Soal 01
Zat aditif didefinisikan sebagai bahan yang sengaja ditambahkan ke dalam makanan atau minuman selama proses pembuatan, pengolahan, pengepakan, hingga pengemasan. Karakteristik utama dari zat aditif pangan adalah …
A. Merupakan bahan baku utama yang memiliki nilai gizi karbohidrat sangat tinggi
B. Ditambahkan dalam jumlah yang relatif sedikit dan bukan merupakan bahan baku utama masakan
C. Wajib dikonsumsi secara langsung tanpa dicampurkan dengan bahan makanan lain
D. Berfungsi menggantikan seluruh kebutuhan air dan mineral dalam metabolisme tubuh
Kunci Jawaban: B
Zat aditif adalah bahan yang ditambahkan ke dalam makanan atau minuman untuk membuat makanan menjadi lebih menarik, segar, gurih/enak, bertekstur, atau memperpanjang waktu simpan. Zat aditif bukanlah bahan baku utama suatu makanan dan tidak dikonsumsi langsung, melainkan hanya ditambahkan dalam jumlah yang relatif sedikit (seperti garam pada sayur bayam atau bawang dan cabai pada tempe orak-arik). Pada umumnya zat aditif tidak memiliki nilai gizi utama, meskipun beberapa zat aditif alami memiliki kandungan vitamin tertentu.
Soal 02
Gula pasir yang berasal dari tebu merupakan pemanis alami yang dikenal sebagai sukrosa. Berdasarkan pedoman kesehatan, batas konsumsi sukrosa yang dianjurkan bagi manusia per hari agar terhindar dari risiko obesitas, diabetes melitus, dan penyakit kardiovaskular adalah…
A. Maksimal 10 sendok makan atau setara \( 150 \, \text{gram} \)
B. Maksimal 5 sendok makan atau setara \( 75 \, \text{gram} \)
C. Tidak melebihi 2 sendok makan atau setara \( 30 \, \text{gram} \)
D. Tidak dibatasi asalkan berasal murni dari tebu alami
Kunci Jawaban: C
Konsumsi sukrosa (gula pasir) bagi manusia dianjurkan untuk tidak melebihi dua sendok makan per hari atau setara dengan \( 30 \, \text{gram} \). Jika dikonsumsi berlebihan secara terus-menerus, sukrosa dapat menyebabkan penumpukan kalori yang memicu penyakit diabetes melitus, obesitas (kegemukan berlebih), serta komplikasi pada sistem sirkulasi darah dan penyakit jantung (kardiovaskular).
Soal 03
Sukrosa atau gula pasir dijadikan sebagai standar pembanding tingkat kemanisan dengan nilai skala kemanisan 1 (atau 100%). Pemanis buatan yang memiliki tingkat kemanisan lebih dari 100 kali lipat dibanding gula pasir adalah…
(Pilihlah semua jawaban yang benar)
[ ] A. Sorbitol [ ] B. Siklamat [ ] C. Aspartam [ ] D. Sakarin [ ] E. Sukralosa
Kunci Jawaban: C, D, dan E
Berdasarkan data:
Sorbitol: tingkat kemanisan \( 0{,}5 \:-\:0{,}6 \) (lebih rendah dari sukrosa).
Siklamat: tingkat kemanisan \( 20 \:-\: 40 \) kali gula pasir.
Aspartam: tingkat kemanisan \( 120 \:-\:220 \) kali gula pasir (lebih dari 100).
Sakarin: tingkat kemanisan \( 200 \:-\: 700 \) kali gula pasir (lebih dari 100).
Asesulfam-K: tingkat kemanisan \( 130 \:-\: 200 \) kali gula pasir (lebih dari 100).
Sukralosa: tingkat kemanisan \( 400 \:-\: 800 \) kali gula pasir (lebih dari 100).
Jadi, pilihan yang tepat adalah C, D, dan E.
