Kemudahan akses.
(3) Tempat untuk berfoto.
Untuk menemukan perbedaan informasi di antara dua teks ulasan, kita harus memetakan informasi apa saja yang hanya ada di salah satu teks tetapi tidak ada di teks lainnya.
Dengan demikian, poin yang benar-benar membedakan muatan informasi dari kedua ulasan tersebut adalah kemudahan akses dan tempat untuk berfoto.
Soal 03
Banu: Aku lebih suka membaca ulasan pada teks 2 rasanya lebih dekat denganku. Aku jadi ingin ke sana! Teks ulasan 2 sangat menarik!
Komar: Justru aku lebih suka ulasan pada teks 1 karena sangat jelas dan menarik minatku untuk mengunjungi pantai itu.
Mengapa pernyataan Banu lebih tepat untuk menggambarkan keunggulan teks ulasan kedua yang tidak ada pada teks ulasan pertama?
Tentukan Benar atau Salah untuk setiap pernyataan berikut!
| # | Pernyataan | Benar | Salah |
|---|---|---|---|
| A. | Gaya penyajian teks menggunakan bahasa nonformal sehingga lebih santai. | ||
| B. | Penyajian gambar pada teks yang membuat pembaca lebih tertarik membaca. | ||
| C. | Akhir ulasan dilengkapi kalimat ajakan kepada pembaca untuk mengunjungi pantai. |
Kunci Jawaban:
Pernyataan A (BENAR):
Teks ulasan 2 (Pantai Drini) disajikan dengan ragam bahasa nonformal atau bahasa percakapan santai sehari-hari. Penulis menggunakan kosakata informal seperti “tuh beneran”, “nggak cuma”, “bening banget”, “cakep banget”, dan “nongkrongnya”. Gaya bahasa ini memberikan efek kedekatan emosional kepada pembaca remaja atau kalangan umum (sesuai komentar Banu: “rasanya lebih dekat denganku”). Sebaliknya, Teks ulasan 1 (Pantai Glagah) menggunakan bahasa formal/baku yang cenderung kaku.
Pernyataan B (SALAH):
Keunggulan Teks 2 yang dirasakan oleh Banu berfokus pada gaya bahasa teks, bukan pada aspek visual gambar. Secara faktual pada stimulus soal, hanya Teks 1 yang dilengkapi dengan ilustrasi foto Pantai Glagah, sedangkan Teks 2 tidak memuat penyajian gambar. Oleh karena itu, penyajian gambar bukanlah keunggulan dari teks ulasan kedua.
Pernyataan C (SALAH):
Jika kita mencermati bagian penutup Teks 2, paragraf diakhiri dengan kalimat refleksi pribadi penulis: “Sekali datang, rasanya pengen balik lagi buat nyari tenang dalam riuhnya dunia.” Kalimat tersebut merupakan ungkapan impresi pribadi, bukan kalimat persuasif atau kalimat ajakan langsung (seperti “Ayo kunjungi…” atau “Mari berlibur ke…”) yang ditujukan kepada pembaca untuk mengunjungi pantai.
Cermatilah puisi berikut untuk menjawab soal
Perempuan-Perempuan Perkasa
Perempuan-perempuan yang membawa bakul di pagi buta,
dari manakah mereka
Ke stasiun kereta mereka datang dari bukit-bukit desa
sebelum peluit kereta pagi terjaga
sebelum hari bermula dalam pesta kerja
Perempuan-perempuan yang membawa bakul dalam kereta,
ke manakah mereka
Di atas roda-roda baja mereka berkendara
Mereka berlomba dengan surya menuju ke gerbang kota
merebut hidup di pasar-pasar kota
Perempuan-perempuan yang membawa bakul di pagi buta,
siapakah mereka
Mereka ialah ibu-ibu yang perkasa
akar-akar yang melata dari tanah perbukitan turun ke kota
Mereka: cinta kasih yang bergerak menghidupi desa demi desa
(Puisi karya Hartojo Andangdjaja)
Soal 04
Pilihan kata mana saja yang menunjukkan latar waktu pada puisi tersebut?
