Soal 01
Meskipun zat aditif alami lebih aman bagi tubuh, industri makanan modern dan sebagian masyarakat masih sering memilih menggunakan zat aditif buatan (sintetis). Berdasarkan materi buku ajar, alasan utama manusia memilih menggunakan zat aditif sintetis adalah…
A. Memiliki kandungan gizi protein dan karbohidrat yang jauh lebih tinggi daripada bahan alami
B. Penggunaannya lebih praktis, warna dan rasa lebih stabil/terang, serta harganya cenderung lebih murah
C. Tidak memiliki tanggal kedaluwarsa sama sekali sehingga makanan dapat disimpan puluhan tahun
D. Bebas dari segala bentuk regulasi dan tidak diawasi oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)
Kunci Jawaban: B
Keterbatasan zat aditif alami (seperti memerlukan proses pengolahan yang lama, warna yang mudah pudar saat dipanaskan, serta ketersediaannya yang musiman) mendorong penggunaan zat aditif buatan (sintetis/artifisial). Keunggulan zat aditif sintetis meliputi: ketersediaan melimpah, harga lebih murah, warna yang dihasilkan lebih tajam, pekat, terang, stabil selama pemanasan, serta sangat praktis digunakan dalam jumlah industri.
Soal 02
Pemanis buatan jenis sukralosa memiliki tingkat kemanisan tertinggi di antara pemanis sintetis yang umum digunakan pada produk makanan dan minuman olahan. Berdasarkan Tabel Contoh Pemanis Sintetis, tingkat kemanisan sukralosa jika dibandingkan dengan gula pasir (sukrosa = 1) adalah…
A. \( 0{,}5 \:-\: 0{,}6 \) kali kemanisan gula pasir
B. \( 20 \:-\: 40 \) kali kemanisan gula pasir
C. \( 120 \:-\: 220 \) kali kemanisan gula pasir
D. \( 400 \:-\: 800 \) kali kemanisan gula pasir
Kunci Jawaban: D
Pembahasan:
Sorbitol: \( 0{,}5 \:-\: 0{,}6 \) kali
Siklamat: \( 20 \:-\: 40 \) kali
Aspartam: \( 120 \:-\: 220 \) kali
Asesulfam-K: \( 130 \:-\: 200 \) kali
Sakarin: \( 200 \:-\: 700 \) kali
Sukralosa: \( 400 \:-\: 800 \) kali (merupakan pemanis buatan dengan skala kemanisan tertinggi).
Soal 03
Zat aditif alami selain memberikan rasa dan rupa pada makanan juga dapat memberikan manfaat kesehatan karena mengandung vitamin dan senyawa pencegah kanker. Manakah di antara bahan alami berikut yang secara ilmiah mengandung antioksidan alami?
(Pilihlah semua jawaban yang benar)
[ ] A. Wortel dan tomat [ ] B. Kunyit (kurkumin) dan teh hijau [ ] C. Brokoli dan lemon [ ] D. Kalium nitrit dan natrium benzoat [ ] E. Butil Hidroksi Anisol (BHA)
Kunci Jawaban: A, B, dan C
Bahan alami yang mengandung antioksidan alami pencegah kanker serta kaya vitamin C dan E meliputi: wortel, bawang putih, lemon, walnut (kacang kamiliang), tomat, anggur, brokoli, apel, cabai/paprika, kurkumin (kunyit), teh hijau, dan bawang bombai. Kalium nitrit adalah pengawet sintetis, sedangkan BHA adalah antioksidan sintetis buatan pabrik.
Soal 04
Perhatikan nama zat pewarna buatan yang diizinkan menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 033 Tahun 2012. Tentukan kesesuaian warna yang dihasilkan oleh masing-masing pewarna sintetis berikut!