Soal 04
Tentukan kesesuaian nilai batas konsumsi per hari untuk jenis pemanis sintetis berikut!
| Jenis Gula Sintetis dan Batas Konsumsinya | Sesuai | Tidak Sesuai |
|---|---|---|
| 1. Sorbitol: Batas konsumsi maksimal per hari adalah \( 23 \, \text{g/kg} \) berat badan. | ||
| 2. Sakarin: Batas konsumsi maksimal per hari adalah \( 5 \, \text{mg/kg} \) berat badan. | ||
| 3. Aspartam: Batas konsumsi maksimal per hari adalah \( 100 \, \text{mg/kg} \) berat badan. | ||
| 4. Sukralosa: Batas konsumsi maksimal per hari adalah \( 5 \, \text{mg/kg} \) berat badan. |
Kunci Jawaban:
1 = Sesuai
2 = Sesuai
3 = Tidak Sesuai (Batas konsumsi harian aspartam yang benar adalah \( 50 \, \text{mg/kg} \) berat badan)
4 = Sesuai
Data batas konsumsi harian menurut buku ajar:
Sorbitol: \( 23 \, \text{g/kg} \) berat badan.
Sakarin: \( 5 \, \text{mg/kg} \) berat badan.
Aspartam: \( 50 \, \text{mg/kg} \) berat badan (bukan 100 mg/kg berat badan).
Sukralosa: \( 5 \, \text{mg/kg} \) berat badan.
Siklamat: \( 11 \, \text{mg/kg} \) berat badan.
Asesulfam-K: \( 15 \, \text{mg/kg} \) berat badan.
Soal 05
Seorang anak sering mengonsumsi permen dan makanan ringan dengan pemanis buatan Asesulfam-K. Batas konsumsi harian Asesulfam-K adalah \( 15 \, \text{mg/kg} \) berat badan. Jika dikonsumsi melebihi dosis tersebut, Asesulfam-K telah terbukti dapat menimbulkan…
A. Kerusakan jaringan email gigi seketika
B. Reaksi alergi pada tubuh manusia
C. Penurunan laju filtrasi sel darah merah
D. Penyakit tulang rapuh (osteoporosis)
Kunci Jawaban: B
Pemanis buatan memiliki efek samping tertentu bila dikonsumsi melewati batas. Asesulfam-K telah terbukti dapat menimbulkan reaksi alergi pada manusia apabila dikonsumsi melebihi dosis \( 15 \, \text{mg/kg} \) berat badan. Sementara itu, aspartam dapat menimbulkan efek buruk pada bayi selama masa kehamilan.
Soal 06
Menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 033 Tahun 2012, pemerintah mengizinkan sejumlah zat pewarna sintetis tertentu dalam takaran aman. Manakah zat pewarna buatan berikut yang menghasilkan warna merah atau variasi kemerahan?
(Pilihlah semua jawaban yang benar)
[ ] A. Ponceau 4R [ ] B. Eritrosin [ ] C. Karmoisin [ ] D. Tartrazin [ ] E. Fast Green FCF
Kunci Jawaban: A, B, dan C
Pewarna buatan yang diperbolehkan:
Ponceau 4R: Merah
Eritrosin: Merah
Karmoisin: Merah
Allura Red: Merah kekuningan
Amaranth: Merah kebiruan
Tartrazin menghasilkan warna kuning, sedangkan Fast green FCF menghasilkan warna hijau.
Soal 07
Pemerintah melarang keras penggunaan pewarna sintetis industri seperti Rhodamin B, Ponceau 3R, dan Methanyl Yellow pada produk pangan. Alasan utama pelarangan bahan-bahan tersebut karena ketiganya merupakan zat pewarna pakaian/cat yang bersifat…
A. Mudah larut dan cepat diuraikan oleh air liur
B. Menyebabkan kerusakan organ hati dan bersifat karsinogenik (pemicu kanker)
C. Menurunkan cita rasa gurih pada daging olahan
D. Mengubah sifat asam lambung menjadi terlalu basa
Kunci Jawaban: B
Rhodamin B (warna merah kebiruan), Ponceau 3R (warna merah), dan Methanyl Yellow (warna kuning) adalah bahan pewarna untuk industri pakaian/tekstil, kertas, dan cat. Jika tercampur dalam makanan dan dikonsumsi secara berulang dalam jangka panjang, zat ini terakumulasi dalam tubuh, merusak organ hepar (hati), serta memicu mutasi sel penyebab kanker (karsinogenik).
