Soal 01
Perhatikan grafik hubungan antara gaya tarik (\(F\)) terhadap pertambahan panjang (\(x\)) pada seutas kawat logam berikut:
Berdasarkan grafik di atas, kawat akan mengalami perubahan bentuk permanen (deformasi plastis) dan nilai konstanta elastisitas bahan pada daerah linear Hukum Hooke berturut-turut adalah ….
(A) Jika ditarik melampaui titik P ; \(k = 30\text{ N/m}\)
(B) Jika ditarik melampaui titik Q ; \(k = 30.000\text{ N/m}\)
(C) Jika ditarik melampaui titik Q ; \(k = 30\text{ N/m}\)
(D) Jika ditarik melampaui titik R ; \(k = 30.000\text{ N/m}\)
(E) Jika ditarik melampaui titik S ; \(k = 60.000\text{ N/m}\)
Kunci Jawaban: B
Langkah 1: Memahami Makna Fisis Setiap Titik pada Grafik
Titik P (Batas Proporsionalitas / Batas Hooke): Batas di mana gaya sebanding lurus dengan pertambahan panjang. Grafiknya berupa garis lurus sempurna.
Titik Q (Batas Elastis / Elastic Limit): Batas kemampuan bahan untuk kembali ke panjang semula saat gaya dihilangkan. Jika gaya ditarik melampaui titik Q, bahan masuk ke fase plastis sehingga mengalami deformasi permanen.
Titik R (Kekuatan Tarik Maksimum / Ultimate Tensile Strength): Beban puncak yang sanggup ditahan bahan sebelum mengecil (necking).
Titik S (Titik Patah / Fracture Point): Titik saat kawat akhirnya putus.
Langkah 2: Menghitung Konstanta Elastisitas (\(k\)) pada Daerah Hooke
Konstanta pegas/kawat dicari dari gradien garis lurus \(O-P\):
\(F = 120\text{ N}\)
\(x = 4\text{ mm} = 4 \times 10^{-3}\text{ m}\)
\(k = \dfrac{F}{x} = \dfrac{120}{4 \times 10^{-3}} = 30.000\text{ N/m}\)
Kesimpulan: Kawat mengalami deformasi permanen jika ditarik melampaui titik Q dan nilai konstantanya adalah \(30.000\text{ N/m}\).
Soal 02
Dua utas kawat silinder homogen \(X\) dan \(Y\) terbuat dari bahan yang sama (\(E_X = E_Y\)). Kawat \(X\) memiliki panjang \(L\) dan jari-jari penampang \(r\), sedangkan kawat \(Y\) memiliki panjang \(2L\) dan jari-jari penampang \(2r\). Jika kedua kawat masing-masing ditarik dengan gaya \(F\) yang sama besar, maka perbandingan pertambahan panjang kawat \(X\) terhadap kawat \(Y\) (\(\triangle L_X : \triangle L_Y\)) adalah ….
(A) \(1 : 1\)
(B) \(1 : 2\)
(C) \(2 : 1\)
(D) \(4 : 1\)
(E) \(1 : 4\)
Kunci Jawaban: C
Langkah 1: Menurunkan Rumus Hubungan Modulus Young
Modulus elastisitas dirumuskan sebagai:
\(E = \dfrac{\sigma}{e} = \dfrac{F/A}{\triangle L/L} \implies \triangle L = \dfrac{F \cdot L}{A \cdot E}\)
Karena penampang berbentuk lingkaran dengan luas \(A = \pi r^2\), maka:
\(\triangle L = \dfrac{F \cdot L}{\pi r^2 \cdot E}\)
Langkah 2: Menentukan Variabel yang Berubah
Nilai gaya \(F\), modulus \(E\), dan konstanta \(\pi\) identik untuk kedua kawat, sehingga:
\(\triangle L \propto \dfrac{L}{r^2}\)
Langkah 3: Perbandingan Rasio
\(\dfrac{\triangle L_X}{\triangle L_Y} = \left(\dfrac{L_X}{L_Y}\right) \times \left(\dfrac{r_Y}{r_X}\right)^2\)
\(\dfrac{\triangle L_X}{\triangle L_Y} = \left(\dfrac{L}{2L}\right) \times \left(\dfrac{2r}{r}\right)^2 = \dfrac{1}{2} \times 4 = \dfrac{2}{1}\)
Jadi, perbandingannya adalah \(2 : 1\).