| Nama Zat Pewarna Buatan dan Warnanya | Sesuai | Tidak Sesuai |
|---|---|---|
| 1. Sunset Yellow FCF: Menghasilkan warna oranye pada makanan dan minuman. | ||
| 2. Briliant Black BN: Menghasilkan warna ungu. | ||
| 3. Indigotin: Menghasilkan warna hijau daun pekat. | ||
| 4. Brown HT: Menghasilkan warna cokelat. |
Kunci Jawaban:
1 = Sesuai
2 = Sesuai
3 = Tidak Sesuai (Indigotin menghasilkan warna biru kemerahan)
4 = Sesuai
Pembahasan:
Sunset Yellow FCF / Kuning FCF: Oranye
Briliant Black BN: Ungu
Indigotin: Biru kemerahan (warna hijau dihasilkan oleh Fast Green FCF)
Brown HT: Cokelat
Soal 05
Penggunaan zat pewarna makanan sintetis tartrazin yang berlebihan pada jajanan anak-anak sering menjadi perhatian para ahli kesehatan anak karena dapat memicu dampak negatif berupa…
A. Kenaikan berat badan ekstrem dalam kurun waktu satu hari
B. Anak menjadi cepat marah, gelisah, serta mengalami gangguan tidur
C. Penurunan daya dengar telinga secara permanen
D. Terhentinya sekresi empedu oleh kantung empedu
Kunci Jawaban: B
Efek samping dari penggunaan pewarna buatan tartrazin (pewarna kuning) pada anak-anak adalah dapat memicu perubahan perilaku emosional seperti menjadi mudah/cepat marah, gelisah, serta mengalami gangguan tidur (insomnia).
Soal 06
Keluarga Siti gemar memasak bumbu tradisional di rumah tanpa menggunakan penguat rasa buatan. Manakah bahan masakan alami berikut yang berfungsi sebagai penyedap rasa alami yang disebutkan dalam buku teks?
(Pilihlah semua jawaban yang benar)
[ ] A. Garam dapur dan lada [ ] B. Bawang merah dan bawang putih [ ] C. Kaldu ayam atau sapi asli [ ] D. Asam jawa dan air jeruk [ ] E. Rhodamin B kristal
Kunci Jawaban: A, B, C, dan D
Penyedap rasa alami yang umum digunakan dalam masakan sehari-hari adalah: garam, lada, gula, bawang (merah/putih), air jeruk, asam jawa, dan kaldu alami dari rebusan daging ayam atau sapi.
Rhodamin B adalah zat pewarna tekstil terlarang, bukan bahan penyedap rasa.
Soal 07
Monosodium glutamat (MSG) yang diproduksi secara komersial sejak tahun 1909 sebenarnya merupakan bentuk sintetis dari asam glutamat yang ditemukan secara alami di alam. Bahan makanan alami yang kaya akan kandungan asam glutamat alami adalah…
A. Minyak kelapa sawit dan margarin
B. Daging sapi, ikan laut, susu, dan jamur
C. Gula tebu dan garam meja dapur murni
D. Tepung terigu dan tepung tapioka murni
Kunci Jawaban: B
Asam glutamat bebas pembawa rasa gurih alami (umami) terkandung secara alamiah di dalam rumput laut kombu, daging sapi/ayam, ikan laut, susu, dan jamur. Untuk kepraktisan, manusia mensintesisnya menjadi garam natrium glutamat (MSG/vetsin/micin).
Soal 08
Pemerintah Republik Indonesia mengatur penggunaan zat aditif melalui Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 033 Tahun 2012 dan diawasi oleh BPOM. Alasan mendasar perlunya pengawasan ketat terhadap zat aditif buatan pada makanan adalah karena konsumsi berlebihan dapat memicu gangguan kesehatan, seperti…
(Pilihlah semua jawaban yang benar)
[ ] A. Iritasi usus besar dan gangguan pencernaan seperti diare [ ] B. Pusing, mual, dan rasa kesemutan [ ] C. Peningkatan risiko diabetes melitus [ ] D. Pertumbuhan tumor hingga kanker dalam jangka panjang [ ] E. Kekebalan tubuh terhadap serangan virus secara total
Kunci Jawaban: A, B, C, dan D
Mengonsumsi zat aditif sintetis secara berlebihan dapat mengganggu kesehatan, antara lain: timbul rasa mual, pusing, gangguan sistem pencernaan (seperti diare dan iritasi usus besar), kesemutan, diabetes melitus, pembentukan tumor, hingga risiko kanker. Pilihan E salah karena zat aditif berlebih justru berpotensi melemahkan fungsi organ tubuh.
Soal 09
Menurut Federation of American Societies for Experimental Biology (FASEB) yang dikutip pada buku ajar, konsumsi harian Monosodium Glutamat (MSG) yang masih aman dan tidak menimbulkan efek samping berlebihan bagi tubuh sebaiknya tidak melebihi…
A. \( 0{,}1 \, \text{gram} \) per hari
B. \( 3 \, \text{gram} \) per hari
C. \( 15 \, \text{gram} \) per hari
D. \( 50 \, \text{gram} \) per hari
Kunci Jawaban: B
Rata-rata masakan normal mengandung kurang dari \( 0{,}5 \, \text{gram} \) MSG. FASEB menyatakan bahwa efek samping sindrom restoran cina (CSR) umumnya terjadi bila seseorang mengonsumsi lebih dari \( 3 \, \text{gram} \) MSG per hari. Oleh karena itu, kita disarankan membatasi konsumsi MSG agar tidak melampaui \( 3 \, \text{gram} \) dalam satu hari.
