Soal 01
Sebuah bola bermassa \(m = 200\text{ gram}\) dilempar mendatar ke arah dinding tegak dengan kelajuan \(6\text{ m/s}\). Setelah menumbuk dinding, bola terpantul kembali dengan arah berlawanan pada kelajuan \(4\text{ m/s}\). Jika durasi kontak antara bola dan dinding berlangsung selama \(\triangle t = 0{,}2\text{ sekon}\), maka besar gaya rata-rata yang diberikan dinding pada bola adalah ….
(A) \(2\text{ N}\)
(B) \(4\text{ N}\)
(C) \(6\text{ N}\)
(D) \(8\text{ N}\)
(E) \(10\text{ N}\)
Kunci Jawaban: E
Langkah 1: Memahami Vektor Kecepatan dan Tanda Arah
Momentum adalah besaran vektor, sehingga arah gerak harus diperhitungkan dengan tanda positif (+) dan negatif (-):
Langkah 2: Menghitung Perubahan Momentum (\(\triangle p\))
\(\triangle p = p_2 \:-\: p_1 = m(v_2 \:-\: v_1)\)
\(\triangle p = 0{,}2 \times \big(-4 \:-\: (+6)\big) = 0{,}2 \times (-10) = -2\text{ kg}\cdot\text{m/s}\)
Langkah 3: Menghitung Gaya Rata-rata Menggunakan Teorema Impuls-Momentum
Impuls yang diberikan dinding sama dengan perubahan momentum bola (\(I = \triangle p\)):
\(F \cdot \triangle t = \triangle p \implies F = \dfrac{\triangle p}{\triangle t}\)
\(F = \dfrac{-2\text{ kg}\cdot\text{m/s}}{0{,}2\text{ s}} = -10\text{ N}\)
Tanda negatif menunjukkan arah gaya dorong dinding berlawanan dengan arah datang bola (ke kiri). Maka, besar gaya yang diberikan dinding pada bola adalah \(10\text{ N}\).
Soal 02
Sebuah bola yang mula-mula diam di atas permukaan tanah dipukul dengan tongkat pemukul. Pemukul memberikan gaya rata-rata sebesar \(F = 100\text{ N}\) selama selang waktu kontak \(\triangle t = 0{,}2\text{ sekon}\). Jika sesaat setelah lepas dari pemukul bola melambung dengan kelajuan \(200\text{ m/s}\), maka massa bola tersebut adalah ….
(A) \(0{,}1\text{ kg}\)
(B) \(0{,}4\text{ kg}\)
(C) \(0{,}5\text{ kg}\)
(D) \(5{,}0\text{ kg}\)
(E) \(10{,}0\text{ kg}\)
Kunci Jawaban: A
Langkah 1: Identifikasi Besaran Fisika
Langkah 2: Menghitung Impuls Gaya Pemukul
\(I = F \cdot \triangle t = 100\text{ N} \times 0{,}2\text{ s} = 20\text{ N}\cdot\text{s}\)
Langkah 3: Menghubungkan Impuls dengan Perubahan Momentum
Berdasarkan Teorema Impuls-Momentum (\(I = \triangle p\)):
\(I = m \cdot (v_t \:-\:v_0)\)
\(20 = m \cdot (200 \:-\: 0)\)
\(20 = 200 \cdot m\)
\(m = \dfrac{20}{200} = 0{,}1\text{ kg} = 100\text{ gram}\)
Jadi, massa bola tersebut adalah \(0{,}1\text{ kg}\).
Soal 03
Sebutir peluru bermassa \(m_p = 20\text{ gram}\) ditembakkan mendatar dari sepucuk senapan bermassa \(m_s = 3\text{ kg}\). Sesaat setelah peluru melesat keluar dari laras, senapan mengalami sentakan (gerak rekoil) ke arah belakang dengan kelajuan \(0{,}2\text{ m/s}\). Besar momentum yang dimiliki peluru saat ditembakkan adalah ….