Soal 03
Empat buah pegas identik dengan konstanta masing-masing \(k = 600\text{ N/m}\) dirangkai seperti gambar berikut:
Jika sistem pegas digantungi beban bermassa \(m = 4{,}5\text{ kg}\) dan percepatan gravitasi \(g = 10\text{ m/s}^2\), maka pertambahan panjang total susunan pegas tersebut adalah ….
(A) \(2{,}5\text{ cm}\)
(B) \(5{,}0\text{ cm}\)
(C) \(7{,}5\text{ cm}\)
(D) \(10{,}0\text{ cm}\)
(E) \(12{,}5\text{ cm}\)
Kunci Jawaban: D
Langkah 1: Sederhanakan Rangkaian Pegas Paralel (Bagian Atas)
Tiga pegas disusun berdampingan (paralel):
\(k_p = k + k + k = 3 \times 600\text{ N/m} = 1800\text{ N/m}\)
Langkah 2: Gabungkan Seri dengan Pegas Bawah
Pegas pengganti atas (\(k_p\)) terhubung seri dengan 1 pegas bawah (\(k\)):
\(\dfrac{1}{k_{\text{total}}} = \dfrac{1}{k_p} + \dfrac{1}{k} = \dfrac{1}{1800} + \dfrac{1}{600} = \dfrac{1 + 3}{1800} = \dfrac{4}{1800}\)
\(k_{\text{total}} = \dfrac{1800}{4} = 450\text{ N/m}\)
Langkah 3: Hitung Gaya Tarik dan Pertambahan Panjang Total
Gaya penarik berasal dari berat beban:
\(F = w = m \cdot g = 4{,}5 \times 10 = 45\text{ N}\)
\(\triangle x = \dfrac{F}{k_{\text{total}}} = \dfrac{45\text{ N}}{450\text{ N/m}} = 0{,}1\text{ m} = 10{,}0\text{ cm}\)
Soal 04
Sistem suspensi pada bagian belakang sebuah sepeda motor menggunakan dua buah pegas identik yang dipasang secara paralel. Ketika sepeda motor dinaiki oleh pengendara dengan bobot massa \(60\text{ kg}\), kedua pegas mengalami pemampatan bersama sejauh \(3\text{ cm}\). Jika nilai percepatan gravitasi \(g = 10\text{ m/s}^2\), maka total energi potensial pegas yang tersimpan pada sistem suspensi motor tersebut adalah ….
(A) \(4{,}5\text{ Joule}\)
(B) \(9{,}0\text{ Joule}\)
(C) \(18{,}0\text{ Joule}\)
(D) \(90{,}0\text{ Joule}\)
(E) \(180{,}0\text{ Joule}\)
Kunci Jawaban: B
Langkah 1: Identifikasi Data Fisika
Gaya penekan total dari pengendara: \(F = w = m \cdot g = 60 \times 10 = 600\text{ N}\)
Pemampatan sistem suspensi: \(\triangle x = 3\text{ cm} = 0{,}03\text{ m}\)
Langkah 2: Menghitung Energi Potensial Pegas Total
Kita dapat menghitung energi potensial pegas secara langsung menggunakan relasi gaya dan simpangan:
\(E_p = \dfrac{1}{2} \cdot F \cdot \triangle x\)
\(E_p = \dfrac{1}{2} \times 600\text{ N} \times 0{,}03\text{ m} = 9{,}0\text{ Joule}\)
Soal 05
Perhatikan kurva uji tarik tegangan (\(\sigma\)) terhadap regangan (\(e\)) untuk dua buah sampel material logam (\(P\) dan \(Q\)) yang memiliki ukuran awal identik berikut:
Diberikan pernyataan-pernyataan berikut:
(1) Logam P memiliki Modulus Young yang lebih besar dibandingkan Logam Q.
(2) Logam P bersifat lebih getas (brittle) sedangkan Logam Q bersifat lebih ulet (ductile).
(3) Untuk menghasilkan pertambahan panjang yang sama pada batas elastis, Logam Q membutuhkan gaya yang lebih besar dibanding Logam P.
(4) Logam P mampu meregang lebih panjang sebelum putus dibandingkan Logam Q.
Pernyataan yang tepat adalah ….