Soal 08
Pada tahun 1908, seorang profesor dari Universitas Tokyo bernama Kikunae Ikeda berhasil menemukan senyawa pembawa rasa lezat/gurih dari kaldu rumput laut kombu. Senyawa tersebut distabilkan dalam bentuk garam yang dikenal sebagai monosodium glutamat (MSG). Istilah rasa lezat atau gurih khas tersebut dalam bahasa Jepang disebut …
A. Wasabi
B. Mirin
C. Umami
D. Nori
Kunci Jawaban: C
Profesor Kikunae Ikeda mengekstrak dan mengkristalkan glutamat dari kaldu rumput laut (kombu). Ia memperkenalkan istilah rasa umami yang dalam bahasa Jepang memiliki arti “lezat” atau “gurih”. Garam sintetis dari asam glutamat tersebut diproduksi secara komersial pertama kali pada tahun 1909 oleh perusahaan bernama Ajinomoto (berarti “inti rasa”).
Soal 09
Meskipun MSG tergolong aman jika digunakan wajar, konsumsi berlebih di atas \( 3 \, \text{gram} \) per hari dapat menimbulkan sindrom reaksi sensitivitas yang disebut Chinese Restaurant Syndrome (CRS). Manakah gejala fisik yang mencirikan terjadinya CRS?
(Pilihlah semua jawaban yang benar)
[ ] A. Rasa mual dan jantung berdebar-debar [ ] B. Kesemutan serta rasa lemah di area tengkuk dan leher [ ] C. Rasa lemah dan tidak nyaman pada bagian dada, muka, dan lengan atas [ ] D. Pembengkakan permanen pada sendi lutut kaki [ ] E. Kerontokan rambut seketika dalam beberapa menit
Kunci Jawaban: A, B, dan C
Gejala Chinese Restaurant Syndrome (CRS) meliputi: rasa mual, jantung berdebar-debar, kesemutan, serta tubuh terasa lemah di bagian tengkuk, dada, muka, dan lengan atas setelah menyantap makanan bermicin pekat. Menurut FASEB, sindrom ini dialami oleh sekitar \( 1{,}5 \:-\:2\% \) populasi manusia bila mengonsumsi MSG lebih dari \( 3 \, \text{gram} \) per hari.
Soal 10
Tentukan klasifikasi metode pengawetan makanan berikut (apakah termasuk Pengawetan Kimiawi, Fisika, atau Biologis) sesuai pembahasan subbab Pengawet dan Antioksidan!
| Metode Pengawetan Bahan Makanan | Pengawetan Kimiawi | Pengawetan Fisika | Pengawetan Biologis |
|---|---|---|---|
| 1. Pengeringan ikan asin di bawah terik matahari dan pengasapan daging sapi. | |||
| 2. Pemberian larutan cuka, garam berkadar tinggi, atau asam sitrat pada olahan pangan. | |||
| 3. Fermentasi kacang kedelai menggunakan bantuan kapang (jamur tempe) menjadi tempe. | |||
| 4. Penyimpanan daging segar ke dalam lemari pembeku (freezer/pembekuan). |
Kunci Jawaban:
1 = Pengawetan Fisika
2 = Pengawetan Kimiawi
3 = Pengawetan Biologis
4 = Pengawetan Fisika
Pembahasan:
Pengawetan kimiawi: penambahan zat lain seperti garam, cuka, air jeruk, atau senyawa aditif kimia.
Pengawetan fisika: proses pembekuan (lemari pendingin), pengeringan, dan pengasapan (daging asap).
Pengawetan biologis: melibatkan proses fermentasi atau pemanfaatan mikroorganisme (seperti ragi/jamur pembuatan tempe).
Soal 11
Pada industri daging olahan seperti sosis dan kornet, produsen sering menambahkan zat pengawet garam natrium nitrit atau kalium nitrat. Bahaya kesehatan utama dari konsumsi nitrit secara berlebihan adalah terbentuknya senyawa karsinogenik pemicu kanker yang terjadi akibat reaksi nitrit dengan protein tubuh, yaitu…
A. Nitrosamin
B. Asam benzoat
C. Melamin
D. Monogliserida
Kunci Jawaban: A
Nitrit yang ditambahkan pada daging olahan (sosis/nuget) berfungsi mempertahankan warna merah daging dan mengawetkannya dari pembusukan. Namun, nitrit terbukti berbahaya karena dapat bereaksi dengan amina/protein dalam tubuh menghasilkan senyawa kimia berbahaya bernama nitrosamin, yang memiliki efek karsinogenik (memicu tumbuhnya sel kanker).