(A) \(0\text{ kg}\cdot\text{m/s}\)
(B) \(0{,}6\text{ kg}\cdot\text{m/s}\)
(C) \(4{,}0\text{ kg}\cdot\text{m/s}\)
(D) \(60\text{ kg}\cdot\text{m/s}\)
(E) \(60{,}4\text{ kg}\cdot\text{m/s}\)
Kunci Jawaban: B
Langkah 1: Meninjau Keadaan Awal Sistem (Sebelum Tembakan)
Sebelum pelatuk ditarik, senapan dan peluru berada dalam keadaan diam bersama-sama. Dengan demikian, momentum total awal sistem bernilai nol:
\(p_{\text{awal}} = 0\)
Langkah 2: Menghitung Momentum Rekoil Senapan
Jika arah lesatan peluru ke kanan dianggap positif (+), maka arah gerak sentakan senapan ke belakang bernilai negatif (-):
\(p_s’ = m_s \cdot v_s’ = 3 \times (-0{,}2) = -0{,}6\text{ kg}\cdot\text{m/s}\)
Langkah 3: Menerapkan Hukum Kekekalan Momentum Linier
Karena tidak ada resultan gaya luar horizontal yang bekerja (\(\Sigma F_{\text{luar}} = 0\)):
\(p_{\text{awal}} = p_{\text{akhir}}\)
\(0 = p_s’ + p_p’\)
\(0 = -0{,}6 + p_p’\)
\(p_p’ = +0{,}6\text{ kg}\cdot\text{m/s}\)
Catatan Tambahan: Kecepatan peluru saat melesat adalah \(v_p’ = \dfrac{p_p’}{m_p} = \dfrac{0{,}6\text{ kg}\cdot\text{m/s}}{0{,}02\text{ kg}} = 30\text{ m/s}\).
Jadi, besar momentum peluru saat ditembakkan adalah \(0{,}6\text{ kg}\cdot\text{m/s}\).
Soal 04
Sebuah mobil mainan \(A\) bermassa \(m_A = 3\text{ kg}\) melaju di atas lintasan horizontal lurus dan licin dengan kecepatan konstan \(10\text{ m/s}\) ke arah kanan. Mobil tersebut kemudian menabrak mobil mainan \(B\) bermassa \(m_B = 2\text{ kg}\) yang mula-mula diam di atas lintasan. Jika setelah tumbukan kedua mobil mainan tersebut menempel dan bergerak bersama-sama, maka kelajuan kedua mobil sesaat setelah tumbukan adalah ….
(A) \(1{,}0\text{ m/s}\)
(B) \(2{,}0\text{ m/s}\)
(C) \(6{,}0\text{ m/s}\)
(D) \(6{,}67\text{ m/s}\)
(E) \(10{,}0\text{ m/s}\)
Kunci Jawaban: C
Langkah 1: Mengidentifikasi Jenis Tumbukan
Karena setelah tumbukan kedua benda menempel dan bergerak bersama dengan kecepatan yang sama (\(v_A’ = v_B’ = v’\)), maka peristiwa ini merupakan tumbukan tidak lenting sama sekali (koefisien restitusi \(e = 0\)).
Langkah 2: Menuliskan Data yang Diketahui
Langkah 3: Menerapkan Hukum Kekekalan Momentum Linier
\(\Sigma p_{\text{sebelum}} = \Sigma p_{\text{sesudah}}\)
\(m_A \cdot v_A + m_B \cdot v_B = (m_A + m_B) \cdot v’\)
\((3 \times 10) + (2 \times 0) = (3 + 2) \cdot v’\)
\(30 + 0 = 5 \cdot v’\)
\(v’ = \dfrac{30}{5} = 6{,}0\text{ m/s}\)
Jadi, kelajuan kedua mobil sesaat setelah tumbukan adalah \(6{,}0\text{ m/s}\).
Soal 05
Sebuah granat mainan yang mula-mula diam di atas meja tiba-tiba meledak dan pecah menjadi dua bagian dengan perbandingan massa \(3 : 2\). Jika pecahan yang bermassa lebih besar terlempar mendatar dengan kelajuan \(20\text{ m/s}\), maka kelajuan terlemparnya pecahan yang bermassa lebih kecil adalah ….