Soal 10
Tentukan tujuan penggunaan dan jenis bahan pengental serta pengemulsi berikut!
| Nama Bahan Tambahan | Pengental Alami | Pengental Buatan | Pengemulsi Alami | Pengemulsi Buatan |
|---|---|---|---|---|
| 1. Tepung pati jagung (maizena) pada capcai | ||||
| 2. Carboxymethyl Cellulose (CMC) pada es krim | ||||
| 3. Lesitin pada mayones dan olahan susu | ||||
| 4. Polisorbat dan karagenan sintetis |
Kunci Jawaban:
1 = Pengental Alami
2 = Pengental Buatan
3 = Pengemulsi Alami
4 = Pengemulsi Buatan
Pembahasan:
Maizena, pektin, dan tapioka adalah pengental alami.
CMC dan Xanthan Gum adalah pengental/penstabil buatan.
Lesitin serta mono/digliserida adalah pengemulsi alami (berasal dari telur/kedelai).
Polisorbat, karagenan komersial, dan CMC buatan bertindak sebagai pengemulsi buatan yang jika dikonsumsi berlebih dapat mengganggu keseimbangan bakteri usus.
Senyawa antioksidan sintetis seperti propil galat dan oktil galat banyak digunakan oleh industri makanan kemasan untuk mencegah bau tengik akibat oksidasi lemak. Produk makanan yang lazim menggunakan propil galat dan oktil galat adalah…
A. Minyak sayur botol
B. Minyak goreng, sup instan, dan permen karet
C. Sosis dan kaldu ayam buatan
D. Minuman berkarbonasi dan selai buah
Kunci Jawaban: B
Pembahasan:
Asam askorbat: minuman bersoda, selai, susu kental manis
Askorbil palmitat: sosis, kaldu ayam buatan
Tokoferol: minyak sayur
Propil galat dan oktil galat: minyak goreng, sup instan, permen karet
BHA dan BHT: mentega, kismis, keju, margarin, permen
Soal 12
Pengawetan biologis dilakukan dengan melibatkan aktivitas mikroorganisme tertentu untuk mengubah bahan mentah menjadi makanan yang awet dan bernilai gizi. Manakah produk olahan makanan berikut yang proses pembuatannya melibatkan proses pengawetan biologis (fermentasi)?
(Pilihlah semua jawaban yang benar)
[ ] A. Tempe dari kacang kedelai [ ] B. Yoghurt dari fermentasi susu [ ] C. Keju dari fermentasi susu [ ] D. Daging sapi asap [ ] E. Ikan asin kering jemur
Kunci Jawaban: A, B, dan C
Pengawetan biologis adalah pengawetan yang melibatkan aktivitas biokimia mikroorganisme (seperti bakteri asam laktat atau jamur/kapang fermentasi) misalnya pada tempe, keju, yoghurt, dan tapai. Daging asap dan ikan asin jemur tergolong pengawetan fisika (pengasapan dan pengeringan).
Soal 13
Pasangkan jenis zat aditif dengan fungsi kerjanya masing-masing di dalam makanan!
| Zat Aditif | Menghambat Pembusukan Akibat Oksidasi | Menyatukan Fase Air dan Minyak | Meningkatkan Kekentalan Makanan | Memperpanjang Masa Simpan dari Bakteri/Jamur |
|---|---|---|---|---|
| 1. Antioksidan | ||||
| 2. Pengemulsi (Emulsifier) | ||||
| 3. Pengental | ||||
| 4. Pengawet |
Kunci Jawaban:
1 = Menghambat Pembusukan Akibat Oksidasi
2 = Menyatukan Fase Air dan Minyak
3 = Meningkatkan Kekentalan Makanan
4 = Memperpanjang Masa Simpan dari Bakteri/Jamur
Pembahasan:
Antioksidan: menghambat/memperlambat reaksi oksidasi oksigen dengan zat makanan (mencegah ketengikan).
Pengemulsi: membantu pembentukan campuran homogen dari dua fase yang tidak dapat bercampur (air dan minyak).
Pengental: menstabilkan dan memberikan tekstur kental pada cairan.