Soal 12
Pemilihan zat pengawet disesuaikan dengan jenis produk pangan yang diawetkan. Manakah pasangan produk olahan pangan dan zat pengawet sintetis yang umum digunakan secara tepat?
(Pilihlah semua jawaban yang benar)
[ ] A. Keju dan yoghurt menggunakan natrium benzoat dan kalium sorbat [ ] B. Minuman kemasan dan saus tomat menggunakan natrium benzoat dan asam sitrat [ ] C. Manisan buah-buahan kering dan biskuit kering menggunakan senyawa sulfit [ ] D. Bakso dan tahu menggunakan formalin dan boraks secara legal [ ] E. Es krim dan permen menggunakan gas nitrogen cair pekat
Kunci Jawaban: A, B, dan C
Pembahasan:
Natrium benzoat dan sorbat digunakan untuk keju dan yoghurt guna menghambat bakteri dan jamur.
Natrium benzoat dan asam sitrat lazim dipakai pada minuman kemasan, jus, jeli, kecap, dan saus tomat.
Senyawa sulfit digunakan pada anggur, kismis/buah kering, biskuit kering, dan ikan (meski memiliki risiko toksik bagi individu tertentu).
Pilihan D salah karena formalin dan boraks adalah bahan kimia berbahaya non-pangan yang dilarang keras BPOM.
Soal 13
Antioksidan ditambahkan ke dalam makanan untuk menghambat reaksi oksidasi lemak pembawa bau tengik dan pembusukan. Pasangkan jenis antioksidan sintetis berikut dengan produk makanan penggunaannya.
| Zat Aditif Antioksidan | Minyak Sayur | Sosis & Kaldu Ayam Buatan | Mentega, Margarin & Permen |
|---|---|---|---|
| 1. Askorbil palmitat | |||
| 2. Tokoferol | |||
| 3. Butil Hidroksi Anisol (BHA) dan Butil Hidroksi Toluene (BHT) |
Kunci Jawaban:
1 = Sosis & Kaldu Ayam Buatan
2 = Minyak Sayur
3 = Mentega, Margarin & Permen
Pembahasan:
Askorbil palmitat digunakan pada sosis dan kaldu ayam buatan.
Tokoferol digunakan pada minyak sayur.
BHA dan BHT digunakan pada mentega, kismis, keju, selai kacang, margarin, dan permen.
Asam askorbat digunakan pada minuman bersoda, selai, dan susu kental manis.
Propil galat dan oktil galat digunakan pada minyak goreng, sup instan, dan permen karet.
Soal 14
Penggunaan antioksidan buatan seperti BHA (Butil Hidroksi Anisol) dan BHT (Butil Hidroksi Toluene) dalam jangka panjang perlu diwaspadai karena berdasarkan hasil pengujian laboratorium pada hewan uji, kedua zat ini terbukti dapat menyebabkan…
A. Kebutaan mendadak pada saraf optik retina
B. Kerusakan hati dan peningkatan risiko kanker (karsinogen)
C. Pembentukan batu kalsium oksalat di ginjal
D. Kehilangan total bakteri pembusuk feses di rektum
Kunci Jawaban: B
Penggunaan zat antioksidan sintetis BHA dan BHT dalam jangka panjang dapat menimbulkan gangguan saluran pencernaan, reaksi alergi, serta terbukti menyebabkan kerusakan organ hepar (hati) dan bersifat karsinogenik pada penelitian hewan uji.
Soal 15
Zat pengental ditambahkan untuk meningkatkan viskositas cairan, sedangkan zat pengemulsi membantu menyatukan dua fase yang tidak dapat bercampur (seperti air dan minyak). Manakah di antara zat berikut yang tergolong zat pengental atau pengemulsi alami yang dipaparkan dalam buku ajar?
(Pilihlah semua jawaban yang benar)
[ ] A. Pati jagung (maizena) [ ] B. Pektin buah dan tepung tapioka [ ] C. Lesitin telur/kedelai [ ] D. CMC (Carboxymethyl Cellulose) [ ] E. Xanthan Gum
Kunci Jawaban: A, B, dan C
Pembahasan:
Pengental alami: pati jagung (maizena) pada sup/capcai, pektin pada jeli/selai, dan tepung tapioka pada bakso/siomai.