(A) \(13{,}3\text{ m/s}\)
(B) \(20{,}0\text{ m/s}\)
(C) \(30{,}0\text{ m/s}\)
(D) \(40{,}0\text{ m/s}\)
(E) \(60{,}0\text{ m/s}\)
Kunci Jawaban: C
Langkah 1: Menelaah Momentum Awal Sistem
Sebelum meledak, sistem dalam keadaan diam sempurna sehingga momentum awalnya bernilai nol:
\(p_{\text{awal}} = 0\)
Langkah 2: Menetapkan Notasi Massa dan Arah Vektor
Langkah 3: Menerapkan Hukum Kekekalan Momentum Linier
\(p_{\text{awal}} = p_{\text{akhir}}\)
\(0 = m_1 \cdot v_1′ + m_2 \cdot v_2’\)
\(0 = (3m) \cdot (-20) + (2m) \cdot v_2’\)
\(0 = -60m + 2m \cdot v_2’\)
\(2m \cdot v_2’= 60m\)
\(v_2’= \dfrac{60m}{2m} = +30\text{ m/s}\)
Konsep Penting: Pecahan yang massanya lebih kecil memperoleh kelajuan yang lebih besar agar besar momentum kedua pecahan saling meniadakan.
Jadi, kelajuan pecahan yang bermassa kecil adalah \(30{,}0\text{ m/s}\).
Soal 06
Dua buah bola identik bermassa sama (\(m_A = m_B = m\)) bergerak pada satu garis lurus saling mendekati di atas lantai horizontal yang licin. Bola \(A\) bergerak ke kanan dengan kelajuan \(1\text{ m/s}\), sedangkan bola \(B\) bergerak ke kiri dengan kelajuan \(2\text{ m/s}\). Jika kedua bola mengalami tumbukan lenting sempurna (\(e = 1\)), maka kecepatan bola \(A\) sesaat setelah tumbukan adalah ….
(A) \(1\text{ m/s}\) ke arah kanan
(B) \(1\text{ m/s}\) ke arah kiri
(C) \(2\text{ m/s}\) ke arah kanan
(D) \(2\text{ m/s}\) ke arah kiri
(E) \(3\text{ m/s}\) ke arah kanan
Kunci Jawaban: D
Cara Cepat & Konseptual (Sifat Khusus Tumbukan Lenting Sempurna):
Pada tumbukan lenting sempurna satu dimensi (\(e = 1\)) antara dua benda bermassa sama (\(m_A = m_B\)), kedua benda akan saling bertukar kecepatan:
\(v_A’= v_B \quad \text{dan} \quad v_B’ = v_A\)
Dengan menetapkan arah ke kanan sebagai positif (+) dan ke kiri sebagai negatif (-):
Kecepatan awal bola A: \(v_A = +1\text{ m/s}\)
Kecepatan awal bola B: \(v_B = -2\text{ m/s}\)
Setelah tumbukan:
\(v_A’= v_B = -2\text{ m/s} \quad \longrightarrow \text{artinya } 2\text{ m/s ke arah kiri}\)
\(v_B’ = v_A = +1\text{ m/s} \quad \longrightarrow \text{artinya } 1\text{ m/s ke arah kanan}\)
Pembuktian Matematis Formal:
1. Hukum Kekekalan Momentum Linier:
\(m \cdot v_A + m \cdot v_B = m \cdot v_A’ + m \cdot v_B’\)
\(v_A + v_B = v_A’ + v_B’\)
\(1 + (-2) = v_A’ + v_B’\)
\(v_A’ + v_B’= -1 \quad \text{…(persamaan 1)}\)
2. Koefisien Restitusi Tumbukan Lenting Sempurna (\(e = 1\)):
\(e = -\dfrac{v_A’ \:-\: v_B’}{v_A \:-\:v_B} = 1\)
\(-(v_A’ \:-\: v_B’) = 1\:-\: (-2)\)
\(-v_A’ + v_B’ = 3 \quad \text{…(persamaan 2)}\)
3. Eliminasi untuk mencari \(v_A’\):
Kurangkan persamaan (1) dengan persamaan (2):
\((v_A’+ v_B’) \:-\: (-v_A’ + v_B’) = -1 – 3\)
\(2v_A’ = -4 \implies v_A’ = -2\text{ m/s}\)
Jadi, kecepatan bola \(A\) sesaat setelah tumbukan adalah \(2\text{ m/s}\) ke arah kiri.