Pengawet: memperlambat pertumbuhan mikroorganisme perusak (bakteri, kapang, khamir).
Soal 14
Pada kemasan minuman berenergi atau minuman soda diet tertulis komposisi: pemanis aspartam (E951), pewarna Allura Red (E129), dan asam sitrat. Berdasarkan keterangan bahaya zat aditif dalam buku, peringatan khusus konsumsi aspartam ditujukan pada kelompok…
A. Remaja pria penderita asma
B. Ibu hamil karena dapat memicu efek buruk pada perkembangan bayi dalam kandungan
C. Orang lanjut usia penderita nyeri sendi
D. Atlet renang profesional sebelum bertanding
Kunci Jawaban: B
Aspartam dapat menimbulkan beberapa efek samping kontroversial, di antaranya efek buruk pada bayi selama kehamilan. Oleh sebab itu, konsumsi aspartam bagi ibu hamil harus sangat diawasi dan dibatasi.
Soal 15
Zat adiktif dikelompokkan menjadi tiga kelompok besar: Narkotika, Psikotropika, serta Bukan Narkotika dan Bukan Psikotropika. Manakah di antara zat berikut yang tergolong ke dalam kelompok Bukan Narkotika dan Bukan Psikotropika?
(Pilihlah semua jawaban yang benar)
[ ] A. Kafein [ ] B. Nikotin [ ] C. Alkohol (Etanol) [ ] D. Diazepam [ ] E. Morfin
Kunci Jawaban: A, B, dan C
Kelompok “Bukan narkotika dan bukan psikotropika” adalah zat yang menghasilkan reaksi biologis tetapi tidak sampai menghilangkan kesadaran secara drastis bila dikonsumsi dalam batas wajar, contohnya: Kafein (pada kopi/teh), Nikotin (pada tembakau), dan Alkohol/etanol. Diazepam tergolong psikotropika, sedangkan morfin tergolong narkotika.
Soal 16
Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Pasal 111 ayat (1) mengatur sanksi pidana yang sangat tegas bagi perbuatan menanam, memelihara, memiliki, atau menyediakan narkotika Golongan I dalam bentuk tanaman (seperti ganja). Sanksi pidana penjara minimal dan maksimal menurut pasal tersebut adalah…
A. Paling singkat 1 tahun dan paling lama 3 tahun
B. Paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun
C. Paling singkat 10 tahun dan paling lama 20 tahun
D. Hanya berupa sanksi kerja sosial selama 6 bulan
Kunci Jawaban: B
Berdasarkan kutipan UU No. 35 Tahun 2009 Pasal 111 ayat (1): Setiap orang yang tanpa hak menanam, memelihara, memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan narkotika golongan I dalam bentuk tanaman dipidana dengan pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun serta denda minimal Rp800.000.000 hingga maksimal Rp8.000.000.000.
Soal 17
Menurut Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika, psikotropika dibagi menjadi 4 golongan. Tentukan golongan yang tepat untuk contoh obat psikotropika berikut!
| Nama Obat Psikotropika | Golongan I (Sangat Tinggi Adiksi, Non-Medis) | Golongan II (Tinggi Adiksi, Medis Terbatas) | Golongan IV (Rendah Adiksi, Umum untuk Terapi) |
|---|---|---|---|
| 1. MDMA (Ekstasi) dan LSD | |||
| 2. Metilfenidat dan Amfetamin | |||
| 3. Diazepam (Valium) dan Alprazolam (Xanax) | |||
| 4. Nitrazepam dan Clonazepam |
Kunci Jawaban:
1 = Golongan I (Sangat Tinggi Adiksi, Non-Medis)
2 = Golongan II (Tinggi Adiksi, Medis Terbatas)
3 = Golongan IV (Rendah Adiksi, Umum untuk Terapi)
4 = Golongan IV (Rendah Adiksi, Umum untuk Terapi)
Pembahasan:
Golongan I: potensi adiksi sangat tinggi, tidak digunakan untuk medis (LSD, MDMA/ekstasi, Mescaline, STP).
Golongan II: potensi adiksi tinggi, pengobatan sangat terbatas (Amfetamin, Metilfenidat, Deksamfetamin).
Golongan IV: potensi adiksi rendah, banyak digunakan dalam pengobatan resmi (Diazepam/Valium, Alprazolam/Xanax, Nitrazepam, Clonazepam).
