Benang Lurus
Soal 01
Batang korek api disusun membentuk kisi-kisi segitiga bertingkat seperti pada gambar berikut:
Banyaknya batang korek api yang dibutuhkan untuk menyusun kisi-kisi segitiga bertingkat pada pola ke-8 adalah …
(A) 84
(B) 96
(C) 108
(D) 120
(1) Analisis Pola Bilangan:
Berdasarkan gambar, banyaknya batang korek api pada masing-masing pola adalah:
Pola 1 (\(U_1\)) = 3 batang
Pola 2 (\(U_2\)) = 9 batang
Pola 3 (\(U_3\)) = 18 batang
Karena selisih pada tingkat kedua konstan (tetap = 3), maka barisan ini merupakan barisan aritmetika tingkat dua.
(2) Menentukan Nilai \(a\), \(b\), dan \(c\):
Rumus umum suku ke-\(n\) untuk barisan aritmetika tingkat dua adalah:
\[U_n = an^2 + bn + c\]
Berdasarkan diagram selisih di atas, kita dapat menentukan nilai \(a\), \(b\), dan \(c\) dengan menyusun persamaan berikut:
(1) Menentukan nilai \(a\) (dari selisih tingkat 2):
\(2a = 3\)
\(a = \dfrac{3}{2}\)
(2) Menentukan nilai \(b\) (dari selisih pertama tingkat 1):
\(3a + b = 6\)
\(3\left(\dfrac{3}{2}\right) + b = 6\)
\(\dfrac{9}{2} + b = 6\)
\(b = 6 – \dfrac{9}{2} = \dfrac{12 – 9}{2} = \dfrac{3}{2}\)
(3) Menentukan nilai \(c\) (dari suku pertama):
\(a + b + c = 3\)
\(\dfrac{3}{2} + \dfrac{3}{2} + c = 3\)
\(\dfrac{6}{2} + c = 3\)
\(3 + c = 3 \implies c = 0\)
Sehingga, diperoleh rumus umum suku ke-\(n\) (\(U_n\)):
\[U_n = \dfrac{3}{2}n^2 + \dfrac{3}{2}n\]
(4) Menghitung Banyak Korek Api pada Pola ke-8 (\(U_8\)):
Substitusikan nilai \(n = 8\) ke dalam rumus umum:
\[U_8 = \dfrac{3}{2}(8)^2 + \dfrac{3}{2}(8)\]
\[U_8 = \dfrac{3}{2}(64) + \dfrac{3}{2}(8)\]
\[U_8 = (3 \times 32) + (3 \times 4)\]
\[U_8 = 96 + 12 = 108\]
Jadi, banyaknya batang korek api yang dibutuhkan pada pola ke-8 adalah 108.
Jawaban: C
Soal 02
Perhatikan pola gambar bangun datar berikut. Banyaknya garis diagonal digambarkan di dalam setiap bangun segi-\(n\) beraturan:
Jika pola tersebut berlanjut, berapakah jumlah garis diagonal yang dapat dibuat pada bangun datar segi-20 beraturan?
(A) 150
(B) 160
(C) 170
(D) 180
(1) Pemahaman Konsep Diagonal Bangun Segi-\(n\):
Diagonal adalah garis lurus yang menghubungkan dua titik sudut yang tidak bersebelahan.
Untuk menemukan rumus banyaknya diagonal pada bangun segi-\(n\):
Rumus umum banyaknya diagonal pada segi-\(n\) adalah:
\[D_n = \dfrac{n(n \:-\:3)}{2}\]
(2) Pembuktian Pola pada Soal:
Mari kita cocokkan rumus tersebut dengan gambar pada soal:
(3) Menghitung Jumlah Diagonal Segi-20 (\(n = 20\)):
Substitusikan nilai \(n = 20\) ke dalam rumus:
\[D_{20} = \dfrac{20 \times (20 \:-\: 3)}{2}\]
\[D_{20} = \dfrac{20 \times 17}{2}\]
\[D_{20} = 10 \times 17 = 170\]
Jadi, banyaknya garis diagonal yang dapat dibuat pada bangun segi-20 adalah 170.