Soal 07
Dua buah balok \(A\) dan \(B\) memiliki massa yang identik (\(m_A = m_B\)) dan bergerak saling mendekati pada lintasan lurus mendatar yang licin. Balok \(A\) bergerak ke kanan dengan kecepatan \(3\text{ m/s}\), sedangkan balok \(B\) bergerak ke kiri dengan kecepatan \(4\text{ m/s}\). Jika kedua balok mengalami tumbukan lenting sempurna, maka kecepatan balok \(A\) dan balok \(B\) sesaat setelah tumbukan adalah ….
(A) Keduanya bergerak bersama dengan kelajuan \(0{,}5\text{ m/s}\) ke arah kiri
(B) Balok A bergerak \(3\text{ m/s}\) ke kiri dan balok B bergerak \(4\text{ m/s}\) ke kanan
(C) Balok A bergerak \(4\text{ m/s}\) ke kiri dan balok B bergerak \(3\text{ m/s}\) ke kanan
(D) Balok A bergerak \(1\text{ m/s}\) ke kiri dan balok B dalam keadaan diam
(E) Balok A bergerak \(2\text{ m/s}\) ke kiri dan balok B bergerak \(1\text{ m/s}\) ke kanan
Kunci Jawaban: C
Cara Cepat & Konseptual:
Pada peristiwa tumbukan lenting sempurna satu dimensi (\(e = 1\)) antara dua benda bermassa sama (\(m_A = m_B\)), kedua benda akan saling bertukar kecepatan:
\(v_A’ = v_B \quad \text{dan} \quad v_B’ = v_A\)
Tetapkan acuan arah vektor: arah ke kanan bernilai positif (+), arah ke kiri bernilai negatif (-).
Kecepatan awal balok A: \(v_A = +3\text{ m/s}\)
Kecepatan awal balok B: \(v_B = -4\text{ m/s}\)
Maka setelah tumbukan:
\(v_A’ = v_B = -4\text{ m/s} \implies \mathbf{4\text{ m/s}\text{ ke arah kiri}}\)
\(v_B’ = v_A = +3\text{ m/s} \implies \mathbf{3\text{ m/s}\text{ ke arah kanan}}\)
1. Hukum Kekekalan Momentum Linier:
\(m \cdot v_A + m \cdot v_B = m \cdot v_A’ + m \cdot v_B’\)
\(3 + (-4) = v_A’ + v_B’ \implies v_A’ + v_B’ = -1 \quad \text{…(1)}\)
2. Koefisien Restitusi Lenting Sempurna (\(e = 1\)):
\(e = -\dfrac{v_A’ \:-\: v_B’}{v_A \:-\: v_B} \implies 1 = -\dfrac{v_A’ \:-\: v_B’}{3 \:-\: (-4)}\)
\(-v_A’ + v_B’ = 7 \quad \text{…(2)}\)
3. Eliminasi Persamaan (1) dan (2):
\((v_A’ + v_B’) \:-\: (-v_A’ + v_B’) = -1 \:-\: 7\)
\(2v_A’ = -8 \implies v_A’ = -4\text{ m/s}\) (4 m/s ke kiri)
Substitusikan ke Persamaan (1):
\(-4 + v_B’ = -1 \implies v_B’ = +3\text{ m/s}\) (3 m/s ke kanan)
Soal 08
Sebuah peluru bermassa \(m_p = 10\text{ gram}\) ditembakkan secara mendatar ke dalam balok bandul balistik bermassa \(M_b = 1{,}49\text{ kg}\) yang tergantung pada seutas tali ringan tak elastis sepanjang \(L = 0{,}4\text{ m}\). Peluru bersarang di dalam balok dan menyebabkan bandul berayun hingga membentuk simpangan sudut maksimum \(\alpha\) dengan nilai \(\cos\alpha = 0{,}75\). Jika percepatan gravitasi bumi \(g = 9{,}8\text{ m/s}^2\), maka kelajuan peluru sesaat sebelum mengenai balok adalah ….
