Silakan isi nama lengkap dan asal sekolah/instansi Anda agar nama Anda tercatat dengan benar pada Papan Peringkat (Leaderboard).
Fasilitas cetak lembar soal latihan resmi dalam format PDF tersedia khusus member.
Wacana 1: Robot Pengantar Makanan (Robot RUN)
Robot pengantar makanan kini menjadi pemandangan menarik di berbagai restoran dan hotel di dunia. Di restoran Dona Alicia, Kuba, robot pelayan mulai digunakan sejak awal 2025 dan berhasil menarik perhatian banyak pengunjung. Di Tiongkok, hotel-hotel di Beijing juga memanfaatkan robot bernama RUN saat Olimpiade Musim Dingin 2022 untuk mengantar makanan tanpa kontak langsung. Sementara itu, di Amerika Serikat, robot menjadi solusi andalan saat musim dingin karena bisa bekerja meskipun jalanan bersalju. Kota Dubai pun tak ketinggalan, dengan menghadirkan robot pengantar di kawasan Sustainable City sejak 2024.
Penggunaan robot ini dinilai lebih efisien, higienis, dan praktis. Selain menghemat waktu, robot juga membantu mengurangi interaksi langsung antara petugas dan pelanggan, yang sangat penting selama masa pandemi. Robot-robot ini bekerja dengan sistem navigasi otonom, yaitu kemampuan gerak mandiri tanpa dikendalikan manusia. Mereka dilengkapi sensor LiDAR, yaitu sistem pemindaian laser atau pendeteksi rintangan sekitar. Seluruh pergerakan robot diawasi oleh Fleet Management System, yaitu sistem pemantau dari jarak jauh. Makanan yang dibawa robot disimpan dalam kompartemen aman sehingga tetap bersih dan terjaga sampai pelanggan membukanya.
Gagasan tentang robot sudah muncul sejak abad ke-20. Salah satu tokoh penting dalam pengembangan robot modern adalah Joseph Engelberger, insinyur asal Amerika yang menciptakan robot industri pertama, Unimate, pada tahun 1961.
Proses pembuatan robot umumnya dimulai dari tahap perancangan desain, lalu dilanjutkan dengan perakitan komponen mekanik dan elektronik. Setelah itu, dipasang sistem sensor dan pemrograman agar robot dapat berpikir dan bergerak. Terakhir, robot diuji coba untuk memastikan semua fungsinya berjalan dengan baik dan aman digunakan.
Glosarium:
• Kompartemen: wadah atau bagian terpisah untuk menyimpan benda.
Apa yang dimaksud dengan istilah sensor LiDAR pada teknologi robot pengantar makanan?
Pilihlah semua jawaban yang benar (jawaban benar lebih dari satu)!
Wacana 1: Robot Pengantar Makanan (Robot RUN)
Robot pengantar makanan kini menjadi pemandangan menarik di berbagai restoran dan hotel di dunia. Di restoran Dona Alicia, Kuba, robot pelayan mulai digunakan sejak awal 2025 dan berhasil menarik perhatian banyak pengunjung. Di Tiongkok, hotel-hotel di Beijing juga memanfaatkan robot bernama RUN saat Olimpiade Musim Dingin 2022 untuk mengantar makanan tanpa kontak langsung. Sementara itu, di Amerika Serikat, robot menjadi solusi andalan saat musim dingin karena bisa bekerja meskipun jalanan bersalju. Kota Dubai pun tak ketinggalan, dengan menghadirkan robot pengantar di kawasan Sustainable City sejak 2024.
Penggunaan robot ini dinilai lebih efisien, higienis, dan praktis. Selain menghemat waktu, robot juga membantu mengurangi interaksi langsung antara petugas dan pelanggan, yang sangat penting selama masa pandemi. Robot-robot ini bekerja dengan sistem navigasi otonom, yaitu kemampuan gerak mandiri tanpa dikendalikan manusia. Mereka dilengkapi sensor LiDAR, yaitu sistem pemindaian laser atau pendeteksi rintangan sekitar. Seluruh pergerakan robot diawasi oleh Fleet Management System, yaitu sistem pemantau dari jarak jauh. Makanan yang dibawa robot disimpan dalam kompartemen aman sehingga tetap bersih dan terjaga sampai pelanggan membukanya.
Gagasan tentang robot sudah muncul sejak abad ke-20. Salah satu tokoh penting dalam pengembangan robot modern adalah Joseph Engelberger, insinyur asal Amerika yang menciptakan robot industri pertama, Unimate, pada tahun 1961.
Proses pembuatan robot umumnya dimulai dari tahap perancangan desain, lalu dilanjutkan dengan perakitan komponen mekanik dan elektronik. Setelah itu, dipasang sistem sensor dan pemrograman agar robot dapat berpikir dan bergerak. Terakhir, robot diuji coba untuk memastikan semua fungsinya berjalan dengan baik dan aman digunakan.
Glosarium:
• Kompartemen: wadah atau bagian terpisah untuk menyimpan benda.
Bagaimana urutan yang tepat menggambarkan proses pembuatan robot pengantar makanan berdasarkan teks?
Wacana 1: Robot Pengantar Makanan (Robot RUN)
Robot pengantar makanan kini menjadi pemandangan menarik di berbagai restoran dan hotel di dunia. Di restoran Dona Alicia, Kuba, robot pelayan mulai digunakan sejak awal 2025 dan berhasil menarik perhatian banyak pengunjung. Di Tiongkok, hotel-hotel di Beijing juga memanfaatkan robot bernama RUN saat Olimpiade Musim Dingin 2022 untuk mengantar makanan tanpa kontak langsung. Sementara itu, di Amerika Serikat, robot menjadi solusi andalan saat musim dingin karena bisa bekerja meskipun jalanan bersalju. Kota Dubai pun tak ketinggalan, dengan menghadirkan robot pengantar di kawasan Sustainable City sejak 2024.
Penggunaan robot ini dinilai lebih efisien, higienis, dan praktis. Selain menghemat waktu, robot juga membantu mengurangi interaksi langsung antara petugas dan pelanggan, yang sangat penting selama masa pandemi. Robot-robot ini bekerja dengan sistem navigasi otonom, yaitu kemampuan gerak mandiri tanpa dikendalikan manusia. Mereka dilengkapi sensor LiDAR, yaitu sistem pemindaian laser atau pendeteksi rintangan sekitar. Seluruh pergerakan robot diawasi oleh Fleet Management System, yaitu sistem pemantau dari jarak jauh. Makanan yang dibawa robot disimpan dalam kompartemen aman sehingga tetap bersih dan terjaga sampai pelanggan membukanya.