Jawaban: C
Soal 03
Batang korek api disusun membentuk pola kisi-kisi kotak (\(n \times n\)) yang dilengkapi dengan semua garis diagonal di dalam setiap kotak kecil seperti gambar berikut:
Berapakah jumlah batang korek api yang dibutuhkan untuk menyusun pola ke-6 (Grid \(6 \times 6\))?
(A) 132
(B) 144
(C) 150
(D) 156
Untuk menghitung total batang korek api secara presisi, kita dapat menganalisis komponen penyusun grid \(n \times n\):
Cara 1: Analisis Komponen Geometri (Konseptual & Cepat)
Setiap susunan grid \(n \times n\) terdiri dari 3 kelompok batang korek api:
(1) Batang mendatar (horizontal):
Terdapat \((n + 1)\) baris mendatar, dan setiap baris membutuhkan \(n\) batang korek api.
\(\text{Jumlah} = n(n + 1)\)
(2) Batang tegak (vertikal):
Terdapat \((n + 1)\) kolom tegak, dan setiap kolom membutuhkan \(n\) batang korek api.
\(\text{Jumlah} = n(n + 1)\)
(3) Batang diagonal:
Terdapat \(n^2\) buah kotak kecil (\(1 \times 1\)), dan setiap kotak berisi 2 batang diagonal.
\(\text{Jumlah} = 2n^2\)
Rumus umum total batang korek api (\(U_n\)):
\[U_n = \text{horizontal} + \text{vertikal} + \text{diagonal}\]
\[U_n = n(n + 1) + n(n + 1) + 2n^2\]
\[U_n = 2n(n + 1) + 2n^2\]
\[U_n = 2n^2 + 2n + 2n^2\]
\[U_n = 4n^2 + 2n\]
Cara 2: Pembuktian Lewat Barisan Aritmetika Bertingkat Dua
Mari kita hitung jumlah batang korek api tiap pola dari data gambar:
Pola 1 (\(n = 1\)) = 6 batang
Pola 2 (\(n = 2\)) = 20 batang
Pola 3 (\(n = 3\)) = 42 batang
Analisis selisih antar-suku:
Gunakan rumus koefisien barisan bertingkat dua (\(U_n = an^2 + bn + c\)):
Diperoleh rumus terbukti konsisten: \[U_n = 4n^2 + 2n\]
(3) Menghitung Pola ke-6 (\(U_6\) untuk Grid \(6 \times 6\)):
Substitusikan nilai \(n = 6\) ke dalam rumus umum:
\[U_6 = 4(6)^2 + 2(6)\]
\[U_6 = 4(36) + 12\]
\[U_6 = 144 + 12 = 156\]
Jadi, banyaknya batang korek api yang dibutuhkan untuk menyusun pola ke-6 adalah 156.
Jawaban: D
Soal 04
Perhatikan ilustrasi ubin berikut. Ubin biru berbentuk persegi di bagian tengah (kolam) dikelilingi oleh ubin putih di bagian tepi luarnya:
Jika jumlah ubin berwarna biru (kolam) pada suatu pola adalah 144 buah, berapakah jumlah ubin putih yang mengelilingi ubin biru tersebut?
(A) 48
(B) 52
(C) 56
(D) 60
(1) Menentukan Ukuran Pola (\(n\)) dari Ubin Biru:
Ubin biru berbentuk persegi dengan ukuran sisi \(n \times n\).
\[\text{Jumlah ubin biru} = n^2\]
\[144 = n^2 \implies n = \sqrt{144} = 12\]
Jadi, kolam berada pada pola ke-12 (\(n = 12\)).