Pengemulsi alami: lesitin serta monogliserida dan digliserida asam lemak.
Sebaliknya, CMC (Carboxymethyl Cellulose) dan Xanthan Gum adalah contoh zat pengental/pengemulsi buatan (sintetis).
Soal 16
Molekul zat pengemulsi memiliki struktur unik yang terdiri dari bagian yang menyukai air (hidrofilik) dan bagian yang larut dalam lemak/minyak (hidrofobik). Namun, konsumsi zat pengemulsi buatan seperti karagenan, polisorbat, dan CMC secara berlebihan dapat membahayakan kesehatan saluran cerna karena memicu…
A. Terhambatnya pembentukan enzim saliva di rongga mulut
B. Peningkatan jumlah bakteri patogen dan ketidakseimbangan mikrobiota usus yang memicu peradangan usus
C. Pembekuan seketika cairan getah empedu di kantung empedu
D. Penyempitan permanen pada katup pilorus lambung
Kunci Jawaban: B
Konsumsi zat pengemulsi buatan (seperti karagenan, CMC, polisorbat) secara berlebih dapat mengganggu lapisan mukus pelindung dinding usus. Hal ini merusak keseimbangan flora usus normal, memicu perkembangbiakan bakteri patogen, mengaktifkan respon peradangan sel (melalui reseptor TLR4 / lintasan NF-κB), dan menyebabkan radang usus (kolitis) serta gangguan metabolik.
Soal 17
Tentukan kategori yang tepat untuk masing-masing kondisi klinis berikut!
| Deskripsi Perilaku atau Kondisi Pengguna | Ketergantungan Fisik | Kecanduan (Adiksi Psikologis) | Toleransi Zat |
|---|---|---|---|
| 1. Tubuh membutuhkan dosis atau takaran zat yang semakin tinggi untuk mendapatkan efek yang sama. | |||
| 2. Berpusat pada dorongan perilaku kompulsif, kehilangan kendali diri, merusak relasi sosial, dan masalah keuangan. | |||
| 3. Kebutuhan fisik sel tubuh yang memicu gejala putus zat (seperti mual atau pusing menggigil) saat asupan dihentikan. |
Kunci Jawaban:
1 = Toleransi Zat
2 = Kecanduan (Adiksi Psikologis)
3 = Ketergantungan Fisik
Pembahasan:
Ketergantungan berpusat pada kebutuhan biologis fisik sel tubuh; apabila zat dihentikan memunculkan gejala fisik putus zat (withdrawal).
Kecanduan (adiksi) berpusat pada aspek psikologis dan perilaku dorongan kuat yang tak terkontrol, berdampak luas pada relasi sosial dan pekerjaan.
Toleransi adalah fenomena di mana tubuh beradaptasi sehingga pemakai memerlukan dosis zat yang kian meningkat untuk meraih sensasi kepuasan awal yang sama.
Soal 18
Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, perbedaan mendasar antara Narkotika Golongan I dan Narkotika Golongan II adalah…
A. Golongan I berpotensi adiksi rendah, sedangkan Golongan II berpotensi sangat tinggi
B. Golongan I dilarang untuk terapi medis dan hanya untuk penelitian terbatas, sedangkan Golongan II dapat digunakan terbatas untuk medis di bawah pengawasan ketat dokter
C. Golongan I berupa obat penenang sintesis, sedangkan Golongan II selalu berupa tanaman herba bebas
D. Golongan I dijual bebas dengan resep, sedangkan Golongan II hanya dijual di apotek swasta
Kunci Jawaban: B
Pembahasan:
Narkotika Golongan I: Memiliki potensi sangat tinggi menyebabkan ketergantungan, TIDAK digunakan untuk pengobatan/terapi medis, dan hanya digunakan untuk kepentingan riset ilmu pengetahuan (contoh: heroin, ganja, kokain, sabu/metamfetamin).
Narkotika Golongan II: Memiliki potensi ketergantungan tinggi, namun dapat digunakan dalam terapi medis secara sangat terbatas sebagai pilihan terakhir di bawah pengawasan ketat dokter (contoh: morfin, petidin, fentanil).