Gagasan tentang robot sudah muncul sejak abad ke-20. Salah satu tokoh penting dalam pengembangan robot modern adalah Joseph Engelberger, insinyur asal Amerika yang menciptakan robot industri pertama, Unimate, pada tahun 1961.
Proses pembuatan robot umumnya dimulai dari tahap perancangan desain, lalu dilanjutkan dengan perakitan komponen mekanik dan elektronik. Setelah itu, dipasang sistem sensor dan pemrograman agar robot dapat berpikir dan bergerak. Terakhir, robot diuji coba untuk memastikan semua fungsinya berjalan dengan baik dan aman digunakan.
Glosarium:
• Kompartemen: wadah atau bagian terpisah untuk menyimpan benda.
Nadin dan Ami membaca berita mengenai robot pengantar makanan. Mereka sepakat bahwa berita itu informatif dan mudah dipahami. Mengapa teks tersebut dapat dipahami dengan baik oleh Nadin dan Ami?
Tentukan nilai kesesuaian (Tepat atau Tidak Tepat) dari setiap pernyataan berikut berdasarkan isi teks:
Wacana 2: Pembuatan SCOBY dan Minuman Fermentasi Kombucha
SCOBY (Symbiotic Culture of Bacteria and Yeast) adalah kultur mikroba yang digunakan dalam pembuatan minuman kombucha. Minuman kombucha bermanfaat untuk menguatkan sistem imunitas dan menjadi sumber prebiotik yang tinggi bagi tubuh.
Alat dan Bahan:
(1) Panci,
(2) Toples kaca,
(3) Kain kasa,
(4) Karet gelang,
(5) Teh hitam atau teh hijau sebanyak 2 sendok makan,
(6) Gula pasir sebanyak 1/4 cangkir,
(7) Air mendidih sebanyak 4 cangkir,
(8) Minuman kombucha siap pakai sebanyak 1/2 cangkir (berfungsi sebagai starter).
Langkah Pembuatan SCOBY:
(1) Siapkan Teh: Masukkan teh ke dalam panci, lalu tuangkan air mendidih. Biarkan teh meresap selama 15–20 menit. Setelah itu, saring teh dan buang ampasnya.
(2) Tambahkan Gula Pasir: Tambahkan gula pasir ke dalam teh panas. Aduk hingga gula larut. Biarkan larutan teh dan gula mencapai suhu ruangan.
(3) Campurkan Starter Kombucha: Tuangkan minuman kombucha siap pakai yang berfungsi sebagai starter cairan ke dalam toples kaca.
(4) Tambahkan Teh: Setelah larutan teh dan gula telah dingin, tuangkan ke dalam toples kaca yang berisi starter cairan kombucha. Aduk rata.
(5) Tutup Toples: Tutup toples dengan kain kasa dan ikat rapat menggunakan karet gelang. Hal ini akan mencegah masuknya serangga atau kotoran ke dalam wadah, sambil memungkinkan udara untuk mengalir.
(6) Fermentasi: Letakkan toples di tempat yang hangat (24–29°C) dan hindari sinar matahari langsung. Biarkan toples tetap tenang selama 1–4 minggu. SCOBY akan tumbuh dan membentuk lapisan tebal di permukaan teh.
(7) Pemeriksaan: Periksa SCOBY yang telah tumbuh. SCOBY seharusnya memiliki tekstur kenyal, berwarna cokelat atau kekuningan, dan memiliki ketebalan yang cukup.
Keterangan:
Starter kombucha adalah kultur campuran bakteri dan ragi dengan cairan kombucha yang sudah matang/tua.
Apa saja khasiat minuman kombucha bagi tubuh berdasarkan isi teks tersebut?
Pilihlah semua jawaban yang benar (jawaban benar lebih dari satu)!
Wacana 2: Pembuatan SCOBY dan Minuman Fermentasi Kombucha
SCOBY (Symbiotic Culture of Bacteria and Yeast) adalah kultur mikroba yang digunakan dalam pembuatan minuman kombucha. Minuman kombucha bermanfaat untuk menguatkan sistem imunitas dan menjadi sumber prebiotik yang tinggi bagi tubuh.
Alat dan Bahan:
(1) Panci,
(2) Toples kaca,
(3) Kain kasa,
(4) Karet gelang,
(5) Teh hitam atau teh hijau sebanyak 2 sendok makan,
(6) Gula pasir sebanyak 1/4 cangkir,
(7) Air mendidih sebanyak 4 cangkir,
(8) Minuman kombucha siap pakai sebanyak 1/2 cangkir (berfungsi sebagai starter).
Langkah Pembuatan SCOBY:
(1) Siapkan Teh: Masukkan teh ke dalam panci, lalu tuangkan air mendidih. Biarkan teh meresap selama 15–20 menit. Setelah itu, saring teh dan buang ampasnya.
(2) Tambahkan Gula Pasir: Tambahkan gula pasir ke dalam teh panas. Aduk hingga gula larut. Biarkan larutan teh dan gula mencapai suhu ruangan.
(3) Campurkan Starter Kombucha: Tuangkan minuman kombucha siap pakai yang berfungsi sebagai starter cairan ke dalam toples kaca.
(4) Tambahkan Teh: Setelah larutan teh dan gula telah dingin, tuangkan ke dalam toples kaca yang berisi starter cairan kombucha. Aduk rata.
(5) Tutup Toples: Tutup toples dengan kain kasa dan ikat rapat menggunakan karet gelang. Hal ini akan mencegah masuknya serangga atau kotoran ke dalam wadah, sambil memungkinkan udara untuk mengalir.
(6) Fermentasi: Letakkan toples di tempat yang hangat (24–29°C) dan hindari sinar matahari langsung. Biarkan toples tetap tenang selama 1–4 minggu. SCOBY akan tumbuh dan membentuk lapisan tebal di permukaan teh.
(7) Pemeriksaan: Periksa SCOBY yang telah tumbuh. SCOBY seharusnya memiliki tekstur kenyal, berwarna cokelat atau kekuningan, dan memiliki ketebalan yang cukup.
Keterangan:
Starter kombucha adalah kultur campuran bakteri dan ragi dengan cairan kombucha yang sudah matang/tua.