(2) Menentukan Rumus Ubin Putih (\(W_n\)):
Jumlah ubin putih adalah selisih antara luas persegi besar/luar \((n + 2) \times (n + 2)\) dengan luas ubin biru di tengah (\(n^2\)):
\[W_n = (n + 2)^2 \:-\:n^2\]
\[W_n = (n^2 + 4n + 4) \:-\: n^2\]
\[W_n = 4n + 4\]
(Logika cepat: 4 sisi luar masing-masing sepanjang \(n\) ubin, ditambah 4 ubin di tiap pojok/sudut).
(3) Menghitung Jumlah Ubin Putih untuk \(n = 12\):
Substitusikan nilai \(n = 12\) ke dalam rumus:
\[W_{12} = 4(12) + 4\]
\[W_{12} = 48 + 4 = 52\]
Jadi, banyaknya ubin putih yang mengelilingi kolam biru adalah 52 buah.
Jawaban: B
Soal 05
Sebuah sel bakteri membelah diri menjadi 3 sel baru setiap 15 menit. Jika pada awal pengamatan di laboratorium terdapat 1 sel bakteri, berapakah jumlah total sel bakteri setelah waktu pengamatan berjalan selama 2 jam?
(A) 729
(B) 2.187
(C) 6.561
(D) 19.683
(1) Menghitung Banyaknya Siklus Pembelahan (\(n\)):
Konversikan total waktu pengamatan ke dalam satuan menit:
\[\text{Total waktu} = 2\text{ jam} = 2 \times 60 = 120\text{ menit}\]
Banyaknya frekuensi/siklus pembelahan (\(n\)) yang terjadi setiap 15 menit adalah:
\[n = \dfrac{\text{total waktu}}{\text{interval pembelahan}} = \dfrac{120\text{ menit}}{15\text{ menit}} = 8\text{ kali pembelahan}\]
(2) Menyusun Model Pertumbuhan Geometri:
Proses pembelahan bakteri ini mengikuti pola Pertumbuhan Eksponensial (Geometri):
Rumus umum jumlah bakteri setelah \(n\) kali pembelahan:
\[N_n = a \times r^n\]
(3) Menghitung Jumlah Bakteri Setelah 8 Kali Pembelahan (\(N_8\)):
Substitusikan nilai \(a = 1\), \(r = 3\), dan \(n = 8\):
\[N_8 = 1 \times 3^8\]
\[N_8 = 3^8\]
\[N_8 = 81 \times 81 = 6.561\]
Jadi, jumlah total sel bakteri setelah 2 jam pengamatan adalah 6.561 sel.
Jawaban: C
Soal 06
Sebuah pola fraktal segitiga (Sierpinski) dibentuk dari satu segitiga besar berwarna biru dengan luas awal 256 \(\text{cm}^{2}\). Setiap pola berikutnya dibentuk dengan membagi setiap segitiga biru menjadi 4 bagian sama besar dan mengosongkan (membuat putih) segitiga di bagian tengahnya:
Jika proses tersebut diteruskan, berapakah luas daerah yang tetap berwarna biru pada pola ke-4?
(A) \(108\text{ cm}^{2}\)
(B) \(96\text{ cm}^{2}\)
(C) \(81\text{ cm}^{2}\)
(D) \(64\text{ cm}^{2}\)
(1) Memahami Pola Penyusutan Luas Biru:
Ketika setiap segitiga biru dibagi menjadi 4 bagian sama besar dan 1 bagian tengahnya dikosongkan (diubah menjadi putih), maka tersisa 3 dari 4 bagian (\(\frac{3}{4}\) bagian) yang tetap berwarna biru.
Artinya, pada setiap tahapan pola, luas daerah berwarna biru menyusut dengan rasio (\(r\)):
\[r = \dfrac{3}{4}\]
(2) Menyusun Rumus Barisan Geometri:
Diketahui luas awal segitiga sebelum proses fraktal (\(A_0\)) = \(256\text{ cm}^2\).