Soal 19
Modus operandi sindikat narkoba internasional saat ini menyasar anak-anak usia SD dan TK untuk tujuan regenerasi pangsa pasar. Modus dan jenis narkoba yang perlu diwaspadai meliputi…
(Pilihlah semua jawaban yang benar)
[ ] A. Mengemas narkotika jenis ekstasi dalam bentuk butiran permen aneka warna dan bentuk menarik [ ] B. Menyelundupkan narkoba yang dicampurkan ke dalam makanan dan jajanan minuman anak-anak [ ] C. Menjual tembakau murni kering yang diseduh langsung sebagai minuman teh celup resmi [ ] D. Memasok ekstasi yang berasal dari jaringan luar negeri (seperti Tiongkok dan Thailand) [ ] E. Memberikan suplemen vitamin C dosis tinggi kepada siswa tanpa izin sekolah
Kunci Jawaban: A, B, dan D
Kepala BNN Komjen Budi Waseso mengungkapkan bahwa peredaran narkoba menyasar anak TK dan SD dengan mengemas ekstasi ke dalam wujud permen beraneka ragam serta mencampurkannya ke dalam makanan/minuman jajanan. Narkoba permen tersebut diketahui diselundupkan dari jaringan internasional asal Tiongkok dan Thailand sebagai strategi keji regenerasi pengguna narkoba.
Soal 20
Berdasarkan cara kerjanya terhadap sistem saraf pusat (SSP), zat adiktif dikelompokkan menjadi Stimulan, Depresan, dan Halusinogen. Pasangkan zat-zat berikut dengan cara kerjanya yang tepat!
| Nama Zat Adiktif | Stimulan | Depresan | Halusinogen |
|---|---|---|---|
| 1. Kafein dan Amfetamin | |||
| 2. Etanol (Alkohol) dan Barbiturat | |||
| 3. LSD (Lysergic acid diethylamide) dan LSA | |||
| 4. Diazepam (Valium) |
Kunci Jawaban:
1 = Stimulan
2 = Depresan
3 = Halusinogen
4 = Depresan
Pembahasan:
Stimulan: Merangsang SSP untuk mempercepat proses fisiologis dalam tubuh (contoh: kafein, nikotin, kokain, amfetamin).
Depresan: Memperlambat transmisi sistem saraf dan proses otak sehingga menimbulkan efek sedatif/menidurkan (contoh: alkohol, diazepam, barbiturat).
Halusinogen: Mempengaruhi persepsi saraf hingga menyebabkan halusinasi melihat atau mendengar ilusi yang tidak nyata (contoh: ganja, LSD, LSA).
Soal 21
Tanaman penghasil getah candu (opium mentah) yang diolah menjadi morfin dan heroin adalah…
A. Cannabis sativa
B. Papaver somniferum
C. Erythroxylum coca
D. Nicotiana tabacum
Kunci Jawaban: B
Pembahasan:
Cannabis sativa menghasilkan ganja.
Papaver somniferum menghasilkan opium mentah, morfin, dan heroin.
Erythroxylum coca menghasilkan kokain.
Nicotiana tabacum adalah tanaman tembakau penghasil nikotin.
Soal 22
Manakah pernyataan berikut yang benar mengenai ketiga zat tersebut? (Pilihlah semua jawaban yang benar)
[ ] A. Kafein tergolong stimulan ringan yang bersumber dari kopi, teh, dan cokelat [ ] B. Nikotin memiliki tingkat adiktif tinggi dan efek jangka panjangnya memicu penyakit jantung serta paru-paru [ ] C. Alkohol (etanol) tergolong depresan yang dapat menimbulkan kerusakan organ hati (sirosis) [ ] D. Nikotin bekerja sebagai depresan kuat yang menidurkan kerja sistem kardiovaskular [ ] E. Kafein tidak menimbulkan efek jangka pendek sama sekali pada detak jantung
Kunci Jawaban: A, B, dan C
Pembahasan:
Kafein: bersumber dari kopi, teh, cokelat, soda; tergolong stimulan ringan; jangka pendek memicu detak jantung meningkat dan kewaspadaan.