(A) (1), (2), dan (3)
(B) (1) dan (2) SAJA
(C) (2) dan (4) SAJA
(D) (1), (2), dan (4)
(E) Semua pernyataan benar
Kunci Jawaban: B
Pernyataan (1) BENAR: Modulus Young (\(E\)) direpresentasikan oleh kemiringan (gradien) garis elastis pada daerah linear awal (\(E = \frac{\sigma}{e}\)). Karena kurva awal Logam P jauh lebih curam dari Logam Q, maka \(E_P > E_Q\).
Pernyataan (2) BENAR: Logam P langsung patah tak lama setelah melewati batas elastis (daerah deformasi plastis sangat sempit), mencirikan sifat getas (rapuh). Logam Q mengalami perpanjangan plastis yang luas sebelum patah, mencirikan sifat ulet (dapat ditarik memanjang).
Pernyataan (3) SALAH: Karena \(E_P > E_Q\), maka untuk pertambahan panjang yang sama, Logam P lebih kaku sehingga justru membutuhkan gaya/tegangan yang lebih besar dibanding Logam Q.
Pernyataan (4) SALAH: Titik patah Logam Q berada di sumbu regangan (\(e\)) yang jauh lebih ke kanan (\(e_Q > e_P\)), artinya Logam Q meregang jauh lebih panjang sebelum putus.
Jadi, pernyataan yang bernilai benar adalah (1) dan (2) SAJA.
Soal 06
Tersedia 3 buah pegas identik yang masing-masing memiliki konstanta \(k\). Pegas-pegas tersebut dirangkai dalam tiga variasi konfigurasi:
Rangkaian I: 3 pegas disusun secara seri.
Rangkaian II: 3 pegas disusun secara paralel.
Rangkaian III: 2 pegas disusun paralel, kemudian diseri dengan 1 pegas tersisa.
Cocokkan ketiga konfigurasi tersebut dengan nilai konstanta efektif dan pertambahan panjangnya jika masing-masing konfigurasi ditarik beban yang sama sebesar \(F\):
| Konfigurasi | Konstanta Efektif (\(k_{\text{tot}}\)) | Pertambahan Panjang Total (\(\triangle x\)) |
|---|---|---|
| Rangkaian I | (1) \(\dfrac{2}{3}k\) | (P) \(\dfrac{F}{3k}\) |
| Rangkaian II | (2) \(\dfrac{1}{3}k\) | (Q) \(\dfrac{3F}{2k}\) |
| Rangkaian III | (3) \(3k\) | (R) \(\dfrac{3F}{k}\) |
Kombinasi pasangan yang tepat adalah ….
(A) I – (2) – (R) ; II – (3) – (P) ; III – (1) – (Q)
(B) I – (2) – (P) ; II – (3) – (R) ; III – (1) – (Q)
(C) I – (3) – (R) ; II – (2) – (P) ; III – (1) – (Q)
(D) I – (1) – (Q) ; II – (3) – (P) ; III – (2) – (R)
(E) I – (2) – (R) ; II – (1) – (Q) ; III – (3) – (P)
Kunci Jawaban: A
1. Evaluasi Rangkaian I (3 Seri):
\(\dfrac{1}{k_{\text{tot}}} = \dfrac{1}{k} + \dfrac{1}{k} + \dfrac{1}{k} = \dfrac{3}{k} \implies k_{\text{tot}} = \dfrac{1}{3}k\) → Pilihan (2)
\(\triangle x = \dfrac{F}{k_{\text{tot}}} = \dfrac{F}{\frac{1}{3}k} = \dfrac{3F}{k}\) → Pilihan (R)
2. Evaluasi Rangkaian II (3 Paralel):
\(k_{\text{tot}} = k + k + k = 3k\) → Pilihan (3)
\(\triangle x = \dfrac{F}{k_{\text{tot}}} = \dfrac{F}{3k}\) → Pilihan (P)
3. Evaluasi Rangkaian III (2 Paralel + 1 Seri):
\(k_p = k + k = 2k\)
\(\dfrac{1}{k_{\text{tot}}} = \dfrac{1}{2k} + \dfrac{1}{k} = \dfrac{3}{2k} \implies k_{\text{tot}} = \dfrac{2}{3}k\) → Pilihan (1)
\(\triangle x = \dfrac{F}{\frac{2}{3}k} = \dfrac{3F}{2k}\) → Pilihan (Q)
Kombinasi lengkap yang benar adalah I – (2) – (R) ; II – (3) – (P) ; III – (1) – (Q).