Pilihlah jawaban yang benar! Jawaban benar lebih dari satu.
(1) Bukit-bukit desa
(2) Sebelum hari bermula
(3) Akar-akar yang melata
(4) Berlomba dengan surya
Kunci Jawaban: (2) dan (4)
(2) Sebelum hari bermula
(4) Berlomba dengan surya
Latar waktu merupakan unsur intrinsik karya sastra yang menunjukkan kapan peristiwa dalam cerita atau puisi tersebut terjadi. Dalam puisi di atas, latar waktu digambarkan baik secara langsung maupun melalui bahasa kiasan.
(1) Bukit-bukit desa (SALAH):
Frasa ini merujuk pada latar tempat (asal daerah para perempuan tersebut), bukan penanda waktu.
(2) Sebelum hari bermula (BENAR):
Frasa ini terdapat pada bait pertama kalimat terakhir: “…sebelum hari bermula dalam pesta kerja”. Kata ini secara eksplisit merujuk pada rentang waktu dini hari atau pagi buta sebelum fajar menyingsing dan sebelum aktivitas kerja masyarakat dimulai.
(3) Akar-akar yang melata (SALAH):
Frasa ini merupakan gaya bahasa kiasan (metafora) yang melukiskan perjuangan fisik serta pergerakan para ibu perkasa yang turun dari bukit menuju kota demi menghidupi keluarganya. Frasa ini tidak mengandung unsur penanda waktu.
Berdasarkan analisis unsur intrinsik di atas, pilihan kata yang menunjukkan latar waktu adalah sebelum hari bermula dan berlomba dengan surya.
(4) Berlomba dengan surya (BENAR):
Frasa ini terdapat pada bait kedua kalimat keempat: “Mereka berlomba dengan surya menuju ke gerbang kota…”. Kata “surya” berarti matahari. Ungkapan “berlomba dengan surya” merupakan bahasa kiasan (metafora) yang berarti para perempuan pembuat/pembawa bakul tersebut bergegas pergi sangat pagi, mendahului matahari terbit. Ini merupakan penanda latar waktu fajar atau pagi hari.
Soal 05
Apa makna “merebut hidup di pasar-pasar kota” pada teks puisi tersebut?
(A) Kegigihan dan perjuangan perempuan dalam bekerja.
(B) Keuletan dan pencapaian seseorang dalam bekerja.
(C) Aktivitas dan keseharian perempuan yang bekerja di pasar.
(D) Tanggung jawab dan kewajiban perempuan pada keluarga.
Kunci Jawaban: (A). Kegigihan dan perjuangan perempuan dalam bekerja.
Tafsir Frasa “Merebut Hidup”:
Kata “merebut” secara leksikal memiliki makna mengambil sesuatu dengan paksa, giat, atau dengan perjuangan keras karena adanya persaingan. Di dalam larik puisi ini, kata “merebut” disandingkan dengan kata “hidup”, yang bermakna kiasan untuk mencari nafkah demi bertahan hidup (survivals). Penggunaan diksi “merebut” di sini menekankan adanya aksi aktif, kerja keras, persaingan yang ketat, dan ketangguhan yang luar biasa dari para subjek puisi. Oleh sebab itu, frasa ini menyimbolkan kegigihan dan perjuangan.
Fokus Subjek (Perempuan):
Puisi karya Hartojo Andangdjaja ini sejak awal secara spesifik menceritakan tentang peran “perempuan-perempuan perkasa” atau para ibu yang menempuh perjalanan dari desa ke kota demi membawa bakul jualan mereka. Karenanya, makna perjuangan ini secara khusus merepresentasikan perjuangan kaum perempuan (para ibu), bukan sekadar “seseorang” secara umum.
Mengapa Pilihan Lain Kurang Tepat?