Nikotin: bersumber dari tembakau (rokok, cerutu, vape); tergolong stimulan kuat (bukan depresan); tingkat adiksi tinggi; memicu penyakit kardiovaskular dan paru-paru.
Alkohol: bersumber dari minuman keras; tergolong depresan susunan saraf pusat; jangka panjang menyebabkan kerusakan sel hati (sirosis) dan kerusakan otak.
Soal 23
Tentukan penggolongan yang benar untuk masing-masing gejala berikut!
| Gejala Klinis Pecandu | Khas Narkotika | Khas Psikotropika |
|---|---|---|
| 1. Berat badan turun drastis, bekas suntikan pada vena, pupil mata tidak normal. | ||
| 2. Gangguan koordinasi tubuh, gemetar (tremor), pusing, mual, dan gangguan pola tidur. | ||
| 3. Gejala psikologis berupa depresi berat, rasa cemas ekstrem, dan ketergantungan sangat berat. | ||
| 4. Perubahan suasana hati (mood swings) yang drastis, paranoia, dan kebingungan mental. |
Kunci Jawaban:
1 = Khas Narkotika
2 = Khas Psikotropika
3 = Khas Narkotika
4 = Khas Psikotropika
Pembahasan:
Gejala fisik narkotika: bekas suntikan, penurunan berat badan drastis, mata merah/pupil abnormal, sakit perut/muntah.
Gejala fisik psikotropika: pusing, mual, insomnia, tremor (gemetar), gangguan koordinasi motorik.
Gejala psikologis narkotika: halusinasi, depresi berat, cemas berlebihan, ketergantungan berat.
Gejala psikologis psikotropika: paranoid, perubahan suasana hati drastis, bingung, dan halusinasi.
Soal 24
Meskipun berbahaya jika disalahgunakan tanpa resep, beberapa zat adiktif dimanfaatkan dalam bidang kedokteran untuk pengobatan pasien dengan kondisi khusus. Pemanfaatan medis dari amfetamin yang tepat dan legal di bawah resep dokter adalah untuk mengobati gangguan …
A. Narkolepsi (narcolepsy) dan gangguan hiperaktivitas/defisit atensi (ADHD)
B. Tekanan darah rendah akibat diare kronis
C. Glaukoma akut dan radang sendi asam urat
D. Anemia defisiensi besi dan sariawan mulut
Kunci Jawaban: A
Dalam dunia kedokteran zat tertentu memiliki kegunaan terapi: amfetamin digunakan untuk mengobati narcolepsy (penyakit tidur mendadak di siang hari) dan ADHD pada anak; morfin/heroin untuk meredakan nyeri kanker parah stadium akhir; barbiturat untuk mengurangi kejang/insomnia akut; dan ganja medis dikaji untuk gejala kanker, glaukoma, epilepsi, dan multiple sclerosis.
Soal 25
Penyalahgunaan narkoba merusak kesehatan fisik maupun kesehatan mental. Manakah pernyataan berikut yang mencerminkan bahaya fisik langsung akibat konsumsi narkoba?
(Pilihlah semua jawaban yang benar)
[ ] A. Penggunaan jarum suntik tidak steril memicu penularan infeksi Hepatitis B, Hepatitis C, hingga gagal hati [ ] B. Ganja dan kokain menyebabkan iritasi organ paru-paru, infeksi saluran napas, dan bronkitis kronis [ ] C. Menghambat pasokan aliran darah ke otot jantung sehingga melipatgandakan risiko serangan jantung kardiovaskular [ ] D. Timbulnya delusi, skizofrenia, serta hilangnya kontak dengan kenyataan (gangguan psikosis) [ ] E. Munculnya ide atau dorongan agresif untuk melukai diri sendiri dan bunuh diri
Kunci Jawaban: A, B, dan C
Pembahasan:
Kategori kesehatan fisik mencakup: kerusakan hati akibat jarum suntik terkontaminasi hepatitis (A), kerusakan paru-paru oleh ganja/kokain (B), penyakit kardiovaskular/serangan jantung (C), pelemahan sistem kekebalan tubuh, dan hilangnya keseimbangan akibat gangguan telinga/serebelum.
Pilihan D dan E tergolong ke dalam dampak kesehatan mental/kejiwaan (peningkatan risiko psikosis dan perubahan perilaku bunuh diri).