Soal 07
Sebuah balok bermassa \(M = 6\text{ kg}\) yang berada di atas meja horizontal licin terhubung dengan pegas berkonstanta \(k = 400\text{ N/m}\). Sisi lain balok dihubungkan dengan tali ringan tanpa massa melalui katrol licin ke sebuah beban gantung bermassa \(m = 4\text{ kg}\) seperti gambar berikut:
Sistem awalnya ditahan diam saat posisi pegas masih rileks (belum meregang), kemudian sistem dilepaskan. Pada suatu saat sistem sedang bergerak bersama dengan percepatan \(a = 2\text{ m/s}^2\), maka besar pertambahan panjang pegas (\(\triangle x\)) pada kondisi tersebut adalah …. (\(g = 10\text{ m/s}^2\))
(A) \(2{,}0\text{ cm}\)
(B) \(4{,}0\text{ cm}\)
(C) \(5{,}0\text{ cm}\)
(D) \(8{,}0\text{ cm}\)
(E) \(10{,}0\text{ cm}\)
Kunci Jawaban: C
Langkah 1: Tinjau Dinamika Beban Gantung (\(m = 4\text{ kg}\))
Beban bergerak ke bawah dengan percepatan \(a = 2\text{ m/s}^2\). Berdasarkan Hukum II Newton:
\(\Sigma F_y = m \cdot a\)
\(m \cdot g\:-\: T = m \cdot a\)
\((4 \times 10)\:-\: T = 4 \times 2\)
\(40\:-\: T = 8 \implies T = 32\text{ N}\)
Langkah 2: Tinjau Dinamika Balok di Atas Meja (\(M = 6\text{ kg}\))
Balok ditarik oleh tali dengan tegangan \(T\) ke kanan dan ditahan gaya pemulih pegas \(F_p\) ke kiri:
\(\Sigma F_x = M \cdot a\)
\(T\:-\: F_p = M \cdot a\)
\(32 \:-\: F_p = 6 \times 2\)
\(32 \:-\: F_p = 12 \implies F_p = 20\text{ N}\)
Langkah 3: Hitung Regangan Pegas (\(\triangle x\))
\(F_p = k \cdot \triangle x\)
\(20 = 400 \cdot \triangle x\)
\(\triangle x = \dfrac{20}{400}\text{ m} = 0{,}05\text{ m} = 5{,}0\text{ cm}\)
Soal 08
Sebuah benda bermassa \(m = 2\text{ kg}\) dilepaskan jatuh bebas dari ketinggian \(h = 80\text{ cm}\) di atas ujung atas sebuah pegas vertikal ringan yang memiliki tetapan konstanta \(k = 1000\text{ N/m}\).
Jika gesekan udara diabaikan dan percepatan gravitasi \(g = 10\text{ m/s}^2\), maka besar pemampatan maksimum pegas (\(x_{\text{maks}}\)) yang terjadi adalah ….
(A) \(10\text{ cm}\)
(B) \(15\text{ cm}\)
(C) \(20\text{ cm}\)
(D) \(25\text{ cm}\)
(E) \(30\text{ cm}\)
Kunci Jawaban: C
Langkah 1: Menetapkan Posisi Acuan Energi Mekanik
Ambil titik acuan ketinggian (\(h_0 = 0\)) di titik pemampatan maksimum pegas (posisi terendah benda saat kecepatan sesaatnya \(v = 0\)).