Dalam proses pembuatan SCOBY, mengapa toples ditutup menggunakan kain kasa?
Wacana 2: Pembuatan SCOBY dan Minuman Fermentasi Kombucha
SCOBY (Symbiotic Culture of Bacteria and Yeast) adalah kultur mikroba yang digunakan dalam pembuatan minuman kombucha. Minuman kombucha bermanfaat untuk menguatkan sistem imunitas dan menjadi sumber prebiotik yang tinggi bagi tubuh.
Alat dan Bahan:
(1) Panci,
(2) Toples kaca,
(3) Kain kasa,
(4) Karet gelang,
(5) Teh hitam atau teh hijau sebanyak 2 sendok makan,
(6) Gula pasir sebanyak 1/4 cangkir,
(7) Air mendidih sebanyak 4 cangkir,
(8) Minuman kombucha siap pakai sebanyak 1/2 cangkir (berfungsi sebagai starter).
Langkah Pembuatan SCOBY:
(1) Siapkan Teh: Masukkan teh ke dalam panci, lalu tuangkan air mendidih. Biarkan teh meresap selama 15–20 menit. Setelah itu, saring teh dan buang ampasnya.
(2) Tambahkan Gula Pasir: Tambahkan gula pasir ke dalam teh panas. Aduk hingga gula larut. Biarkan larutan teh dan gula mencapai suhu ruangan.
(3) Campurkan Starter Kombucha: Tuangkan minuman kombucha siap pakai yang berfungsi sebagai starter cairan ke dalam toples kaca.
(4) Tambahkan Teh: Setelah larutan teh dan gula telah dingin, tuangkan ke dalam toples kaca yang berisi starter cairan kombucha. Aduk rata.
(5) Tutup Toples: Tutup toples dengan kain kasa dan ikat rapat menggunakan karet gelang. Hal ini akan mencegah masuknya serangga atau kotoran ke dalam wadah, sambil memungkinkan udara untuk mengalir.
(6) Fermentasi: Letakkan toples di tempat yang hangat (24–29°C) dan hindari sinar matahari langsung. Biarkan toples tetap tenang selama 1–4 minggu. SCOBY akan tumbuh dan membentuk lapisan tebal di permukaan teh.
(7) Pemeriksaan: Periksa SCOBY yang telah tumbuh. SCOBY seharusnya memiliki tekstur kenyal, berwarna cokelat atau kekuningan, dan memiliki ketebalan yang cukup.
Keterangan:
Starter kombucha adalah kultur campuran bakteri dan ragi dengan cairan kombucha yang sudah matang/tua.
Apa yang akan terjadi jika toples diletakkan di tempat yang terpapar sinar matahari langsung saat melakukan percobaan pembuatan SCOBY?
Wacana 3: Uji Biodegradasi Plastik Konvensional vs Bioplastik dengan Larutan Ajaib
Kamu Harus Tahu!
Biodegradasi plastik adalah proses penguraian plastik oleh mikroorganisme menjadi senyawa sederhana. Plastik konvensional sulit terurai, sehingga bioplastik dari bahan alami seperti pati menjadi alternatif ramah lingkungan. Bioplastik lebih mudah terurai dibandingkan plastik berbahan dasar minyak bumi seperti polyethylene. Asam asetat (cuka) dapat mempercepat pemecahan ikatan kimia dalam bioplastik dan mempercepat proses dekomposisi (penguraian).
Tujuan: Mengetahui pengaruh larutan asam asetat terhadap biodegradasi bioplastik dibandingkan plastik konvensional.
Alat: Timbangan digital, gelas kimia, pinset.
Bahan: Bioplastik, plastik konvensional, larutan cuka (asam asetat), air biasa.
Langkah Percobaan:
(1) Potong plastik menjadi ukuran yang sama dan timbang.
(2) Siapkan dua gelas kimia: satu berisi larutan cuka, satunya air biasa.
(3) Masukkan kedua jenis plastik ke kedua gelas.
(4) Rendam selama 7 hari, amati perubahan fisik dan massa.
(5) Gunakan pinset saat mengambil sampel.
(6) Setelah 7 hari, keringkan dan timbang ulang.
(7) Bandingkan tingkat degradasi (massa dan bentuk fisik) kedua jenis plastik.
Hasil yang Diharapkan:
(1) Bioplastik dalam cuka akan lebih cepat rusak, massanya berkurang banyak, jadi lembek, mudah sobek, dan warnanya memudar.
(2) Bioplastik dalam air biasa juga rusak, tapi lebih lambat dibandingkan yang direndam dalam cuka.
(3) Plastik konvensional hampir tidak berubah di kedua larutan, menunjukkan sulit terurai.
Kesimpulan:
Larutan cuka mempercepat biodegradasi pada bioplastik dibandingkan air biasa. Plastik konvensional menunjukkan perubahan yang sangat kecil di kedua larutan, membuktikan bahwa bioplastik lebih mudah terurai, terutama dalam kondisi asam, sehingga lebih ramah lingkungan.
Mengapa penulis menyampaikan informasi tentang uji biodegradasi plastik konvensional dan bioplastik?
Wacana 3: Uji Biodegradasi Plastik Konvensional vs Bioplastik dengan Larutan Ajaib
Kamu Harus Tahu!
Biodegradasi plastik adalah proses penguraian plastik oleh mikroorganisme menjadi senyawa sederhana. Plastik konvensional sulit terurai, sehingga bioplastik dari bahan alami seperti pati menjadi alternatif ramah lingkungan. Bioplastik lebih mudah terurai dibandingkan plastik berbahan dasar minyak bumi seperti polyethylene. Asam asetat (cuka) dapat mempercepat pemecahan ikatan kimia dalam bioplastik dan mempercepat proses dekomposisi (penguraian).
Tujuan: Mengetahui pengaruh larutan asam asetat terhadap biodegradasi bioplastik dibandingkan plastik konvensional.
Alat: Timbangan digital, gelas kimia, pinset.
Bahan: Bioplastik, plastik konvensional, larutan cuka (asam asetat), air biasa.
Langkah Percobaan:
(1) Potong plastik menjadi ukuran yang sama dan timbang.
(2) Siapkan dua gelas kimia: satu berisi larutan cuka, satunya air biasa.
(3) Masukkan kedua jenis plastik ke kedua gelas.
(4) Rendam selama 7 hari, amati perubahan fisik dan massa.
(5) Gunakan pinset saat mengambil sampel.