(A) \(150\text{ m/s}\)
(B) \(180\text{ m/s}\)
(C) \(210\text{ m/s}\)
(D) \(270\text{ m/s}\)
(E) \(300\text{ m/s}\)
Kunci Jawaban: C
Langkah 1: Menentukan Kenaikan Ketinggian Bandul (\(h\)) Melalui Geometri Segitiga Siku-Siku
Perhatikan segitiga siku-siku yang terbentuk antara titik poros gantung (\(O\)), garis vertikal acuan, dan posisi tali saat menyimpang sejauh sudut \(\alpha\):
Penurunan Rumus Berdasarkan Perbandingan Trigonometri:
(1) Tinjau Perbandingan Sisi Cosinus pada Segitiga Siku-Siku:
Sisi tegak vertikal dari titik poros \(O\) ke garis proyeksi horizontal dinyatakan sebagai sisi samping (\(y\)):
\(\cos\alpha = \dfrac{\text{sisi samping}}{\text{sisi miring}} = \dfrac{y}{L}\)
\(y = L \cdot \cos\alpha\)
(2) Menghitung Kenaikan Ketinggian Bandul (\(h\)):
Panjang total tali dalam posisi vertikal adalah \(L\). Maka kenaikan ketinggian (\(h\)) adalah selisih panjang total tali terhadap sisi samping vertikal (\(y\)):\(h = L \:-\: y\)
\(h = L \:-\: L\cos\alpha\)
\(h = L(1\:-\: \cos\alpha)\)
(3) Substitusi Nilai:
Diketahui \(L = 0{,}4\text{ m}\) dan \(\cos\alpha = 0{,}75\):\(h = 0{,}4 \times (1\:-\: 0{,}75)\)
\(h = 0{,}4 \times 0{,}25 = 0{,}1\text{ m}\)
Langkah 2: Menghitung Kecepatan Gabungan Balok dan Peluru Sesaat Setelah Tumbukan (\(v’\))
Saat bandul berayun naik dari titik terendah ke titik tertinggi, berlaku Hukum Kekekalan Energi Mekanik:
\(E_{k\text{ bawah}} = E_{p\text{ atas}}\)
\(\dfrac{1}{2}(M_b + m_p)(v’)^2 = (M_b + m_p) \cdot g \cdot h\)
\(v’ = \sqrt{2 \cdot g \cdot h}\)
\(v’ = \sqrt{2 \times 9{,}8 \times 0{,}1} = \sqrt{1{,}96} = 1{,}4\text{ m/s}\)
Langkah 3: Menerapkan Hukum Kekekalan Momentum Linier pada Peristiwa Tumbukan
Tumbukan antara peluru dan balok berlangsung sangat singkat pada arah horizontal (tumbukan tidak lenting sama sekali):
Massa peluru: \(m_p = 10\text{ gram} = 0{,}01\text{ kg}\)
Massa total sistem: \(M_{\text{tot}} = M_b + m_p = 1{,}49 + 0{,}01 = 1{,}50\text{ kg}\)
\(p_{\text{sebelum}} = p_{\text{sesudah}}\)
\(m_p \cdot v_p + M_b \cdot 0 = (M_b + m_p) \cdot v’\)
\(0{,}01 \cdot v_p = 1{,}50 \times 1{,}4\)
\(0{,}01 \cdot v_p = 2{,}1\)
\(v_p = \dfrac{2{,}1}{0{,}01} = 210\text{ m/s}\)
Jadi, kelajuan peluru saat ditembakkan adalah \(210\text{ m/s}\).