Soal 18
Berdasarkan data UNODC yang diuraikan dalam buku cetak halaman 63, narkoba yang paling banyak beredar di Indonesia adalah jenis sabu (metamfetamin) dan amfetamin. Sindikat internasional menyelundupkan sabu dan amfetamin tersebut terutama berasal dari kawasan negara-negara…
A. Afrika Barat seperti Nigeria dan Ghana
B. Amerika Selatan seperti Kolombia dan Peru
C. Eropa seperti Polandia, Jerman, dan Belanda
D. Oseania seperti Australia dan Selandia Baru
Kunci Jawaban: C
Menurut laporan UNODC: Jenis narkoba yang paling banyak beredar di Indonesia adalah jenis sabu atau metamfetamin dan amfetamin yang berasal dari negara-negara Eropa, seperti Polandia, Jerman, dan Belanda. Kokain berasal dari Kolumbia, sedangkan heroin olahan opium masuk dari Afganistan dan Myanmar.
Soal 19
Seseorang yang mulai rutin mengonsumsi minuman berkafein tinggi (seperti kopi pekat dan minuman penambah energi) beberapa kali sehari dapat merasakan dampak fisiologis pada tubuhnya. Manakah dampak yang ditimbulkan akibat konsumsi kafein berlebih?
(Pilihlah semua jawaban yang benar)
[ ] A. Sulit tidur di malam hari (insomnia) [ ] B. Gangguan rasa cemas dan gelisah bila tidak mengonsumsinya [ ] C. Peningkatan denyut kerja jantung [ ] D. Gangguan asam lambung [ ] E. Kehilangan koordinasi refleks otot secara permanen
Kunci Jawaban: A, B, C, dan D
Kafein adalah stimulan sistem saraf ringan hingga sedang. Dampak konsumsi kafein harian berlebih meliputi: gangguan lambung (hipersekresi asam), gangguan pola tidur kronis/insomnia, denyut jantung meningkat, kecanduan ringan, serta rasa gelisah dan sakit kepala bila tubuh kekurangan asupan kafein yang biasa diterimanya. Gangguan refleks motorik permanen merupakan dampak depresan keras atau kerusakan saraf kronis, bukan kafein.
Soal 20
Tentukan penggolongan efek utama berikut apakah mencirikan Narkotika atau Psikotropika!
| Efek Utama yang Ditimbulkan | Khas Narkotika | Khas Psikotropika |
|---|---|---|
| 1. Bekerja mengurangi atau menghilangkan rasa sakit secara kuat (analgesik). | ||
| 2. Mengubah suasana hati, persepsi sensorik, serta menimbulkan efek halusinasi secara selektif. | ||
| 3. Menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran dan menimbulkan sensasi euforia melayang (“fly”). | ||
| 4. Menenangkan kerja saraf (depresan) atau merangsang kerja saraf (stimulan) pada aktivitas mental. |
Kunci Jawaban:
1 = Khas Narkotika
2 = Khas Psikotropika
3 = Khas Narkotika
4 = Khas Psikotropika
Pembahasan:
Narkotika: Menekan sistem saraf pusat, mengurangi rasa sakit (analgesik), menimbulkan sensasi euforia (“fly”), dan menurunkan kesadaran fisik.
Psikotropika: Bekerja selektif mempengaruhi susunan saraf pusat untuk mengubah suasana hati, persepsi, perilaku, serta memberikan sensasi menenangkan (depresan) atau merangsang (stimulan).
Soal 21
Di bidang kedokteran, beberapa turunan zat adiktif digunakan secara legal dengan dosis terukur di bawah resep ketat dokter. Manfaat klinis dari obat golongan barbiturat (obat penenang) adalah untuk…
A. Membantu mengurangi gangguan insomnia berat, meredakan kedutan otot, kejang, dan kecemasan
B. Mengobati penyakit kencing manis dan menurunkan tekanan darah secara cepat
C. Membunuh sel bakteri patogen pada infeksi saluran kemih
D. Mengeringkan luka bakar terbuka pada kulit bagian luar
Kunci Jawaban: A
Barbiturat atau obat penenang digunakan di dunia medis untuk membantu mengurangi insomnia parah, meredakan kontraksi/kedutan otot, mengatasi kejang (antikonvulsan), dan meredakan serangan gangguan kecemasan akut.
Soal 22
Rokok dan rokok elektrik (vape) sama-sama mengandung zat adiktif nikotin yang diekstraksi dari tembakau. Manakah di antara pernyataan berikut yang merupakan dampak nyata dari kandungan nikotin pada tubuh perokok maupun pengguna vape?
