“Harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading, manusia mati meninggalkan nama.”
Peribahasa di atas bermakna bahwa setiap orang akan selalu dikenang sepanjang masa sesuai dengan amal, kebaikan, dan jasa-jasanya selama hidup. Begitu pula dengan para pahlawan bangsa yang telah berkorban demi kemerdekaan Indonesia.
BAGIAN 1: DAERAHKU DI MASA PENJAJAHAN
(1) Mengapa Bangsa Asing Datang ke Nusantara?
(2) Sistem Tanam Paksa (Cultuurstelsel)
(3) Kritik Tokoh Belanda terhadap Tanam Paksa
(4) Lahirnya Politik Etis (Trias Van Deventer)
Akibat kritikan tersebut, pemerintah Belanda memberlakukan kebijakan Politik Balas Budi yang terdiri atas 3 program utama:
BAGIAN 2: MENGENAL PAHLAWAN NASIONAL INDONESIA
Apa itu Pahlawan Nasional?
Gelar penghargaan tertinggi yang dianugerahkan oleh pemerintah Indonesia kepada pejuang yang memenuhi syarat:
(1) Berjuang memimpin perlawanan bersenjata atau pergerakan politik di wilayah NKRI.
(2) Gugur atau meninggal dunia demi membela tanah air dan bangsa.
(3) Semasa hidupnya menghasilkan karya dan prestasi luar biasa bagi kemajuan NKRI.
Daftar Tokoh Pahlawan dan Peran Bersejarahnya
| Nama Pahlawan | Asal Daerah | Jasa dan Peran Bersejarah |
|---|---|---|
| Laksamana Malahayati | Aceh | Laksamana laut wanita pertama di dunia modern; memimpin pasukan laut mengalahkan Cornelis de Houtman (abad ke-16). |
| Kapitan Pattimura | Maluku | Memimpin perlawanan rakyat Maluku melawan kesewenang-wenangan Belanda pada tahun 1817. |
| Abdoel Moeis | Sumatera Barat | Sastrawan, jurnalis, dan pejuang politik; dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia yang Pertama. |
| Ki Hadjar Dewantara | Yogyakarta | Bapak Pendidikan Nasional; mendirikan sekolah Perguruan Taman Siswa dan mencetuskan semboyan Tut Wuri Handayani. |
| Dr. Sam Ratulangi | Sulawesi Utara | Doktor ilmu pasti (matematika) pertama di Indonesia; anggota PPKI yang menyebarkan berita Proklamasi Kemerdekaan di Sulawesi. |
| Pangeran Antasari | Kalimantan Selatan | Pemimpin Perang Banjar; berhasil mempersatukan suku-suku Dayak untuk menyerang benteng-benteng Belanda. |
| I Gusti Ngurah Rai | Bali | Komandan TKR Sunda Kecil dan pemimpin pasukan Ciung Wanara; memimpin pertempuran habis-habisan (Puputan Margarana). |
| T.G.K.H. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid | Nusa Tenggara Barat | Pendiri Nahdlatul Wathan (organisasi terbesar di NTB); memimpin Laskar Al-Mujahidin untuk mempertahankan kemerdekaan. |
| Prof. Dr. W.Z. Johannes | Rote, NTT | Dokter pengajar STOVIA; pelopor dan ahli radiologi (sinar X) pertama di Indonesia. |
| Dr. Johannes Leimena | Maluku | Dokter, Menteri Kesehatan, dan Wakil Perdana Menteri; penggagas berdirinya Puskesmas di Indonesia. |
| Silas Papare | Papua | Mendirikan Badan Perjuangan Irian di Yogyakarta dan menjadi delegasi Konferensi New York untuk menyatukan Papua ke NKRI. |
| H.R. Rasuna Said | Sumatera Barat | Pejuang hak dan kesetaraan wanita; mendirikan Sekolah Putri di Padang Panjang. |
| Muhammad Toha | Jawa Barat | Pejuang muda yang menunjukkan keberanian besar mempertahankan Kota Bandung (Bandung Lautan Api). |
| K.H. Ahmad Dahlan | Yogyakarta | Pendiri organisasi Islam Muhammadiyah yang bergerak di bidang pendidikan dan sosial (kisahnya diangkat dalam film Sang Pencerah). |
BAGIAN 3: JEJAK DAN WARISAN PAHLAWAN DI MASA KINI
Kemerdekaan bukan hanya tentang masa lalu. Banyak fasilitas dan hak yang kita nikmati saat ini merupakan buah perjuangan para pahlawan, di antaranya:
(1) Batas Wilayah Laut Indonesia (Deklarasi Djuanda)
(2) Filosofi Pendidikan Nasional (Ki Hadjar Dewantara)
(3) Puskesmas: Layanan Kesehatan Terdekat (Dr. Johannes Leimena)
BAGIAN 4: TOKOH PROKLAMATOR — DRS. MOHAMMAD HATTA
Dr. (H.C.) Drs. H. Mohammad Hatta lahir di Bukittinggi, Sumatera Barat, pada 12 Agustus 1902. Beliau dikenal memiliki karakter tekun, jujur, sederhana, dan gemar membaca buku.
Perjuangan Intelektual Tanpa Kekerasan: Saat kuliah di Belanda, Bung Hatta memimpin perhimpunan mahasiswa Indische Vereeniging dan menerbitkan majalah perjuangan Indonesia Merdeka.
Kekuatan Tulisan: Kritik-kritik tajamnya lewat tulisan membuat pemerintah Belanda ketakutan hingga beliau sempat ditangkap dan diadili pada tahun 1927.
Perumus Kemerdekaan: Mendampingi Ir. Soekarno menyusun teks proklamasi dan memproklamasikan kemerdekaan bangsa pada 17 Agustus 1945.
Bapak Koperasi Indonesia: Memasukkan pasal kedaulatan ekonomi rakyat ke dalam undang-undang dasar dan memajukan koperasi untuk kesejahteraan ekonomi rakyat kecil.
BAGIAN 5: CARA PELAJAR MENGHARGAI JASA PARA PAHLAWAN
Sebagai generasi penerus bangsa, kita tidak lagi berperang mengangkat senjata. Tugas kita mempertahankan kemerdekaan dilakukan dengan cara:
(1) Belajar dengan Sungguh-Sungguh: Menggunakan kesempatan bersekolah dengan rajin demi memajukan masa depan negeri.
(2) Meneladani Sikap dan Nilai Pahlawan: Bersikap jujur, berani membela kebenaran, pantang menyerah, rela berkorban, dan bertanggung jawab.
(3) Menjaga Persatuan dan Toleransi: Saling menghargai antarteman walau berbeda suku, bahasa daerah, maupun agama.
(4) Mengikuti Upacara Bendera: Mengikuti upacara dengan tertib dan khidmat, terutama saat peringatan Hari Pahlawan setiap tanggal 10 November.
(5) Mendoakan Para Pahlawan: Bersyukur dan mendoakan pahlawan yang telah gugur mendahului kita.
(6) Mengenal Jejak Sejarah: Mengenal nama pahlawan yang diabadikan sebagai nama jalan, gedung, museum, maupun monumen di lingkungan sekolah.