Total jarak penurunan benda: \(H = h + x\)
Kondisi awal (1): Benda diam di ketinggian \(H\) → \(E_{M1} = m \cdot g \cdot (h + x)\)
Kondisi akhir (2): Benda berhenti sesaat, pegas tertekan sebesar \(x\) → \(E_{M2} = \dfrac{1}{2} k x^2\)
Langkah 2: Terapkan Hukum Kekekalan Energi Mekanik
\(E_{M1} = E_{M2}\)
\(m \cdot g \cdot (h + x) = \dfrac{1}{2} k x^2\)
Substitusikan parameter (\(m = 2\text{ kg}\), \(g = 10\text{ m/s}^2\), \(h = 0{,}8\text{ m}\), \(k = 1000\text{ N/m}\)):
\(2 \times 10 \times (0{,}8 + x) = \dfrac{1}{2} \times 1000 \times x^2\)
\(20(0{,}8 + x) = 500x^2\)
\(16 + 20x = 500x^2\)
\(500x^2\:-\: 20x \:-\: 16 = 0\)
Bagi kedua ruas dengan 4 untuk mempermudah pemfaktoran:
\(125x^2 \:-\: 5x \:-\: 4 = 0\)
\((25x + 4)(5x \:-\: 1) = 0\)
Akar-akar persamaan:
\(25x + 4 = 0 \implies x = -0{,}16\text{ m}\) (Tidak memenuhi secara fisis)
\(5x \:-\: 1 = 0 \implies x = \dfrac{1}{5}\text{ m} = 0{,}2\text{ m} = 20\text{ cm}\) (Memenuhi)
Jadi, pemampatan maksimum pegas adalah \(20\text{ cm}\).
Soal 09
Empat buah pegas identik masing-masing bernilai \(k = 1200\text{ N/m}\) dirangkai menjadi tiga konfigurasi yang berbeda. Masing-masing konfigurasi diberikan beban uji yang sama sebesar \(W = 240\text{ N}\).
| Model Sistem | Struktur Desain | Konstanta Ekuivalen (\(k_{\text{eq}}\)) | Pertambahan Panjang Total (\(\triangle x\)) |
|---|---|---|---|
| Model A | 4 pegas disusun paralel | [ … 1 … ] | [ … P … ] |
| Model B | 2 paralel diseri dengan 2 paralel | [ … 2 … ] | [ … Q … ] |
| Model C | 4 pegas disusun seri | [ … 3 … ] | [ … R … ] |
Disediakan pilihan nilai parameter:
Konstanta: (1) \(4800\text{ N/m}\) | (2) \(1200\text{ N/m}\) | (3) \(300\text{ N/m}\)
Pertambahan Panjang: (P) \(5\text{ cm}\) | (Q) \(20\text{ cm}\) | (R) \(80\text{ cm}\)
Kombinasi pasangan yang benar untuk Model A, Model B, dan Model C berturut-turut adalah ….
(A) Model A: (1)-(P) ; Model B: (2)-(Q) ; Model C: (3)-(R)
(B) Model A: (1)-(R) ; Model B: (2)-(Q) ; Model C: (3)-(P)
(C) Model A: (3)-(P) ; Model B: (2)-(Q) ; Model C: (1)-(R)
(D) Model A: (2)-(Q) ; Model B: (1)-(P) ; Model C: (3)-(R)
(E) Model A: (1)-(P) ; Model B: (3)-(R) ; Model C: (2)-(Q)
Kunci Jawaban: A
Langkah Analisis Setiap Desain:
1. Model A (4 Pegas Paralel):
\(k_{\text{eq}} = 4 \times k = 4 \times 1200 = 4800\text{ N/m}\) → Kode (1)
\(\triangle x = \dfrac{W}{k_{\text{eq}}} = \dfrac{240}{4800} = 0{,}05\text{ m} = 5\text{ cm}\) → Kode (P)
2. Model B (2 Paralel diseri 2 Paralel):
Dua blok paralel masing-masing: \(k_{p1} = 2k = 2400\text{ N/m}\) dan \(k_{p2} = 2400\text{ N/m}\)
Diseri: \(k_{\text{eq}} = \dfrac{2400}{2} = 1200\text{ N/m}\) → Kode (2)
\(\triangle x = \dfrac{W}{k_{\text{eq}}} = \dfrac{240}{1200} = 0{,}20\text{ m} = 20\text{ cm}\) → Kode (Q)
3. Model C (4 Pegas Seri):
\(k_{\text{eq}} = \dfrac{k}{4} = \dfrac{1200}{4} = 300\text{ N/m}\) → Kode (3)
\(\triangle x = \dfrac{W}{k_{\text{eq}}} = \dfrac{240}{300} = 0{,}80\text{ m} = 80\text{ cm}\) → Kode (R)
Kombinasi yang tepat adalah Model A: (1)-(P) ; Model B: (2)-(Q) ; Model C: (3)-(R).