(Pilihlah semua jawaban yang benar)
[ ] A. Menimbulkan rasa rileks sesaat namun diikuti dorongan ketagihan yang kuat [ ] B. Meningkatkan frekuensi denyut jantung [ ] C. Menurunkan nafsu makan [ ] D. Memperbesar risiko timbulnya penyakit kardiovaskular dan kerusakan paru-paru [ ] E. Memperbaiki fungsi alveolus paru-paru secara bertahap
Kunci Jawaban: A, B, C, dan D
Nikotin adalah stimulan kuat yang bekerja memicu relaksasi sementara, meningkatkan denyut jantung, menekan nafsu makan, dan memicu ketergantungan yang kuat. Penggunaan jangka panjang (melalui rokok biasa maupun vape) merusak sistem organ pernapasan (paru-paru) dan pembuluh darah jantung (kardiovaskular).
Soal 23
Tentukan kecocokan antara gangguan kesehatan mental dengan deskripsinya berikut!
| Bentuk Gangguan Mental | Risiko Psikosis | Kerusakan Kognitif | Perubahan Perilaku |
|---|---|---|---|
| 1. Munculnya halusinasi dan delusi (melihat, mendengar, atau merasakan hal yang tidak nyata). | |||
| 2. Penurunan daya ingat, sulit konsentrasi, serta kesulitan mengambil keputusan yang tepat. | |||
| 3. Menjadi mudah agresif, melakukan kekerasan, atau muncul dorongan menyakiti diri sendiri/bunuh diri. |
Kunci Jawaban:
1 = Risiko Psikosis
2 = Kerusakan Kognitif
3 = Perubahan Perilaku
Pembahasan:
Risiko Psikosis: memicu delusi, skizofrenia, dan halusinasi indrawi tanpa objek nyata.
Kerusakan Kognitif: penurunan kapasitas memori, konsentrasi, daya pikir rasional, dan penalaran logis.
Perubahan Perilaku: hilangnya kendali emosi, agresivitas, tindakan destruktif, hingga ide bunuh diri.
Soal 24
Menurut ketentuan Pasal 127 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009, apabila seseorang terbukti secara hukum sebagai korban penyalahgunaan narkotika, kewajiban utama penanganan yang harus dijalaninya adalah…
A. Dipidana hukuman kurungan penjara seumur hidup tanpa remisi
B. Wajib menjalani rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial
C. Membayar kompensasi ganti rugi materi ke kas negara
D. Diberhentikan dari kewarganegaraan Indonesia
Kunci Jawaban: B
Berdasarkan penjelasan Pasal 127 UU No. 35 Tahun 2009: Apabila terbukti sebagai korban penyalahgunaan narkotika (pecandu yang dijebak atau disalahgunakan), maka orang tersebut tidak semata-mata dihukum penjara melainkan wajib menjalani rehabilitasi medis (penyembuhan fisik dari kecanduan) dan rehabilitasi sosial (pemulihan mental dan adaptasi masyarakat).
Soal 25
Sebagai seorang pelajar SMP yang telah mempelajari Bab Zat Aditif dan Zat Adiktif, upaya nyata dan sikap positif yang dapat kamu lakukan untuk membentengi diri dari bahaya pergaulan zat adiktif di lingkungan sekitarmu adalah…
(Pilihlah semua jawaban yang benar)
[ ] A. Aktif berpartisipasi dalam kegiatan positif seperti organisasi kesiswaan, keolahragaan, dan seni [ ] B. Menjauhi lingkaran pergaulan dan kelompok yang berisiko pada penyalahgunaan rokok, miras, dan narkoba [ ] C. Menolak secara tegas ajakan atau bujukan orang lain untuk mencoba obat-obatan terlarang atau permen mencurigakan [ ] D. Mencoba mengonsumsi narkoba dalam jumlah sangat kecil untuk sekadar membuktikan dampak fisiologisnya secara langsung [ ] E. Membantu menyebarkan kampanye edukatif antinarkoba melalui media sosial atau poster sekolah
Kunci Jawaban: A, B, C, dan E
Tindakan preventif yang harus diambil remaja adalah: menyalurkan energi ke kegiatan positif (olahraga, organisasi), menjauhi pergaulan berisiko, bersikap asertif menolak godaan (“Katakan Tidak pada Narkoba”), serta turut mengedukasi masyarakat melalui media kampanye. Mencoba narkoba walaupun sedikit sangat berbahaya karena sifat adiksi dan toleransi zat dapat menjerat seseorang seketika ke dalam lingkaran kecanduan.