(6) Setelah 7 hari, keringkan dan timbang ulang.
(7) Bandingkan tingkat degradasi (massa dan bentuk fisik) kedua jenis plastik.
Hasil yang Diharapkan:
(1) Bioplastik dalam cuka akan lebih cepat rusak, massanya berkurang banyak, jadi lembek, mudah sobek, dan warnanya memudar.
(2) Bioplastik dalam air biasa juga rusak, tapi lebih lambat dibandingkan yang direndam dalam cuka.
(3) Plastik konvensional hampir tidak berubah di kedua larutan, menunjukkan sulit terurai.
Kesimpulan:
Larutan cuka mempercepat biodegradasi pada bioplastik dibandingkan air biasa. Plastik konvensional menunjukkan perubahan yang sangat kecil di kedua larutan, membuktikan bahwa bioplastik lebih mudah terurai, terutama dalam kondisi asam, sehingga lebih ramah lingkungan.
Mengapa bioplastik dinyatakan lebih ramah lingkungan pada uji biodegradasi tersebut?
Tentukan nilai kebenaran (Benar atau Salah) dari setiap pernyataan berikut berdasarkan isi teks:
Wacana 3: Uji Biodegradasi Plastik Konvensional vs Bioplastik dengan Larutan Ajaib
Kamu Harus Tahu!
Biodegradasi plastik adalah proses penguraian plastik oleh mikroorganisme menjadi senyawa sederhana. Plastik konvensional sulit terurai, sehingga bioplastik dari bahan alami seperti pati menjadi alternatif ramah lingkungan. Bioplastik lebih mudah terurai dibandingkan plastik berbahan dasar minyak bumi seperti polyethylene. Asam asetat (cuka) dapat mempercepat pemecahan ikatan kimia dalam bioplastik dan mempercepat proses dekomposisi (penguraian).
Tujuan: Mengetahui pengaruh larutan asam asetat terhadap biodegradasi bioplastik dibandingkan plastik konvensional.
Alat: Timbangan digital, gelas kimia, pinset.
Bahan: Bioplastik, plastik konvensional, larutan cuka (asam asetat), air biasa.
Langkah Percobaan:
(1) Potong plastik menjadi ukuran yang sama dan timbang.
(2) Siapkan dua gelas kimia: satu berisi larutan cuka, satunya air biasa.
(3) Masukkan kedua jenis plastik ke kedua gelas.
(4) Rendam selama 7 hari, amati perubahan fisik dan massa.
(5) Gunakan pinset saat mengambil sampel.
(6) Setelah 7 hari, keringkan dan timbang ulang.
(7) Bandingkan tingkat degradasi (massa dan bentuk fisik) kedua jenis plastik.
Hasil yang Diharapkan:
(1) Bioplastik dalam cuka akan lebih cepat rusak, massanya berkurang banyak, jadi lembek, mudah sobek, dan warnanya memudar.
(2) Bioplastik dalam air biasa juga rusak, tapi lebih lambat dibandingkan yang direndam dalam cuka.
(3) Plastik konvensional hampir tidak berubah di kedua larutan, menunjukkan sulit terurai.
Kesimpulan:
Larutan cuka mempercepat biodegradasi pada bioplastik dibandingkan air biasa. Plastik konvensional menunjukkan perubahan yang sangat kecil di kedua larutan, membuktikan bahwa bioplastik lebih mudah terurai, terutama dalam kondisi asam, sehingga lebih ramah lingkungan.
Setelah membaca teks prosedur uji biodegradasi, Nake, Elvina, dan Ratna berpendapat sebagai berikut:
Nake: “Menurutku petunjuk kegiatan dalam teks mudah dimengerti. Penulis menggunakan kalimat perintah yang sederhana.”
Elvina: “Betul, Nake. Apalagi tampilan teks juga sangat menarik. Aku sangat suka dengan pilihan warna infografiknya.”
Ratna: “Menurutku, setiap pernyataan dalam teks juga jelas, termasuk rincian waktu penelitian, misalnya ‘setelah 7 hari’.”
Pendapat siapakah yang lebih sesuai untuk menilai penggunaan bahasa dalam teks tersebut?
Tentukan nilai kesesuaian (Sesuai atau Tidak Sesuai) dari setiap pernyataan berikut:
Wacana 4: Kualitas atau Kuantitas? (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab)
Saat membeli kaos kaki, kalian akan memilih yang kualitasnya bagus, harganya mahal, dan hanya dapat satu pasang? Atau yang kualitasnya biasa saja, harga terjangkau, dan dapatnya lima pasang kaos kaki? Ayo, kalian akan pilih kualitas atau kuantitas?
Saat kalian membeli kaos kaki seperti ini, sebenarnya kalian sedang menerapkan konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, lho. Pada dasarnya, patokan barang itu, ada harga ada rupa. Jadi, semakin bagus kualitas sebuah barang, maka biasanya semakin mahal juga harga barangnya. Namun, akan awet dan tahan lama saat dipakai. Akhirnya, kalian juga akan menghemat pengeluaran membeli kaos kaki. Uangnya bisa dipakai untuk keperluan lainnya.
Coba bandingkan dengan membeli kaos kaki yang harganya murah, dapatnya banyak, tapi kualitasnya kurang bagus. Akhirnya baru dipakai sebentar, kaos kaki sudah sobek. Lima pasang kaos kaki itu, akan cepat ganti semua. Kaos kaki ini malah akan dibuang dan menjadi sampah. Pastinya akan berpengaruh juga pada lingkungan, kesehatan, dan Bumi kita.
Jadi, sebaiknya kalian membeli barang berkualitas jumlah sedikit dan bisa dipakai lama. Belilah barang yang benar-benar kalian butuhkan agar terus bisa dipakai lama. Jangan beli barang yang hanya sekadar ingin beli. Biasanya malah akan cepat bosan. Akhirnya, tidak terpakai dan menumpuk di rumah. Sayang sekali, kan?
Bagaimana manfaat ekonomi dari tips memilih barang tersebut?
Wacana 4: Kualitas atau Kuantitas? (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab)
Saat membeli kaos kaki, kalian akan memilih yang kualitasnya bagus, harganya mahal, dan hanya dapat satu pasang? Atau yang kualitasnya biasa saja, harga terjangkau, dan dapatnya lima pasang kaos kaki? Ayo, kalian akan pilih kualitas atau kuantitas?