Rumus umum luas daerah biru pada pola ke-\(n\) adalah:
\[U_n = A_0 \times \left(\dfrac{3}{4}\right)^n\]
(3) Menghitung Luas Daerah Biru pada Pola ke-4 (\(U_4\)):
Substitusikan nilai \(n = 4\) ke dalam rumus:
\[U_4 = 256 \times \left(\dfrac{3}{4}\right)^4\]
\[U_4 = 256 \times \dfrac{3^4}{4^4}\]
\[U_4 = 256 \times \dfrac{81}{256}\]
\[U_4 = 81\text{ cm}^2\]
Jadi, luas daerah yang tetap berwarna biru pada pola ke-4 adalah \(81\text{ cm}^2\).
Jawaban: C
Soal 07
Susunan kursi di dalam sebuah gedung bioskop diatur sedemikian rupa sehingga pada setiap baris ke belakang jumlah kursinya selalu bertambah dengan pola tertentu:
– Baris ke-1 (paling depan) terdiri dari 10 kursi.
– Baris ke-2 terdiri dari 14 kursi.
– Baris ke-3 terdiri dari 20 kursi.
– Baris ke-4 terdiri dari 28 kursi.
Berapakah jumlah kursi yang terdapat pada baris ke-12?
(A) 144
(B) 152
(C) 160
(D) 164
(1) Analisis Pola Barisan Kursi:
Mendaftar jumlah kursi pada setiap baris:
Berikut diagram selisih antar-suku bertingkat:
Karena selisih pada tingkat kedua konstan (tetap = 2), susunan kursi ini merupakan Barisan Aritmetika Tingkat Dua.
(2) Menentukan Nilai \(a\), \(b\), dan \(c\):
Rumus umum barisan aritmetika tingkat dua adalah:
\[U_n = an^2 + bn + c\]
Berdasarkan diagram selisih di atas:
Sehingga, diperoleh rumus umum suku ke-\(n\) (\(U_n\)):
\[U_n = n^2 + n + 8\]
(3) Menghitung Jumlah Kursi pada Baris ke-12 (\(U_{12}\)):
Substitusikan nilai \(n = 12\) ke dalam rumus:
\[U_{12} = (12)^2 + 12 + 8\]
\[U_{12} = 144 + 12 + 8 = 164\]
Jadi, jumlah kursi yang terdapat pada baris ke-12 adalah 164 kursi.
Jawaban: D
Soal 08
Konstruksi geometri di bawah menggambarkan pembentukan spiral Fibonacci yang tersusun atas gabungan persegi-persegi yang saling berbatasan:
Jika konstruksi tersebut diteruskan secara berurutan hingga terbentuk persegi ke-8 (persegi kedelapan), berapakah keliling dari seluruh bangun gabungan persegi tersebut?
(A) 68 satuan
(B) 84 satuan
(C) 96 satuan
(D) 110 satuan
(E) 124 satuan
(1) Memahami Pola Barisan Fibonacci:
Panjang sisi setiap persegi pada konstruksi ini mengikuti Barisan Fibonacci, di mana suku berikutnya merupakan penjumlahan dari dua suku sebelumnya:
\[1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, 34, 55, \dots\]
Maka, daftar urutan suku Fibonacci (\(F_i\)) adalah:
(2) Menganalisis Dimensi Bangun Gabungan:
Setiap kali satu persegi ditambahkan, seluruh gabungan persegi tersebut membentuk sebuah persegi panjang yang panjang dan lebarnya merupakan dua suku Fibonacci berurutan (\(F_{n+1}\) dan \(F_n\)):
(3) Menghitung Keliling Gabungan Persegi ke-8 (\(n = 8\)):
Untuk gabungan hingga persegi ke-8, dimensi persegi panjang yang terbentuk adalah:
Maka, keliling bangun gabungan persegi tersebut adalah:
\[\text{Keliling} = 2 \times (\text{panjang} + \text{lebar})\]
\[\text{Keliling} = 2 \times (34 + 21)\]
\[\text{Keliling} = 2 \times 55 = 110\text{ satuan}\]
Jadi, keliling gabungan hingga persegi ke-8 adalah 110 satuan.