Soal 10
Sebuah lift berpenumpang memiliki massa total \(M = 1200\text{ kg}\). Lift tersebut ditopang secara aman oleh 4 utas kabel baja identik yang terpasang secara paralel. Setiap kabel baja memiliki panjang mula-mula \(L_0 = 30\text{ m}\), luas penampang \(A = 1{,}5\text{ cm}^2\), dan Modulus Elastisitas \(E = 2 \times 10^{11}\text{ N/m}^2\). Kekuatan batas patah (tensile fracture strength) baja tersebut adalah \(\sigma_{\text{maks}} = 4 \times 10^8\text{ N/m}^2\) dan faktor keselamatan (safety factor) yang diwajibkan adalah \(SF = 4\).
Lift tersebut bergerak dipercepat ke atas dengan percepatan \(a = 2{,}5\text{ m/s}^2\) (\(g = 10\text{ m/s}^2\)).
Perhatikan pernyataan-pernyataan berikut:
(1) Gaya tegangan tali total yang ditanggung oleh keempat kabel saat lift dipercepat ke atas adalah \(15.000\text{ N}\).
(2) Setiap seutas kabel baja menahan beban gaya tarik sebesar \(3.750\text{ N}\).
(3) Pertambahan panjang elastis yang dialami oleh setiap kabel saat percepatan berlangsung adalah \(3{,}75\text{ mm}\).
(4) Sistem suspensi kabel lift berada dalam batas aman operasi teknik karena tegangan kerjanya tidak melampaui batas tegangan izin.
Pernyataan yang bernilai benar adalah ….
(A) (1), (2), dan (3)
(B) (1) dan (3) SAJA
(C) (2) dan (4) SAJA
(D) (2), (3), dan (4)
(E) Semua pernyataan (1), (2), (3), dan (4) benar
Kunci Jawaban: E
Langkah Uji dan Verifikasi Setiap Pernyataan:
1. Uji Pernyataan (1) – Gaya Tarik Total:
Ketika lift bergerak dipercepat ke atas, gaya tegangan total (\(T_{\text{tot}}\)) harus melawan gravitasi dan memberikan percepatan:
\(\Sigma F_y = M \cdot a \implies T_{\text{tot}} – M \cdot g = M \cdot a\)
\(T_{\text{tot}} = M(g + a) = 1200 \times (10 + 2{,}5) = 1200 \times 12{,}5 = 15.000\text{ N}\)
(Pernyataan 1 BENAR)
2. Uji Pernyataan (2) – Gaya per Kabel:
Beban dibagi merata oleh 4 kabel baja paralel:
\(T_1 = \dfrac{T_{\text{tot}}}{4} = \dfrac{15.000\text{ N}}{4} = 3.750\text{ N}\)
(Pernyataan 2 BENAR)
3. Uji Pernyataan (3) – Pertambahan Panjang Setiap Kabel:
Konversi satuan luas: \(A = 1{,}5\text{ cm}^2 = 1{,}5 \times 10^{-4}\text{ m}^2\)
\(\triangle L = \dfrac{T_1 \cdot L_0}{A \cdot E} = \dfrac{3750 \times 30}{(1{,}5 \times 10^{-4}) \times (2 \times 10^{11})} = \dfrac{112.500}{3 \times 10^7} = 3{,}75 \times 10^{-3}\text{ m} = 3{,}75\text{ mm}\)
(Pernyataan 3 BENAR)
4. Uji Pernyataan (4) – Analisis Keamanan Teknik (Safety Factor):
Tegangan kerja aktual pada kabel:
\(\sigma_{\text{kerja}} = \dfrac{T_1}{A} = \dfrac{3750}{1{,}5 \times 10^{-4}} = 2{,}5 \times 10^7\text{ N/m}^2\)
Tegangan izin maksimum yang dibolehkan standar keselamatan:
\(\sigma_{\text{izin}} = \dfrac{\sigma_{\text{maks}}}{SF} = \dfrac{4 \times 10^8}{4} = 1{,}0 \times 10^8 = 10 \times 10^7\text{ N/m}^2\)
Karena \(\sigma_{\text{kerja}} (2{,}5 \times 10^7\text{ N/m}^2) < \sigma_{\text{izin}} (10 \times 10^7\text{ N/m}^2)\), maka sistem suspensi kabel terbukti sangat aman.
(Pernyataan 4 BENAR)
Dengan demikian, seluruh pernyataan (1, 2, 3, dan 4) adalah BENAR.