Saat kalian membeli kaos kaki seperti ini, sebenarnya kalian sedang menerapkan konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, lho. Pada dasarnya, patokan barang itu, ada harga ada rupa. Jadi, semakin bagus kualitas sebuah barang, maka biasanya semakin mahal juga harga barangnya. Namun, akan awet dan tahan lama saat dipakai. Akhirnya, kalian juga akan menghemat pengeluaran membeli kaos kaki. Uangnya bisa dipakai untuk keperluan lainnya.
Coba bandingkan dengan membeli kaos kaki yang harganya murah, dapatnya banyak, tapi kualitasnya kurang bagus. Akhirnya baru dipakai sebentar, kaos kaki sudah sobek. Lima pasang kaos kaki itu, akan cepat ganti semua. Kaos kaki ini malah akan dibuang dan menjadi sampah. Pastinya akan berpengaruh juga pada lingkungan, kesehatan, dan Bumi kita.
Jadi, sebaiknya kalian membeli barang berkualitas jumlah sedikit dan bisa dipakai lama. Belilah barang yang benar-benar kalian butuhkan agar terus bisa dipakai lama. Jangan beli barang yang hanya sekadar ingin beli. Biasanya malah akan cepat bosan. Akhirnya, tidak terpakai dan menumpuk di rumah. Sayang sekali, kan?
Bagaimana perbedaan kedua anak pada ilustrasi tersebut saat membeli kaos kaki?
Wacana 4: Kualitas atau Kuantitas? (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab)
Saat membeli kaos kaki, kalian akan memilih yang kualitasnya bagus, harganya mahal, dan hanya dapat satu pasang? Atau yang kualitasnya biasa saja, harga terjangkau, dan dapatnya lima pasang kaos kaki? Ayo, kalian akan pilih kualitas atau kuantitas?
Saat kalian membeli kaos kaki seperti ini, sebenarnya kalian sedang menerapkan konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, lho. Pada dasarnya, patokan barang itu, ada harga ada rupa. Jadi, semakin bagus kualitas sebuah barang, maka biasanya semakin mahal juga harga barangnya. Namun, akan awet dan tahan lama saat dipakai. Akhirnya, kalian juga akan menghemat pengeluaran membeli kaos kaki. Uangnya bisa dipakai untuk keperluan lainnya.
Coba bandingkan dengan membeli kaos kaki yang harganya murah, dapatnya banyak, tapi kualitasnya kurang bagus. Akhirnya baru dipakai sebentar, kaos kaki sudah sobek. Lima pasang kaos kaki itu, akan cepat ganti semua. Kaos kaki ini malah akan dibuang dan menjadi sampah. Pastinya akan berpengaruh juga pada lingkungan, kesehatan, dan Bumi kita.
Jadi, sebaiknya kalian membeli barang berkualitas jumlah sedikit dan bisa dipakai lama. Belilah barang yang benar-benar kalian butuhkan agar terus bisa dipakai lama. Jangan beli barang yang hanya sekadar ingin beli. Biasanya malah akan cepat bosan. Akhirnya, tidak terpakai dan menumpuk di rumah. Sayang sekali, kan?
Mengapa ekspresi dua anak yang terdapat pada gambar kedua berbeda dari gambar pertama?
Tentukan nilai kebenaran (Benar atau Salah) dari setiap pernyataan berikut berdasarkan isi teks:
Wacana 5: Brosur Kawasan Konservasi Laut (KKL / KKP) Indonesia
Jelajahi Keindahan KAWASAN KONSERVASI LAUT INDONESIA:
Pernahkah Anda membayangkan laut Indonesia yang indah dikelola dengan bijak? Indonesia memiliki cara khusus dalam mengelola lautnya, yaitu melalui pembagian kawasan sesuai dengan peruntukannya. Dari perikanan, wisata bahari, hingga perlindungan ekosistem, semuanya diatur agar manusia dan alam hidup berdampingan.
Kenali Kawasan Konservasi Laut (KKL / KKP):
Kawasan ini merupakan wilayah laut yang dilindungi dan dikelola secara khusus oleh pemerintah melalui berbagai aturan resmi (Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 31 Tahun 2020) dengan sistem zonasi yang jelas dan tertata untuk:
(1) Menjaga keanekaragaman hayati
(2) Melindungi ekosistem laut
(3) Mendukung pemanfaatan berkelanjutan
Tiga Jenis Kawasan Konservasi yang Bisa Anda Kunjungi:
(1) Taman: Mempertahankan dan meningkatkan kualitas keanekaragaman hayati (Contoh: Taman Nasional Wakatobi, Bunaken, Karimunjawa, Kepulauan Seribu).
(2) Suaka: Mempertahankan dan meningkatkan kualitas sumber daya ikan (Contoh: Suaka Margasatwa Laut Sindangkerta, Kep. Raja Ampat, Pulau Kassa).
(3) Taman Konservasi Maritim: Mempertahankan dan meningkatkan nilai warisan budaya maritim dan nilai-nilai tradisional atau kearifan lokal (Contoh: Kawasan Konservasi Maritim HMAS Perth di Perairan Provinsi Banten).
Berwisata Sambil Melestarikan:
Dengan berkunjung ke kawasan konservasi laut, Anda tidak hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga ikut berperan dalam pelestarian laut Indonesia. Ayo jelajahi laut Indonesia secara bertanggung jawab!
Apa tujuan utama teks brosur tersebut?
Pilihlah semua jawaban yang benar (jawaban benar lebih dari satu)!
Wacana 5: Brosur Kawasan Konservasi Laut (KKL / KKP) Indonesia
Jelajahi Keindahan KAWASAN KONSERVASI LAUT INDONESIA:
Pernahkah Anda membayangkan laut Indonesia yang indah dikelola dengan bijak? Indonesia memiliki cara khusus dalam mengelola lautnya, yaitu melalui pembagian kawasan sesuai dengan peruntukannya. Dari perikanan, wisata bahari, hingga perlindungan ekosistem, semuanya diatur agar manusia dan alam hidup berdampingan.
Kenali Kawasan Konservasi Laut (KKL / KKP):
Kawasan ini merupakan wilayah laut yang dilindungi dan dikelola secara khusus oleh pemerintah melalui berbagai aturan resmi (Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 31 Tahun 2020) dengan sistem zonasi yang jelas dan tertata untuk:
(1) Menjaga keanekaragaman hayati
(2) Melindungi ekosistem laut
(3) Mendukung pemanfaatan berkelanjutan
Tiga Jenis Kawasan Konservasi yang Bisa Anda Kunjungi:
(1) Taman: Mempertahankan dan meningkatkan kualitas keanekaragaman hayati (Contoh: Taman Nasional Wakatobi, Bunaken, Karimunjawa, Kepulauan Seribu).