Jawaban: D
Soal 09
Selembar pizza berbentuk lingkaran dipotong dengan beberapa garis lurus yang saling berpotongan seperti pada ilustrasi gambar di bawah ini:
Berapakah jumlah wilayah potongan pizza maksimal yang dapat terbentuk dari hasil pemotongan oleh 10 buah garis lurus?
(A) 45 bagian
(B) 46 bagian
(C) 52 bagian
(D) 56 bagian
(1) Analisis Pembagian Wilayah Maksimal (Lazy Caterer’s Sequence):
Agar menghasilkan potongan wilayah terbanyak (maksimal), setiap garis baru yang ditarik harus memotong seluruh garis sebelumnya di titik potong yang berbeda (posisi umum/general position).
Mari kita amati jumlah potongan maksimal yang dihasilkan:
Berikut diagram selisih antar-suku bertingkat untuk banyaknya potongan:
Karena selisih pada tingkat kedua konstan (tetap = 1), pola ini merupakan Barisan Aritmetika Tingkat Dua.
(2) Menentukan Rumus Potongan Maksimal oleh \(n\) Garis (\(L_n\)):
Rumus umum potongan bidang maksimal oleh \(n\) garis lurus adalah:
\[L_n = \dfrac{n^2 + n + 2}{2}\]
Atau dapat disederhanakan menjadi:
\[L_n = \dfrac{n(n + 1)}{2} + 1\]
(3) Menghitung Jumlah Potongan untuk 10 Garis (\(n = 10\)):
Substitusikan nilai \(n = 10\) ke dalam rumus:
\[L_{10} = \dfrac{10^2 + 10 + 2}{2}\]
\[L_{10} = \dfrac{100 + 10 + 2}{2}\]
\[L_{10} = \dfrac{112}{2} = 56\text{ bagian}\]
Jadi, jumlah wilayah potongan pizza maksimal yang dapat terbentuk dari 10 garis lurus adalah 56 bagian.
Jawaban: D
Soal 10
Kotak kubus satuan disusun bertingkat membentuk pola piramida 3-dimensi seperti gambar berikut:
Berapakah jumlah kotak kubus kecil penyusun piramida 3D tersebut pada pola ke-6 (piramida dengan tinggi 6 susunan kubus)?
(A) 55
(B) 72
(C) 81
(D) 91
(1) Menganalisis Struktur Piramida per Tingkat:
Piramida 3D dengan tinggi \(n\) disusun oleh lapisan-lapisan kubus berbentuk persegi dari puncak teratas ke dasar terbawah:
(2) Menyusun Rumus Jumlah Kuadrat Bilangan Asli (\(U_n\)):
Total kubus pada pola ke-\(n\) merupakan jumlah kuadrat dari \(n\) bilangan asli pertama:
\[U_n = 1^2 + 2^2 + 3^2 + \dots + n^2\]
Rumus umum jumlah kuadrat bilangan asli adalah:
\[U_n = \dfrac{n(n + 1)(2n + 1)}{6}\]
(3) Menghitung Total Kubus untuk Pola ke-6 (\(U_6\)):
Substitusikan nilai \(n = 6\) ke dalam rumus:
\[U_6 = \dfrac{6 \times (6 + 1) \times (2(6) + 1)}{6}\]
\[U_6 = \dfrac{6 \times 7 \times (12 + 1)}{6}\]
\[U_6 = \dfrac{6 \times 7 \times 13}{6}\]
\[U_6 = 7 \times 13 = 91\text{ kubus}\]
Jadi, jumlah kotak kubus kecil penyusun piramida 3D pada pola ke-6 adalah 91 kubus.
Jawaban: D