Keuletan dan pencapaian seseorang dalam bekerja: Pilihan ini kurang tepat karena kata “seseorang” bersifat terlalu umum (tidak merujuk spesifik pada perjuangan kaum perempuan yang menjadi topik utama puisi), dan larik puisi lebih menekankan pada proses “perjuangan berat” (merebut) daripada aspek “pencapaian” atau hasil kerjanya.
Aktivitas dan keseharian perempuan yang bekerja di pasar: Pilihan ini terlalu dangkal karena hanya melihat makna denotatif (harfiah) dari aktivitas harian di pasar, tanpa menangkap nilai rasa (konotasi) perjuangan yang tersirat di balik diksi “merebut”.
Tanggung jawab dan kewajiban perempuan pada keluarga: Pilihan ini merupakan nilai moral umum (amanat) dari puisi, namun bukan arti atau makna langsung dari metafora larik “merebut hidup di pasar-pasar kota” secara tekstual.
Dengan demikian, makna yang paling tepat dari larik tersebut adalah kegigihan dan perjuangan perempuan dalam bekerja.
Soal 06
Setelah membaca puisi tersebut, tiga murid berpendapat sebagai berikut.
Dina: “Wah, ternyata banyak perempuan hebat ya. Mereka bekerja penuh semangat!”
Mira: “Iya, mereka rela bangun pagi-pagi untuk bekerja.”
Tika: “Tapi, kasihan ya mereka pasti lelah setelah seharian bekerja.”
Pendapat siapa yang tepat untuk menggambarkan suasana haru yang muncul setelah membaca puisi tersebut?
Tentukan Setuju atau Tidak Setuju untuk setiap pernyataan berikut berdasarkan teks!
| # | Pernyataan | Setuju | Tidak Setuju |
|---|---|---|---|
|
A. |
Dina karena menunjukkan kekagumannya kepada para perempuan yang bekerja. | ||
|
B. |
Mira karena pendapatnya juga senada dengan pendapat yang disampaikan Dina. | ||
|
C. |
Tika karena pendapatnya menunjukkan rasa empati terhadap perempuan pekerja. |
Kunci Jawaban:
Soal ini menguji kemampuan pembaca dalam menyimpulkan respons emosional (seperti perasaan haru, kagum, atau iba) yang selaras dengan pesan utama dari sebuah karya fiksi (puisi).
Pernyataan A (Setuju):
Pendapat Dina menunjukkan rasa kagum yang mendalam atas ketangguhan, kehebatan, dan semangat kerja para perempuan penjual bakul. Dalam apresiasi sastra, rasa kagum terhadap perjuangan hidup yang berat ini memicu suasana haru (merasa tersentuh jiwanya) atas kekuatan mental tokoh yang diulas. Oleh karena itu, pernyataan A dinilai tepat (Setuju).
Pernyataan B (Setuju):
Pendapat Mira mendukung apresiasi Dina dengan menyoroti kerelaan dan keikhlasan mereka untuk bangun di pagi buta demi bekerja. Ungkapan kerelaan berkorban ini memperkuat suasana haru yang timbul dari pengorbanan mulia seorang ibu demi menghidupi desanya. Oleh karena itu, pernyataan B dinilai tepat (Setuju).
Pernyataan C (Tidak Setuju):
Pendapat Tika berfokus pada rasa iba, kasihan, dan kelelahan fisik para perempuan pekerja (“kasihan ya mereka pasti lelah…”). Meskipun bernada positif, pendapat Tika tersebut lebih mencerminkan rasa iba/belas kasih (pity/sympathy), bukan perasaan haru yang lahir dari kekaguman atas keperkasaan jiwa mereka. Puisi Hartojo Andangdjaja ini ditulis untuk mengagungkan keperkasaan dan keluhuran perjuangan ibu-ibu desa, bukan untuk memosisikan mereka sebagai korban yang malang atau patut dikasihani. Oleh karena itu, pernyataan C dinilai tidak tepat (Tidak Setuju).