(2) Suaka: Mempertahankan dan meningkatkan kualitas sumber daya ikan (Contoh: Suaka Margasatwa Laut Sindangkerta, Kep. Raja Ampat, Pulau Kassa).
(3) Taman Konservasi Maritim: Mempertahankan dan meningkatkan nilai warisan budaya maritim dan nilai-nilai tradisional atau kearifan lokal (Contoh: Kawasan Konservasi Maritim HMAS Perth di Perairan Provinsi Banten).
Berwisata Sambil Melestarikan:
Dengan berkunjung ke kawasan konservasi laut, Anda tidak hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga ikut berperan dalam pelestarian laut Indonesia. Ayo jelajahi laut Indonesia secara bertanggung jawab!
Mengapa perlindungan terhadap Kawasan Konservasi Maritim diperlukan?
Wacana 5: Brosur Kawasan Konservasi Laut (KKL / KKP) Indonesia
Jelajahi Keindahan KAWASAN KONSERVASI LAUT INDONESIA:
Pernahkah Anda membayangkan laut Indonesia yang indah dikelola dengan bijak? Indonesia memiliki cara khusus dalam mengelola lautnya, yaitu melalui pembagian kawasan sesuai dengan peruntukannya. Dari perikanan, wisata bahari, hingga perlindungan ekosistem, semuanya diatur agar manusia dan alam hidup berdampingan.
Kenali Kawasan Konservasi Laut (KKL / KKP):
Kawasan ini merupakan wilayah laut yang dilindungi dan dikelola secara khusus oleh pemerintah melalui berbagai aturan resmi (Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 31 Tahun 2020) dengan sistem zonasi yang jelas dan tertata untuk:
(1) Menjaga keanekaragaman hayati
(2) Melindungi ekosistem laut
(3) Mendukung pemanfaatan berkelanjutan
Tiga Jenis Kawasan Konservasi yang Bisa Anda Kunjungi:
(1) Taman: Mempertahankan dan meningkatkan kualitas keanekaragaman hayati (Contoh: Taman Nasional Wakatobi, Bunaken, Karimunjawa, Kepulauan Seribu).
(2) Suaka: Mempertahankan dan meningkatkan kualitas sumber daya ikan (Contoh: Suaka Margasatwa Laut Sindangkerta, Kep. Raja Ampat, Pulau Kassa).
(3) Taman Konservasi Maritim: Mempertahankan dan meningkatkan nilai warisan budaya maritim dan nilai-nilai tradisional atau kearifan lokal (Contoh: Kawasan Konservasi Maritim HMAS Perth di Perairan Provinsi Banten).
Berwisata Sambil Melestarikan:
Dengan berkunjung ke kawasan konservasi laut, Anda tidak hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga ikut berperan dalam pelestarian laut Indonesia. Ayo jelajahi laut Indonesia secara bertanggung jawab!
Mengapa dalam brosur disertakan peta Indonesia?
Tentukan nilai kebenaran (Benar atau Salah) dari setiap pernyataan berikut berdasarkan isi teks:
Wacana 6: Cerita Fiksi: Kearifan Adat Saun Ta’et di Lilifuk
Pagi itu, Damang, ketua adat, menegaskan bahwa siapa pun yang melanggar aturan Lilifuk akan didenda ternak, uang, dan beras. Ya, sebagai nelayan kami hanya boleh menangkap ikan pada bulan Juni dan Desember. Pelanggaran berarti hukuman dan rasa malu, seakan terputus dari darah Lilifuk dan Pulau Timor.
Aku dan Seno sama-sama nelayan yang menanti Saun Ta’et, upacara menangkap ikan. Menjelang panen, ketua adat memimpin ritual di pantai dan menyerahkan upeti ikan kepada Tuan Lilifuk. Upacara itu sangat kami nantikan. Kami berdiri hormat menunggu laut dibuka, menjaga adat, warisan, dan hidup bersama alam Lilifuk yang sakral.
Malam harinya, aku berjalan menyisir pantai bersama adikku, Ading. Udara malam selalu menenangkanku. Namun, di tengah lautan jauh di sana, aku melihat seseorang di atas perahu. Padahal upacara belum dilakukan, tapi sudah ada nelayan menangkap ikan. Aku berlari ke rumah ketua adat. Aku juga memanggil warga yang masih tidur untuk bergegas menangkap nelayan itu.
Nelayan itu ditangkap, ternyata dia adalah Seno. Ia dibawa ke rumah ketua adat untuk diadili.
“Kami menemukan bom di perahumu, apa yang hendak kamu lakukan?”
“Aku ingin pergi dari pulau!” Seno berteriak, “Aku sudah tidak ingin hidup di sini. Aku akan mengambil ikan sebanyak-banyaknya untuk bekal hidup di luar pulau!”
Seno tahu, mengebom ikan akan merusak terumbu karang. Dia sengaja mengkhianati desa karena merasa iri dengan petinggi di Lilifuk.
Setelah Seno ditangkap, aku tidak pernah bertemu lagi dengannya. Aku tidak tahu apa hukuman yang dijatuhkan untuknya. Aku pun tahu bahwa dia tidak akan sanggup membayar denda. Tapi jika tidak ada darah Lilifuk mengalir di tubuhnya, aku yakin dia sudah meninggalkan pulau.
Apa yang terjadi kepada Seno setelah dia ditangkap?
Tentukan nilai kebenaran (Benar atau Salah) dari setiap pernyataan berikut berdasarkan isi teks:
Wacana 6: Cerita Fiksi: Kearifan Adat Saun Ta’et di Lilifuk
Pagi itu, Damang, ketua adat, menegaskan bahwa siapa pun yang melanggar aturan Lilifuk akan didenda ternak, uang, dan beras. Ya, sebagai nelayan kami hanya boleh menangkap ikan pada bulan Juni dan Desember. Pelanggaran berarti hukuman dan rasa malu, seakan terputus dari darah Lilifuk dan Pulau Timor.
Aku dan Seno sama-sama nelayan yang menanti Saun Ta’et, upacara menangkap ikan. Menjelang panen, ketua adat memimpin ritual di pantai dan menyerahkan upeti ikan kepada Tuan Lilifuk. Upacara itu sangat kami nantikan. Kami berdiri hormat menunggu laut dibuka, menjaga adat, warisan, dan hidup bersama alam Lilifuk yang sakral.
Malam harinya, aku berjalan menyisir pantai bersama adikku, Ading. Udara malam selalu menenangkanku. Namun, di tengah lautan jauh di sana, aku melihat seseorang di atas perahu. Padahal upacara belum dilakukan, tapi sudah ada nelayan menangkap ikan. Aku berlari ke rumah ketua adat. Aku juga memanggil warga yang masih tidur untuk bergegas menangkap nelayan itu.
Nelayan itu ditangkap, ternyata dia adalah Seno. Ia dibawa ke rumah ketua adat untuk diadili.
“Kami menemukan bom di perahumu, apa yang hendak kamu lakukan?”
“Aku ingin pergi dari pulau!” Seno berteriak, “Aku sudah tidak ingin hidup di sini. Aku akan mengambil ikan sebanyak-banyaknya untuk bekal hidup di luar pulau!”
Seno tahu, mengebom ikan akan merusak terumbu karang. Dia sengaja mengkhianati desa karena merasa iri dengan petinggi di Lilifuk.
Setelah Seno ditangkap, aku tidak pernah bertemu lagi dengannya. Aku tidak tahu apa hukuman yang dijatuhkan untuknya. Aku pun tahu bahwa dia tidak akan sanggup membayar denda. Tapi jika tidak ada darah Lilifuk mengalir di tubuhnya, aku yakin dia sudah meninggalkan pulau.
Apa yang akan terjadi kepada Seno apabila dia tetap patuh pada aturan adat?
Pilihlah semua jawaban yang benar (jawaban benar lebih dari satu)!
Wacana 6: Cerita Fiksi: Kearifan Adat Saun Ta’et di Lilifuk
Pagi itu, Damang, ketua adat, menegaskan bahwa siapa pun yang melanggar aturan Lilifuk akan didenda ternak, uang, dan beras. Ya, sebagai nelayan kami hanya boleh menangkap ikan pada bulan Juni dan Desember. Pelanggaran berarti hukuman dan rasa malu, seakan terputus dari darah Lilifuk dan Pulau Timor.
Aku dan Seno sama-sama nelayan yang menanti Saun Ta’et, upacara menangkap ikan. Menjelang panen, ketua adat memimpin ritual di pantai dan menyerahkan upeti ikan kepada Tuan Lilifuk. Upacara itu sangat kami nantikan. Kami berdiri hormat menunggu laut dibuka, menjaga adat, warisan, dan hidup bersama alam Lilifuk yang sakral.
Malam harinya, aku berjalan menyisir pantai bersama adikku, Ading. Udara malam selalu menenangkanku. Namun, di tengah lautan jauh di sana, aku melihat seseorang di atas perahu. Padahal upacara belum dilakukan, tapi sudah ada nelayan menangkap ikan. Aku berlari ke rumah ketua adat. Aku juga memanggil warga yang masih tidur untuk bergegas menangkap nelayan itu.
Nelayan itu ditangkap, ternyata dia adalah Seno. Ia dibawa ke rumah ketua adat untuk diadili.
“Kami menemukan bom di perahumu, apa yang hendak kamu lakukan?”
“Aku ingin pergi dari pulau!” Seno berteriak, “Aku sudah tidak ingin hidup di sini. Aku akan mengambil ikan sebanyak-banyaknya untuk bekal hidup di luar pulau!”
Seno tahu, mengebom ikan akan merusak terumbu karang. Dia sengaja mengkhianati desa karena merasa iri dengan petinggi di Lilifuk.
Setelah Seno ditangkap, aku tidak pernah bertemu lagi dengannya. Aku tidak tahu apa hukuman yang dijatuhkan untuknya. Aku pun tahu bahwa dia tidak akan sanggup membayar denda. Tapi jika tidak ada darah Lilifuk mengalir di tubuhnya, aku yakin dia sudah meninggalkan pulau.
Apa yang dapat dipelajari dari peristiwa yang dialami Seno dalam cerita tersebut?
Wacana 7: Fabel: Lobi si Lebah Hutan (Apis dorsata)
Namaku Lobi, si lebah hutan dari keluarga Apis dorsata. Koloniku tinggal di cabang pohon tinggi di tengah hutan. Di sarang tempat tinggalku ada 60 hingga 70 ribu lebah. Meski sangat ramai, hidup kami sangat rapi dan teratur.
“Hei, Lobi. Kau ini lebah pekerja. Jangan bermalas-malasan terus,” seru Tawi, temanku sesama lebah pengumpul nektar.
“Alangkah enaknya menjadi Kuina, ratu kita. Dia tidak harus repot bekerja. Tubuhnya besar sekali.” Aku selalu iri membayangkan ukuran tubuhnya yang hampir 3 kali berat tubuhku.
“Apa-apaan kau ini, Lobi? Kuina itu pemimpin yang harus selalu kita patuhi dan ikuti ke manapun ia pergi.” Tawi berbicara seolah aku tak paham. “Ratu juga punya tugas besar. Untuk kelangsungan hidup koloni kita, ia bertelur sekitar 1.500 hingga 2.000 butir setiap harinya.”
“Iya. Tapi tahukah kamu rahasia umur panjang Kuina?”
“Tentu saja. Itu karena ratu selalu mengonsumsi royal jelly sepanjang hidupnya. Berbeda dengan kita yang hanya mengonsumsi royal jelly tiga hari saat menjadi larva. Itulah mengapa hidup ratu bisa mencapai 3-5 tahun. Sementara kita cuma sampai 40 hari.”
Tawi terbang ke sana kemari dengan sayapnya yang kecil tapi kuat. Tubuhnya ramping berwarna kecokelatan dengan ekor yang dilengkapi sengat lurus serta berduri. Sengat inilah yang kami gunakan untuk melindungi sarang dari para pengganggu.
“Hai, kami punya kabar baik. Ada kebun bunga di dekat telaga sana,” Bee dan Polly, para lebah pencari mengabarkan lokasi sumber makanan terbaik.
“Ayo, Lobi. Sekarang saatnya kita bekerja.”
Kami beramai-ramai terbang dan hinggap di bunga-bunga yang sedang mekar, menghisap setiap tetes nektar menggunakan alat hisap, lalu menyimpannya ke dalam kantong madu yang ada di kaki. Nektar yang terkumpul kami simpan dalam sel madu yang terbuka sampai nektar menguap dan membentuk cairan madu yang kental dan matang. Kami bersemangat mondar-mandir dari sarang ke kebun bunga sampai 75.000 kali untuk menghasilkan madu terbaik. Sungguh sibuk kehidupan koloni kami ini.
Apa yang selanjutnya akan dilakukan Lobi setelah memahami peran dan tugas lebah dalam koloni?
Pilihlah semua jawaban yang benar (jawaban benar lebih dari satu)!
Wacana 7: Fabel: Lobi si Lebah Hutan (Apis dorsata)
Namaku Lobi, si lebah hutan dari keluarga Apis dorsata. Koloniku tinggal di cabang pohon tinggi di tengah hutan. Di sarang tempat tinggalku ada 60 hingga 70 ribu lebah. Meski sangat ramai, hidup kami sangat rapi dan teratur.
“Hei, Lobi. Kau ini lebah pekerja. Jangan bermalas-malasan terus,” seru Tawi, temanku sesama lebah pengumpul nektar.
“Alangkah enaknya menjadi Kuina, ratu kita. Dia tidak harus repot bekerja. Tubuhnya besar sekali.” Aku selalu iri membayangkan ukuran tubuhnya yang hampir 3 kali berat tubuhku.
“Apa-apaan kau ini, Lobi? Kuina itu pemimpin yang harus selalu kita patuhi dan ikuti ke manapun ia pergi.” Tawi berbicara seolah aku tak paham. “Ratu juga punya tugas besar. Untuk kelangsungan hidup koloni kita, ia bertelur sekitar 1.500 hingga 2.000 butir setiap harinya.”
“Iya. Tapi tahukah kamu rahasia umur panjang Kuina?”
“Tentu saja. Itu karena ratu selalu mengonsumsi royal jelly sepanjang hidupnya. Berbeda dengan kita yang hanya mengonsumsi royal jelly tiga hari saat menjadi larva. Itulah mengapa hidup ratu bisa mencapai 3-5 tahun. Sementara kita cuma sampai 40 hari.”
Tawi terbang ke sana kemari dengan sayapnya yang kecil tapi kuat. Tubuhnya ramping berwarna kecokelatan dengan ekor yang dilengkapi sengat lurus serta berduri. Sengat inilah yang kami gunakan untuk melindungi sarang dari para pengganggu.
“Hai, kami punya kabar baik. Ada kebun bunga di dekat telaga sana,” Bee dan Polly, para lebah pencari mengabarkan lokasi sumber makanan terbaik.
“Ayo, Lobi. Sekarang saatnya kita bekerja.”
Kami beramai-ramai terbang dan hinggap di bunga-bunga yang sedang mekar, menghisap setiap tetes nektar menggunakan alat hisap, lalu menyimpannya ke dalam kantong madu yang ada di kaki. Nektar yang terkumpul kami simpan dalam sel madu yang terbuka sampai nektar menguap dan membentuk cairan madu yang kental dan matang. Kami bersemangat mondar-mandir dari sarang ke kebun bunga sampai 75.000 kali untuk menghasilkan madu terbaik. Sungguh sibuk kehidupan koloni kami ini.
Bagaimana perbedaan sifat tokoh yang terdapat dalam cerita tersebut?
Tentukan nilai kebenaran (Benar atau Salah) untuk setiap pernyataan sifat tokoh berikut:
Wacana 7: Fabel: Lobi si Lebah Hutan (Apis dorsata)
Namaku Lobi, si lebah hutan dari keluarga Apis dorsata. Koloniku tinggal di cabang pohon tinggi di tengah hutan. Di sarang tempat tinggalku ada 60 hingga 70 ribu lebah. Meski sangat ramai, hidup kami sangat rapi dan teratur.
“Hei, Lobi. Kau ini lebah pekerja. Jangan bermalas-malasan terus,” seru Tawi, temanku sesama lebah pengumpul nektar.
“Alangkah enaknya menjadi Kuina, ratu kita. Dia tidak harus repot bekerja. Tubuhnya besar sekali.” Aku selalu iri membayangkan ukuran tubuhnya yang hampir 3 kali berat tubuhku.
“Apa-apaan kau ini, Lobi? Kuina itu pemimpin yang harus selalu kita patuhi dan ikuti ke manapun ia pergi.” Tawi berbicara seolah aku tak paham. “Ratu juga punya tugas besar. Untuk kelangsungan hidup koloni kita, ia bertelur sekitar 1.500 hingga 2.000 butir setiap harinya.”
“Iya. Tapi tahukah kamu rahasia umur panjang Kuina?”
“Tentu saja. Itu karena ratu selalu mengonsumsi royal jelly sepanjang hidupnya. Berbeda dengan kita yang hanya mengonsumsi royal jelly tiga hari saat menjadi larva. Itulah mengapa hidup ratu bisa mencapai 3-5 tahun. Sementara kita cuma sampai 40 hari.”
Tawi terbang ke sana kemari dengan sayapnya yang kecil tapi kuat. Tubuhnya ramping berwarna kecokelatan dengan ekor yang dilengkapi sengat lurus serta berduri. Sengat inilah yang kami gunakan untuk melindungi sarang dari para pengganggu.
“Hai, kami punya kabar baik. Ada kebun bunga di dekat telaga sana,” Bee dan Polly, para lebah pencari mengabarkan lokasi sumber makanan terbaik.
“Ayo, Lobi. Sekarang saatnya kita bekerja.”
Kami beramai-ramai terbang dan hinggap di bunga-bunga yang sedang mekar, menghisap setiap tetes nektar menggunakan alat hisap, lalu menyimpannya ke dalam kantong madu yang ada di kaki. Nektar yang terkumpul kami simpan dalam sel madu yang terbuka sampai nektar menguap dan membentuk cairan madu yang kental dan matang. Kami bersemangat mondar-mandir dari sarang ke kebun bunga sampai 75.000 kali untuk menghasilkan madu terbaik. Sungguh sibuk kehidupan koloni kami ini.
Setelah membaca teks tersebut, bagaimana tindakan yang tepat ketika kamu melihat sarang lebah madu?
Tentukan nilai kebenaran (Benar atau Salah) untuk setiap pernyataan berdasarkan isi teks!
Loading Quiz...
Daftar 10 Peserta Terbaik & Teratas